Peran Ayah Sejak Dini Pengaruhi Perkembangan Anak Hingga Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam perkembangan dan pertumbuhan anak, tidak hanya peran ibu yang diperlukan. Namun, peran ayah sangat menentukan kondisi mental serta perkembangan anak, bahkan sejak bayi masih ada di dalam kandungan. Mungkin sebagian besar orang menganggap bahwa bayi yang baru lahir hanya membutuhkan sosok ibunya dan hanya ibu yang dapat mengurus, merawat, serta mengetahui semua kebutuhan bayi. Tetapi tahukah Anda bahwa peran ayah dalam merawat anaknya sangat penting, bahkan dapat mempengaruhi perkembangan kognitif serta membangun perilaku anak hingga dewasa?

Perkembangan anak dipengaruhi oleh peran ayah sejak dini

Sebuah penelitian melibatkan kelompok anak-anak yang lahir pada tahun 2000 hingga 2001, dilakukan dengan tujuan meneliti peran ayah terkait perkembangan perilaku serta kognitif anak. Waktu pengambilan data dibagi menjadi 3 waktu, yaitu ketika anak berusia 9 bulan hingga 3 tahun, 3 tahun sampai 5 tahun, dan saat anak beranjak 5 tahun ke 7 tahun. 

Para peneliti menggunakan beberapa tes untuk melihat perilaku serta kesehatan psikologi anak yang kemudian dianalisis berdasarkan kelompok usia anak yang diteliti. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Inggris tersebut, diketahui bahwa anak yang dekat dengan ayahnya sejak usia 9 bulan cenderung lebih aktif dan kreatif ketika mereka berusia 5 tahun. Hal ini dibuktikan dengan nilai tes SDQ yaitu tes yang mengukur kesehatan psikologi anak. Selain itu, ayah yang telah merawat,  memberikan perhatian, serta ikut dalam membantu mengasuh anak sejak anak berusia 9 bulan, lebih banyak memiliki anak yang emosinya terkontrol dengan baik.

Penelitian lain yang juga pernah dilakukan pada tahun 2007, menyatakan bahwa peran asuh ayah terhadap anak membentuk ikatan batin antara ayah dengan anak, membentuk perilaku serta psikologis anak hingga ia dewasa. Sementara anak yang tidak mendapatkan atau merasakan peran ayahnya sejak dini, cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan memiliki banyak masalah dalam pergaulan ketika remaja.

Semakin dini perhatian yang diberikan ayah, semakin baik untuk emosi anak kelak

Dari kedua penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, terbukti bahwa peran ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak, bahkan ketika anak masih sangat dini. Dari orangtua, anak mendapatkan berbagai pelajaran yang tidak ia dapatkan di sekolah. Dalam penelitian yang dilakukan di Inggris juga disebutkan bahwa perilaku yang sederhana seperti menggendong, memeluk, mengajak main anak sejak usia 9 bulan yang dilakukan oleh ayah dapat membuat anak memiliki perilaku yang kreatif dan psikologinya berkembang dengan baik. Sementara itu, anak yang baru merasakan perhatian ayahnya ketika umur 5 tahun, cenderung memiliki masalah perilaku lebih banyak dibandingkan dengan anak yang telah merasakan perhatian tersebut ketika usia 9 bulan.

Tidak hanya baik untuk kesehatan psikologi, peran ayah dalam merawat serta ikut mengasuh anak sedari dini terbukti dapat membentuk kompetensi sosial, inisiatif terhadap lingkungan, serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.  Berbeda dengan anak yang tumbuh dengan peran dan perhatian ayah di sekitarnya, anak yang tumbuh tanpa ayah cenderung memiliki masalah perilaku ketika ia berada di sekolah, seperti susah untuk fokus, merasa terkucil, merasa berbeda dengan anak yang lain, dan lebih sering tidak masuk sekolah.

Beberapa teori menyebutkan bahwa anak laki-laki yang tidak mendapatkan perhatian ayahnya, rata-rata sering mengalami kesedihan, depresi, hiperaktif, dan murung. Sedangkan anak perempuan yang ayahnya tidak ikut dalam pengasuhannya, akan cenderung memiliki sifat terlalu mandiri dan individualis. Bahkan sebuah penelitian yang meneliti tentang perilaku anak dengan peran ayah, menemukan bahwa rasa kehilangan akan sosok ayah, atau merasa kurang diperhatikan oleh ayah akan membuat anak lebih emosional dan memiliki gangguan perilaku ketika anak tersebut memasuki usia remaja.

BACA JUGA

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    usia bayi bisa melihat

    Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit