Obat untuk Mengobati Stroke: Antikoagulan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Obat antikoagulan mengurangi penggumpalan darah (koagulasi artinya penggumpalan). Obat ini diperlukan jika gumpalan darah terlalu banyak, karena gumpalan darah dapat menghalangi pembuluh darah dan menyebabkan kondisi seperti stroke atau serangan jantung. Salah satu contoh obat koagulan adalah termasuk warfarin.

Obat antikoagulan sering disebut sebagai pengencer darah, tidak benar-benar mengencerkan darah tetapi meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk gumpalan darah terbentuk. Antikoagulan membantu mencegah penggumpalan darah menjadi lebih besar dan dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah vena atau untuk mengobati kondisi tertentu seperti pembuluh darah, jantung, atau paru-paru.

Bagaimana cara kerja antikoagulan?

Antikoagulan menurunkan risiko stroke pada orang yang memiliki atrial fibrillation. Tapi seberapa besar risiko Anda akan berkurang tergantung pada seberapa tinggi risiko stroke Anda pada awalnya. Tidak semua orang dengan atrial fibrillation memiliki risiko stroke yang sama. Bicarakan dengan dokter mengenai risiko stroke Anda.

Anda akan mempertimbangkan manfaat mengurangi risiko stroke terhadap risiko mengonsumsi antikoagulan. Antikoagulan bekerja dengan baik untuk mencegah stroke, tetapi antikoagulan juga menyebabkan risiko perdarahan. Ini merupakan risiko yang biasa terjadi.  Risiko Anda sendiri dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya, tergantung pada kondisi kesehatan Anda.

Ketika tubuh terluka, baik di dalam atau pada kulit, darah dapat bocor ke organ-organ internal atau keluar dari tubuh. Untuk mencegah hal ini terjadi, darah membentuk gumpalan yang membuat luka tersegel.

Ketika darah perlu membeku, serangkaian proses yang kompleks terjadi sehingga darah menjadi lengket. Darah kemudian mulai menggumpal di lokasi perdarahan, mencegah perdarahan lebih lanjut.

Jika terdapat proses yang gagal bekerja, darah dapat membeku terlalu banyak atau kurang. Jika darah tidak cukup menggumpal, akan terjadi risiko perdarahan berlebih (perdarahan).  Jika bekuan terlalu banyak, gumpalan darah dapat terbentuk di tempat yang tidak diperlukan sehingga menghalangi pembuluh darah.

Antikoagulan dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku sehingga pembekuan darah yang tidak perlu tidak terjadi.

Apa efek samping dari antikoagulan?

Penting untuk memeriksa perdarahan (haemorrhages) ketika mengonsumsi obat antikoagulan karena dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.

Cari bantuan medis dan lakukan tes darah jika Anda mengalami salah satu dari berikut:

  • darah pada urin atau tinja
  • tinja berwarna hitam
  • memar parah
  • mimisan (berlangsung lebih lama dari 10 menit)
  • gusi berdarah
  • muntah atau batuk darah
  • sakit kepala yang tidak biasa
  • (pada wanita) perdarahan selama periode haid meningkat atau perdarahan lainnya pada vagina

Cari bantuan medis segera jika Anda:

  • terlibat dalam kecelakaan besar
  • mengalami pukulan yang signifikan di kepala
  • tidak dapat menghentikan perdarahan

Efek samping umum lainnya:

  • mual atau muntah
  • diare
  • sakit kuning
  • rambut rontok
  • ruam kulit
  • demam (suhu 38 C atau lebih)
  • bercak merah atau ungu pada kulit (purpura)
  • pankreatitis (radang pankreas), nyeri pada perut bagian atas
  • masalah ginjal

Temui dokter Anda jika mengalami efek samping tetap saat mengonsumsi antikoagulan.

Apa yang perlu diperhatikan

Ketika mengonsumsi antikoagulan, Anda perlu mengambil langkah-langkah ekstra untuk menghindari masalah pendarahan.
⇒ Lakukan tes darah secara teratur.
⇒ Hindari jatuh dan cedera.
⇒ Makan menu makan yang stabil dan perhatikan makanan yang mengandung vitamin K.
⇒ Beri tahu dokter mengenai semua obat-obatan dan vitamin lain yang Anda minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

    Ada banyak cara mengatasi jerawat dan bekasnya. Simak ulasan lengkap cara menghilangkan bekas jerawat secara alami maupun dari dokter di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

    Cara menyembuhkan skoliosis sangat beragam, tergantung kondisi penderitanya. Berikut informasi lengkap pengobatan skoliosis di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

    Suka risih karena jerawat terus datang lagi dan lagi? Mungkin ini saatnya Anda mencoba cara menghilangkan jerawat yang lebih ampuh. Simak di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit

    Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

    Sakit atau nyeri punggung adalah sakit yang dirasakan sepanjang atau dekat tulang punggung. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab bau mulut

    Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
    tekanan darah normal tensi normal tekanan darah rendah tekanan darah tinggi tekanan darah ibu hamil tekanan darah wanita tekanan darah berdasarkan usia

    Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit
    gejala penyebab penyakit jantung, jantung koroner, gejala penyakit jantung pada wanita, gejala awal penyakit jantung, obat jantung

    Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit
    kurap tinea corporis

    Tinea Corporis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit