Bahaya Mengonsumsi Alkohol Setelah Minum Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, minum minuman keras atau yang mengandung alkohol sudah menjadi sebuah kebiasaan. Akibatnya, kebiasaan tersebut sulit dilepaskan dan tetap dilakukan bahkan ketika sedang sakit dan mengonsumsi obat-obatan baik yang diresepkan oleh dokter atau yang dibeli di apotek. Jika Anda perhatikan, beberapa obat mencantumkan peringatan pada kemasan atau brosur produk agar Anda menghindari konsumsi alkohol selama Anda masih minum obat tersebut. Ternyata, peringatan ini bersifat serius karena jika Anda meremehkan, mengonsumsi alkohol saat Anda masih dalam pengobatan bisa berakibat fatal.

Obat yang tidak boleh dikonsumsi bersama alkohol

Pada dasarnya minuman beralkohol seperti bir, wine, atau wiski tidak sebaiknya dikonsumsi ketika Anda sedang mengusahakan pengobatan misalnya pada batuk, flu, alergi, atau sakit kepala. Obat-obatan yang Anda konsumsi akan bereaksi dengan kandungan alkohol dan menghasilkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, tubuh Anda akan semakin kesulitan menyembuhkan dan memulihkan diri dari penyakit yang sedang Anda lawan. Bahkan pada jenis obat tertentu, alkohol bisa mengurangi kemanjuran obat yang sedang Anda minum.

Obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi bersama dengan alkohol antara lain obat flu, obat pereda nyeri, obat penurun panas, obat pencernaan, obat radang sendi, dan obat penyakit jantung koroner. Masih banyak lagi jenis obat bebas dan antibiotik yang apabila dikonsumsi bersama alkohol bisa menyebabkan dampak yang berbahaya. Sebaiknya Anda langsung menanyakan pada tenaga kesehatan atau membaca pada brosur apakah obat yang Anda minum aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.

Efek samping mengonsumsi alkohol setelah minum obat

Alkohol bisa membuat Anda merasa mengantuk dan lemas. Maka, minum alkohol setelah minum obat bisa semakin meningkatkan efek ini. Anda akan kesulitan berkonsentrasi dan berpikir jernih. Akibatnya, kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan Anda seperti mengambil keputusan atau mengemudikan kendaraan bermotor jadi sangat sulit bahkan hampir mustahil dilakukan. Selain itu, beberapa obat bisa bereaksi secara khusus jika dicampur dengan minuman beralkohol. Perhatikan efek sampingnya berikut ini.

Obat alergi

Mengonsumsi minuman beralkohol setelah minum obat alergi akan melemahkan kerja sistem saraf pusat Anda. Anda akan jadi lemas, mengantuk, dan pusing. Anda juga lebih berisiko mengalami overdosis.

Obat flu dan batuk

Hindari minuman beralkohol ketika Anda sedang menjalani pengobatan flu dan batuk. Mirip dengan obat alergi, Anda juga akan merasa lemas, pusing, dan berkunang-kunang jika mengonsumsi alkohol setelah minum obat flu dan batuk.

Obat pereda nyeri

Jika Anda minum obat pereda nyeri kepala, saraf, otot, atau sendi, jangan mengonsumsi alkohol sampai Anda benar-benar telah menghentikan pengobatan. Efek sampingnya adalah luka pada lambung, jantung berdebar hebat, perdarahan, kejang-kejang, sesak napas, dan hilangnya fungsi motorik Anda.  

Obat penurun panas

Mengonsumsi alkohol setelah minum obat penurun panas seperti parasetamol akan menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti sakit perut, kembung, dan jantung yang berdebar-debar. Anda juga akan semakin berisiko overdosis.

Obat radang sendi

Hati-hati jika Anda memiliki radang sendi dan Anda sedang dalam pengobatan. Minum alkohol setelah obat bisa membuat Anda pusing, berkunang-kunang, hingga luka dan perdarahan pada perut. Pada beberapa kasus, terutama para pecandu alkohol, Anda juga mungkin mengalami kerusakan hati.

Obat penyakit jantung koroner

Bagi Anda yang mengidap penyakit jantung koroner dan sedang minum obat, jangan mengonsumsi minuman beralkohol karena bisa meningkatkan risiko perubahan tekanan darah, sakit kepala, jantung berdebar, hingga hilang kesadaran atau pingsan.

Antibiotik

Beberapa antibiotik seperti amoksisilin, tinidazole, dan metronidazol bisa berdampak sangat berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol. Efek samping setiap antibiotik berbeda-beda tapi secara umum biasanya mengonsumsi minuman beralkohol setelah minum antibiotik bisa menimbulkan mual dan muntah-muntah, diare, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Risiko komplikasi mengonsumsi alkohol setelah minum obat

Selain efek samping yang telah disebutkan, mengonsumsi alkohol setelah minum obat juga meningkatkan risiko komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan Anda dalam jangka panjang. Berikut adalah komplikasi yang mungkin terjadi sebagai dampak mengonsumsi alkohol setelah minum obat.

  • Kerusakan hati
  • Masalah pada jantung
  • Perdarahan organ dalam (internal bleeding)
  • Sesak napas
  • Depresi

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit