home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanda Anak Kurang Perhatian Orangtua dan Efeknya

Tanda Anak Kurang Perhatian Orangtua dan Efeknya

Tanpa disadari, banyak orangtua yang tidak sengaja atau bahkan sengaja mengabaikan anaknya. Hal ini membuat anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya. Perasaan ini dapat memengaruhi tumbuh kembang si anak, khususnya pada perkembangan psikologis anak. Lalu, bagaimana mengetahui jika anak kurang perhatian dari orangtua?

Bentuk mengabaikan anak yang mungkin dilakukan orangtua

Mungkin kebanyakan orangtua tidak menyadari bahwa mereka telah mengabaikan anak. Sebenarnya, mengabaikan anak tak hanya sekadar tidak memberi perhatian atau kasih sayang.

Namun, hal ini juga berkaitan dengan pemenuhan semua kebutuhan anak, dari kebutuhan mental, fisik, kesehatan, dan pendidikan. Anak yang kurang perhatian dan kasih sayang orangtua, biasanya cenderung mengalami berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun mental.

Sebagai contoh, anak yang kurang perhatian mungkin mengalami gangguan kognitif, kekurangan gizi, bermasalah dalam berperilaku, dan bahkan lebih parah lagi, bisa mengancam kehidupan dan keselamatan sendiri dan orang lain. Dilihat dari kebutuhan si kecil, Anda bisa dibilang mengabaikannya bila melakukan hal berikut ini:

  • Kelalaian fisik seperti tidak memenuhi kebutuhan dasar anak, yang mencakup kebersihan, kelayakan pakaian, nutrisi, atau tempat tinggal.
  • Kelalaian medis, misalnya menunda perawatan medis yang diperlukan anak.
  • Pengawasan yang tidak memadai dengan tidak merawat anak di rumah, tidak melindungi anak dari bahaya sehingga anak merasa tidak aman, menitipkan anak dengan pengasuh yang tidak sesuai dan memadai.
  • Kelalaian emosional yaitu melakukan kekerasan pada anak, orangtua melakukan penyalahgunaan zat, tidak memberikan kasih sayang atau dukungan emosional.
  • Kelalaian dalam pendidikan, seperti mengabaikan kebutuhan sekolah anak atau tidak menyekolahkan anak.

Tanda-tanda anak kurang perhatian dari orangtuanya

Ada banyak tanda yang dapat menunjukkan kemungkinan anak yang diabaikan atau kurang perhatian orangtua, seperti:

  • Anak sering tidak masuk sekolah atau bolos.
  • Anak terlihat menggunakan pakaian atau seragam yang kurang layak; seperti terlihat kusut, kotor, atau robek.
  • Anak melakukan tindakan pencurian, meminta uang secara paksa kepada temannya, atau meminta makanan pada tetangga atau temannya.
  • Kebersihan tubuh anak tidak terawat, seperti bau badan atau rambut kusut.
  • Anak terlihat sangat kurus dan lemah.
  • Anak cenderung nakal atau berperilaku aneh dan tidak rasional atau sebaliknya sangat pendiam.
  • Anak melakukan penyalahgunaan obat atau alkohol.
  • Anak tidak diawasi oleh orangtua atau pengasuh di rumah.

Efek jangka panjang dari anak yang kurang perhatian

Jangan salah, ternyata anak yang kurang kasih sayang dan perhatian bisa merasakan efek samping jangka panjang. Efek ini cenderung bersifat emosional, karena mungkin tidak terlihat secara kasat mata.

Menurut Help Guide, ada beberapa efek jangka panjang yang membentuk sikap dan perilaku anak di masa depan jika anak terus-menerus merasa kurang kasih sayang. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Memiliki masalah kepercayaan

Jika orangtua saja tidak bisa memberikan perasaan aman dan nyaman, siapa lagi yang bisa dipercaya? Begitulah kira-kira yang mungkin terlintas di pikiran seorang anak yang tumbuh dalam kondisi kurang kasih sayang dan perhatian.

Maka itu, seiring pertumbuhannya, anak mungkin semakin sulit membentuk rasa percaya pada orang lain. Tumbuh dengan kondisi kurang kasih sayang dan perhatian, tentu anak akan lebih bergantung pada dirinya sendiri.

Hal ini membuatnya jauh lebih percaya kepada dirinya sendiri daripada orang lain. Tak heran jika seorang anak mungkin lebih percaya hal-hal yang ada di kepalanya daripada perkataan orang lain.

Sulit membangun hubungan secara dewasa

Rasa tidak mudah percaya ini juga membuat seorang anak yang tumbuh dalam kondisi kurang kasih sayang dan perhatian menjadi sulit menjalin hubungan secara dewasa. Mengapa? Pasalnya, sebuah hubungan akan sulit bertahan jika tidak dilandasi dengan rasa percaya.

Selain itu, anak yang kurang kasih sayang dan perhatian mungkin akan sering menjalani hubungan yang tak sehat saat dewasa. Hal ini mungkin disebabkan karena anak tidak tahu bagaimana cara menjalani hubungan yang baik dengan orang lain.

Sering merasa tak berarti

Jangan heran jika saat tumbuh dewasa, anak yang kurang perhatian dan kasih sayang akan sering merasa dirinya tak berarti. Bagaimana tidak, jika Anda sering mengatakan hal-hal buruk terhadap anak, hal itulah yang akan terpatri di dalam hatinya.

Sebagai contoh, saat Anda sering mengatakan kepada anak, “Kamu ini bodoh!” atau “Dasar anak nakal tidak tahu diuntung!” dan sebagainya, anak Anda akan mempercayai bahwa dirinya memang anak yang seperti itu.

Hal ini bisa sangat mempengaruhi kehidupannya di masa depan, misalnya memiliki pekerjaan standar dengan gaji yang minim. Mengapa? Hal ini karena anak Anda percaya bahwa ia tidak mampu untuk melakukan hal yang lebih baik.

Hal yang terlintas di pikirannya selama ini, bahwa anak Anda tidak pantas mendapatkan hal-hal baik dalam hidupnya.

Tidak bisa mengatur emosi

Efek jangka panjang lain yang juga mungkin dialami oleh anak Anda adalah kesulitan mengatur emosi. Selama ini, saat anak Anda kurang perhatian dan kasih sayang dari Anda, ia mungkin merasa tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan aman.

Sebagai gantinya, ia terus-menerus meredam perasaan dan justru tersalurkan melalui cara lain yang mungkin tidak seharusnya. Hal ini bisa berdampak anak mengalami gangguan kesehatan mentalseperti depresi, kecemasan, dan mudah marah.

Bahkan, anak mungkin melakukan penyimpangan-penyimpangan, misalnya penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang saat ia merasa marah, sedih, atau kesal.

Apa yang dilakukan jika anak tampak kurang perhatian?

anak melakukan bullying

Mungkin, hal ini Anda lihat pada keluarga lain atau kerabat terdekat Anda. Nah, langkah pertama bila melihat anak yang diabaikan atau kurang mendapat perhatian orangtua adalah memastikan bahwa memang benar anak tersebut mengalami hal tersebut.

Sebisa mungkin untuk membuat anak yang kurang kasih sayang merasa nyaman atau mendapatkan perawatan segera. Misalnya, anak yang kelaparan karena ditinggalkan orangtuanya bekerja, segera mungkin Anda mengatasi rasa lapar anak terlebih dahulu.

Kemudian, beri tahu kerabat atau orang terdekat anak yang bisa memberikan perawatan yang memadai dan menjaga anak sementara. Bila kasusnya cukup berat, Anda bisa menghubungi pihak berwajib atau pelayanan kesehatan.

Jangan ragu untuk melaporkan tindakan ini pada pihak berwajib, supaya anak lebih cepat mendapatkan bantuan dan penanganan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Marin, A. (2020). How to Recognize, Report, and Manage Child Neglect. Retrieved 7 April 2020, from https://www.verywellfamily.com/what-is-child-neglect-4151259

Child Neglect | Psychology Today. Retrieved 7 April 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/conditions/child-neglect

Child Abuse and Neglect. Retrieved 7 April 2020, from https://www.helpguide.org/articles/abuse/child-abuse-and-neglect.htm

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 19/05/2021
x