Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Cara agar Orangtua Bisa Menjadi Sahabat untuk Si Buah Hati

10 Cara agar Orangtua Bisa Menjadi Sahabat untuk Si Buah Hati

Mengutip dari American Psychological Association (APA), di masa remaja, anak cenderung merasa tidak dipahami oleh orangtuanya. Akibatnya, kedekatan dengan orangtua menurun, sedangkan kedekatan dengan teman sebaya meningkat. Jika ingin tetap dekat dengan anak, Anda perlu mencari cara agar menjadi sahabat untuk anak. Nah, tips-tips berikut semoga bisa membantu Anda sebagai orangtua, ya!

Cara menjadi sahabat untuk anak

badan kurus

Agar anak bisa nyaman dan dekat dengan Anda, berikut cara menjadi sahabat untuk anak.

1. Beri privasi pada anak

Beranjak remaja, anak akan melalui proses perubahan emosi yang drastis. Pada masa pubertas, anak sudah ingin memiliki kehidupan sendiri dan enggan dicampuri lagi oleh orang tua.

Anda perlu menyadari bahwa tidak semua hal tentang si kecil bisa Anda ketahui. Biarkan ia memiliki rahasianya sendiri.

Jika ingin menjadi teman untuk anak, cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghargai privasinya agar ia merasa keberadaan Anda bukanlah sosok pengganggu.

Meskipun Anda penasaran, hindari bertanya terlalu banyak tentang kegiatan anak. Cukup beri keyakinan padanya bahwa Anda percaya ia tidak melakukan hal-hal buruk.

2. Ceritakan kegiatan Anda pada anak

Biasanya, obrolan antara orangtua dan anak cenderung seputar kegiatan anak. Jika terlalu sering melakukan hal ini, anak akan merasa mengobrol dengan Anda sama saja dengan interogasi.

Oleh karena itu, sesekali ubahlah topik pembicaraan tentang kegiatan Anda sendiri. Ceritakan apa yang Anda lakukan di tempat kerja serta tantangan-tantangan yang Anda hadapi.

Dengan menceritakan tentang kehidupan Anda, ia akan merasa tidak hanya sebagai anak melainkan juga sahabat Anda.

3. Biasakan diskusi dua arah

Melansir dari APA, aturan-aturan kedisiplinan seperti jam pulang biasanya menjadi konflik antara orang tua dengan anak yang sudah beranjak remaja yang paling sering terjadi.

Namun, menjadi teman untuk anak, bukan berarti Anda tidak menetapkan aturan sama sekali.

Agar anak disiplin dan Anda tetap menjadi sahabat untuk anak, caranya adalah dengan menyusun aturan bersama.

Aturan sebaiknya tidak dibuat oleh Anda saja melainkan dari kesepakatan antara Anda dan anak. Ajaklah ia berdiskusi dua arah saat menetapkan aturan tersebut.

4. Dengarkan saat anak punya masalah

Sebagai orang tua, Anda dituntut untuk lebih peka dengan ekspresi dan perilaku yang tidak biasa pada anak.

Jika Anda mencurigai anak memiliki masalah, bukalah ruang diskusi dengannya.

Mungkin anak ragu menyampaikan karena khawatir Anda akan memarahi atau menghukumnya.

Oleh karena itu, coba awali percakapan bahwa anak bebas menceritakan apa saja dan Anda tidak akan marah padanya.

5. Ceritakan tentang masa lalu anak

Mengutip Raising Healthy Teens, anak menyukai cerita tentang dirinya.

Pasalnya, memasuki usia remaja anak mengalami masa aktualisasi diri. Ia ingin dirinya memiliki arti dalam lingkungan sekitarnya.

Ceritakanlah hal-hal menarik tentang anak di masa lalu, seperti tingkahnya yang lucu di saat balita atau kejadian seru yang pernah Anda berdua alami.

Dengan begitu, ia akan menyadari bahwa Anda adalah sosok yang selama ini dekat dengannya. Langkah ini dinilai efektif sebagai cara menjadi sahabat untuk anak.

kepribadian INFP

6. Dukung ambisinya

Mariam Arain dari Saint James School of Medicine menyatakan bahwa seiring perkembangan otak yang semakin menuju kedewasaan, anak mulai menguasai keterampilan tertentu.

Biasanya, anak akan mahir terhadap suatu kegiatan dan menjadikan hal itu sebagai ambisinya.

Anak yang pandai bernyanyi berambisi menjadi penyanyi, yang pandai pelajaran sains berambisi menjadi ilmuwan, dan sebagainya.

Meskipun tidak semua ambisi itu sesuai harapan Anda, tetapi sebaiknya Anda tidak menunjukkan ketidaksetujuan.

Ketidaksetujuan hanya akan membuat ia kecewa dan merasa berjarak dengan Anda. Selama ambisi itu positif, dukunglah ia dengan sepenuh hati.

7. Hargai hasil kerjanya

Melansir Child Mind Institute, anak mungkin tampak tidak peduli terhadap pendapat orangtuanya, padahal sebenarnya ia sangat menginginkan pengakuan dari Anda.

Salah satu cara menjadi sahabat untuk anak adalah dengan memujinya jika ia memperoleh pencapaian tertentu, baik pencapaian di sekolah maupun di luar sekolah.

Meskipun hasil kerjanya mungkin biasa-biasa saja, tetapi pujian Anda akan membuatnya istimewa.

Selain itu, pastikan Anda memujinya dengan tulus karena ia sudah cukup cerdas untuk membedakan ketulusan dan kepura-puraan Anda.

8. Mengerjakan proyek sederhana bersama-sama

Cara lain yang bisa Anda coba untuk menjadi sahabat anak adalah dengan mengerjakan proyek sederhana, misalnya belajar merajut bersama untuk anak perempuan atau memancing untuk anak laki-laki.

Pilihlah kegiatan yang perlu dikerjakan dalam durasi waktu yang cukup lama agar Anda punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak.

Sambil bekerja, Anda bisa mengobrol dan membahas hal-hal yang ringan.

Anda tidak perlu memperoleh hasil yang luar biasa dari proyek tersebut, seperti tidak mendapatkan banyak ikan saat memancing atau hasil rajutan berantakan.

Itu bukanlah masalah karena tujuan Anda adalah mengakrabkan diri dan menjadi teman untuk anak, malah Anda dan anak bisa tertawa bersama melihat hasil kerja yang buruk itu.

9. Ajak temannya berkunjung ke rumah

Seperti yang dijelaskan di awal, memasuki usia remaja, kedekatan orangtua dengan anak cenderung menurun sedangkan kedekatan anak dengan teman sebaya cenderung meningkat.

Oleh karena itu, agar Anda bisa menjadi sahabat untuk anak, bersahabatlah pula dengan teman anak. Ajaklah mereka untuk berkunjung ke rumah.

Bila perlu, biarkan teman-temannya menginap selama satu atau dua malam.

Bersahabat dengan teman anak memberikan peluang untuk Anda lebih mengenali dunia pertemanan si kecil.

Selain itu, sifat-sifatnya yang mungkin tidak Anda ketahui dapat lebih terlihat saat bersama teman-temannya.

10. Usahakan tetap melakukan kontak fisik

Beranjak remaja, anak mungkin sudah merasa risih saat Anda peluk atau cium. Meski begitu, Anda tetap perlu menjalin kontak fisik dengan anak.

Melansir Family Institute, sentuhan fisik dapat memperkuat hubungan dalam keluarga. Dengan sentuhan, seseorang akan merasa lebih akrab, dipahami, diterima, dan diperhatikan.

Selain itu, menurut studi pada jurnal The American Psychologist, sentuhan dapat menurunkan hormon kortisol sehingga anak dapat terhindar dari stres.

Tidak harus dengan peluk atau cium, kok. Sebagai gantinya, Anda bisa menepuk pundak si kecil, mengelus punggung, mengusap kepala, atau mengacak rambutnya.

Ini akan mempertahankan kedekatan Anda dan merupakan cara efektif untuk menjadi sahabat anak.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Teens, B. Teenage Connection: The 11 Best Ways to Connect with Your Teen ⋆ Raising Healthy Teens Orange County. Retrieved 15 June 2021, from https://raisinghealthyteens.org/rht_blog/teenage-connection-the-11-best-ways-to-connect-with-your-teen/

The Often-Overlooked Importance of Physical Intimacy. (2018). Retrieved 15 June 2021, from https://www.family-institute.org/behavioral-health-resources/magic-touch

Pietromonaco, P., & Collins, N. (2017). Interpersonal mechanisms linking close relationships to health. American Psychologist, 72(6), 531-542. doi: 10.1037/amp0000129

Parenting: The teen years. (2011). Retrieved 16 June 2021, from https://www.apa.org/topics/parenting/teens

Oudekerk, B., Allen, J., Hessel, E., & Molloy, L. (2014). The Cascading Development of Autonomy and Relatedness From Adolescence to Adulthood. Child Development, 86(2), 472-485. doi: 10.1111/cdev.12313

Sharma, S., Arain, Mathur, Rais, Nel, & Sandhu et al. (2013). Maturation of the adolescent brain. Neuropsychiatric Disease And Treatment, 449. doi: 10.2147/ndt.s39776

A-Z, T. Tips for Communicating With Your Teen. Retrieved 16 June 2021, from https://childmind.org/article/tips-communicating-with-teen/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita