Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa-rasanya, hampir tak ada anak-anak yang tak suka makanan manis. Apalagi, orangtua juga suka menghadiahi anak dengan makanan manis karena telah berperilaku baik. Namun, memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Di balik itu ada beberapa dampak yang mungkin bahaya untuk anak jika sering makan makanan manis.

Pengaruh makanan manis bagi kesehatan anak

Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan. Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum. 

Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

1. Kecanduan

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya.

Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

  • Perubahan mood secara drastis
  • Anak lebih sering ngambek
  • Tubuh lesu atau malah menjadi overaktif dan banyak bicara
  • Gemetar

2. Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam. Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi.

Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

  • Sakit gigi berkepanjangan
  • Peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis
  • Penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis
  • Kerusakan permanen hingga pecahnya gigi
  • Infeksi pada gusi

karies botol

3. Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang.

Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki.

Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Asma
  • Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total
  • Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas
  • Diabetes tipe 2
  • Masalah perilaku dan kemampuan belajar

4. Gangguan perilaku

Bahaya makanan manis juga dapat berdampak pada perilaku anak Anda. Setelah dicerna dan diserap, gula akan memasuki aliran darah dengan cepat. Hal ini memicu kenaikan gula darah secara drastis dan membuat Anak menjadi hiperaktif.

Penelitian dalam laman MedlinePlus juga menunjukkan adanya pengaruh antara asupan gula dengan perilaku anak. Anak-anak yang sering diberikan makanan manis sebagai hadiah oleh orangtuanya justru cenderung berperilaku negatif ketika dewasa.

Tak bisa dipungkiri, anak-anak begitu lekat dengan makanan manis. Tanggung jawab orangtua adalah memastikan bahwa makanan manis yang dikonsumsi anak-anaknya berasal dari sumber yang menyehatkan.

Pilihlah makanan manis yang lebih baik seperti buah-buahan. Anda pun bisa berperan lebih aktif dengan membuat camilan manis sendiri menggunakan bahan yang menyehatkan. Dengan begitu, anak Anda akan terhindar dari bahaya makanan manis yang berlebihan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Anda Hindari

Karena jerawat disebabkan bakteri, banyak yang beranggapan tak ada makanan penyebab jerawat. Padahal, penelitian menyatakan lain.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Kesehatan Kulit 1 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Selain berbahaya untuk kesehatan fisik, dampak obesitas ternyata cukup berpengaruh bagi kesehatan mental anak. Apa saja masalah psikologis yang muncul?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 9 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Efek Makanan Manis Terhadap Radang Tenggorokan

Banyak orang yang mengira bahwa makanan manis dapat menyebabkan radang tenggorokan. Namun, benarkah demikian? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 9 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan minuman manis penyebab impotensi

Betulkah Makanan dan Minuman Manis Bisa Bikin Pria Impoten?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kebanyakan gula

7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
madu atau gula yang lebih baik

Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit