Estradiol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Estradiol?

Estradiol adalah obat hormon wanita yang digunakan untuk membantu mengurangi gejala menopause (seperti rasa panas, vagina kering). Gejala menopause ini disebabkan oleh tubuh yang lebih sedikit menghasilkan estrogen.

Jika Anda sedang menggunakan obat ini untuk mengobati gejala hanya di dalam dan sekitar vagina, produk yang langsung digunakan di dalam vagina harus dipertimbangkan sebelum obat yang diminum, diserap melalui kulit, atau disuntik.

Produk estrogen tertentu mungkin juga digunakan oleh wanita setelah menopause untuk mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis). Namun, ada obat lain (macam raloxifene, bisphosphonates termasuk alendronate) yang juga efektif untuk mencegah kerapuhan tulang dan mungkin lebih aman. Obat ini harus dipertimbangkan dalam penggunaan sebelum pengobatan estrogen.

Produk estrogen tertentu juga dapat digunan untuk mengobati kanker (jenis kanker prostat dan kanker payudara tertentu yang telah menyebar ke bagian tubuh lain), dan oleh wanita yang tidak mampu menghasilkan cukup estrogen (contohnya, karena hipogonadisme atau kegagalan ovarium primer).

Bagaimana aturan pakai Estradiol?

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai arahan dokter. Anda boleh minum dengan makanan atau tepat setelah makan untuk mencegah gangguan perut.

Jika Anda sedang minum tablet yang larut secara perlahan (extended-release tablet), jangan menghancurkan, mengunyah, atau melarutkan tablet karena melakukan hal tersebut dapat melepaskan semua obat secara bersamaan, meningkatkan risiko efek samping.

Selain itu, jangan membelah tablet larut secara perlahan, kecuali tablet tersebut memiliki garis pembagi yang jelas atau dokter atau apoteker tidak menyuruh Anda melakukannya. Telan atau belah tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah.

Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Minumlah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari sesuai petunjuk. Ikuti jadwal dosis dengan hati-hati.

Jangan meningkatkan dosis atau minum obat lebih sering atau dalam waktu yang lebih lama dari yang diarahkan. Beri tahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Simpan obat Estradiol pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat.

Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika obat sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi.

Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana cara membuang obat dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Estradiol untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis Estradiol yang dianjurkan untuk orang dewasa:

Estradiol oral

  • Kanker prostat: untuk kanker yang tergantung pada androgen, tidak dapat dioperasi dan progresif: 10 mg, 3 kali sehari selama setidaknya 3 bulan.
  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: 1-2 mg/hari yang disesuaikan seperlunya pemberian bisa bersiklus (3 minggu minum, 1 minggu berhenti) atau berlanjut. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan rahim.
  • Pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause: 0,5 mg/hari dalam aturan siklis (23 hari minum dan 5 hari berhenti).
  • Hipogonadisme: 1-2 mg/hari dalam aturan siklis selama 3 minggu minum, diikuti oleh 1 minggu bebas obat.

Estradiol intramuscular

  • Kanker prostat: Sebagai valerate: ≥30 mg setiap 1-2 minggu
  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: sebagai cypionate: 1-5 mg setiap 3-4 minggu Sebagai valerate: 10-20 mg setiap 4 minggu. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan rahim.
  • Hipogonadisme: Sebagai valerate: 10-20 mg setiap 4 minggu. Sebagai cypionate: 1,5-2 mg setiap bulan.

Estradiol transdermal

  • Gejala vasomotor sedang sampai berat yang terkait dengan menopause: setiap patch memberikan 0,025 mg/hari: Awalnya, gunakan sekali seminggu, sesuaikan dosis sesuai kebutuhan untuk mengendalikan gejala. Cobalah mengurangi atau menghentikan pengobatan dalam interval 3-6 bulan. Berhubungan dengan progestogen dalam wanita dengan uterus.
  • Pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause: setiap patch memberikan 14 mcg/hari. Gunakan patch sekali atau dua kali setiap minggu. Sesuaikan dosis dengan mengawasi penanda biokimia dan kepadatan mineral tulang. Pengobatan progestogen 14 hari dibutuhkan pada wanita dengan rahim yang baik sekali setiap 6-12 bulan.

Estradiol vaginal

  • Atrofi vulva dan vagina: masukkan 2-4 g/hari krim vagina ke dalam vagina selama 2 minggu, kemudian kurangi secara perlahan sampai setengah dosis awal selama 2 minggu diikuti oleh dosis aturan 1 g 1-3 kali/minggu
  • Atrofi vagina postmenopause: masukkan cincin vagina yang mengandung 2 mg estradiol dan biarkan selama 90 hari.
  • Gejala urogenital: masukkan cincin vagina yang mengandung 2 mg estradiol dan biarkan selama 90 hari.
  • Atrophic vaginitis: Awal: Masukkan 1 tablet (20 mcg) sekali sehari selama 2 minggu. Masukkan 1 tablet dua kali seminggu. Cobalah menghentikan atau mengurangi obat dalam interval 3-6 bulan.

Bagaimana dosis Estradiol untuk anak?

Dosis untuk anak-anak belum ditentukan. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Tablet, oral: 0,5 mg, 1 mg, 2 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Estradiol?

Sama halnya dengan obat-obatan lain, Estradiol adalah obat hormon yang berpotensi menimbulkan efek samping dan reaksi alergi.

Tanda-tanda reaksi alergi yang dapat muncul akibat obat hormon Estradiol adalah:

  • gatal-gatal
  • sulit bernapas
  • pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Efek samping lain yang dapat ditimbulkan oleh Estradiol adalah:

  • Pendarahan vagina yang tidak wajar (terutama jika Anda sudah menopause)
  • Dada nyeri atau terasa berat, nyeri menyebar sampai lengan atau bahu, mual, berkeringat, umumnya merasa tidak enak badan
  • Mendadak mati rasa atau lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh
  • Mendadak sakit kepala parah, kebingungan, bermasalah pada penglihatan, kemampuan berbicara, atau keseimbangan
  • Dada sakit seperti tertusuk, mendadak batuk, mendesah, pernapasan sangat cepat, detak jantung cepat
  • Nyeri, bengkak, rasa hangat, atau merah pada salah satu atau kedua kaki
  • Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, lebih cepat haus, lemah otot, kebingungan, dan merasa lelah atau gelisah
  • Benjolan pada payudara
  • Merasa hendak pingsan
  • Nyeri, bengkak, atau lunak pada perut atau
  • Sakit kuning (kulit atau mata kuning).

Efek samping yang lebih ringan dari obat hormon Estradiol adalah:

  • Mual ringan, muntah, kembung, kram perut
  • Payudara nyeri, lunak, atau bengkak
  • Kulit wajah berbintik atau menggelap
  • Rambut rontok
  • Vagina gatal atau mengeluarkan cairan atau
  • Perubahan dalam periode menstruasi, pendarahan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Estradiol?

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Estradiol:

  • Jika Anda alergi terhadap jenis estrogen oral apapun, produk estrogen lainnya, obat-obatan lainnya, atau bahan apapun dalam tablet estrogen.
  • Bila Anda akan menggunakan Estradiol, beritahu dokter dan apoteker bahwa Anda alergi aspirin atau tartrazine (bahan pewarna makanan). Tanyakan apoteker atau periksa informasi pasien pabrik tentang daftar bahan nonaktif dalam merek tablet estrogen yang Anda berencana minum.
  • Obat resep dan tanpa resep, vitamin, dan suplemen nutrisi yang sedang atau akan Anda minum. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau mengawasi Anda dengan seksama untuk efek samping.
  • Jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat sedang menggunakan estrogen, hubungi dokter sesegera mungkin.
  • Bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaat menggunakan estrogen bila Anda berumur 65 tahun atau lebih. Wanita yang lebih tua biasanya tidak boleh minum estrogen jika mereka tidak sedang minum hormon lainnya. Estrogen oral yang diminum tanpa hormon lainnya tidak seaman atau seefektif obat lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati kondisi yang sama.
  • Jika Anda sedang minum estrogen untuk mencegah osteoporosis, bicarakan dengan dokter tentang cara lain untuk mencegah penyakit seperti berolahraga dan minum suplemen vitamin D dan/atau kalsium.

Apakah Estradiol aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Studi pada hewan atau wanita hamil telah menunjukkan bukti kelainan janin akibat penggunaan Estradiol saat hamil. Estradiol tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang atau mungkin hamil karena risikonya melampaui manfaat apapun.

Studi menunjukkan bahwa obat ini mungkin mengubah produksi atau komposisi ASI. Bila alternatif obat ini tidak diresepkan, Anda harus mengawasi bayi untuk efek samping dan membatasi asupan susu.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Estradiol?

Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang Anda minum, terutama:

  • Obat pengencer darah atau antikoagulan (warfarin)
  • Cimetidine (Tagamet)
  • Carbamazepine (Carbatrol, Tegretol)
  • Phenobarbital (Luminal, Solfoton)
  • Phenytoin (Dilantin)
  • Rifampin (Rifadin, Rifater, Rifamate, Rimactane) atau
  • Ritonavir (Norvir)
  • St. John’s wort
  • Antibiotik macam clarithromycin (Biaxin) atau erythromycin (E-Mycin, E.E.S., Erythrocin, Ery-Tab) atau
  • Obat antijamur macam ketoconazole (Extina, Ketozole, Nizoral, Xolegal).

Daftar ini tidak lengkap dan obat-obatan lainnya mungkin berinteraksi dengan estradiol. Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lainnya yang Anda gunakan, yang meliputi obat resep, obat tanpa resep, vitamin, dan produk herbal. Jangan mulai minum obat baru tanpa memberitahu dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Estradiol?

Obat-obatan ini tidak bisa digunakan pada saat mengonsumsi kafein karena interaksi obat dapat terjadi. Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Bila digunakan bersamaan, dokter mungkin mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan obat ini, atau memberikan Anda instruksi khusus tentang penggunaan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Estradiol?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain.

Menurut Drugs.com, berikut adalah kondisi-kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat ini:

  • penyakit jantung
  • penyakit hati
  • stroke
  • penyakit ginjal
  • kanker
  • infeksi saluran kencing
  • asma
  • epilepsi (kejang)
  • migrain
  • lupus
  • endometriosis atau tumor fibroid rahim
  • angioedema turunan
  • porfiria (kelainan enzim)
  • kelainan kelenjar tiroid
  • kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Gangguan perut
  • Muntah
  • Pendarahan vagina

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Inilah Pantangan Makanan dan Minuman Penyakit Infeksi Saluran Kemih

    Ternyata, ada beberapa makanan yang bisa memicu gejala infeksi saluran kemih yang Anda derita, makanan ini juga menjadi pantangan. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit

    Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

    Selama masa pandemi, pasien kanker harus menjalani pengobatannya sesuai yang dijadwalkan dokter dengan tetap memperhatikan pencegahan penularan COVID-19.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

    Cara mencegah infeksi saluran kemih dapat dimulai dengan banyak minum air putih, menjaga kebersihan, mengenakan celana katun, juga minum suplemen cranberry.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 7 menit

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    ISK diakibatkan oleh bakteri yang biasanya lebih sering menyerang perempuan. Cari tahu obat dan cara alami sembuhkan infeksi saluran kencing.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

    Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    seks infeksi saluran kencing pasangan

    Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    rileksasi tubuh

    5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    penularan covid-19 di transportasi umum kereta

    Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit