Kanker Prostat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel berlebih yang tidak wajar di kelenjar prostat. Kelenjar prostat adalah salah satu bagian organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Organ ini berfungsi untuk memproduksi cairan untuk melindungi sperma.

Prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra atau saluran kencing. Ukurannya bervariasi seiring dengan bertambahnya usia. Pada laki-laki muda, ukurannya seperti kacang kenari, tapi bisa bertambah besar ketika memasuki usia dewasa.

Umumnya, sel kanker muncul pertama kali di sel-sel bagian luar kelenjar prostat. Pertumbuhannya cenderung sangat lambat dan tidak berpotensi menyebar. Namun, pada beberapa kasus, sel kanker dapat berkembang dengan cepat dan menjalar ke bagian tubuh lain.

Apabila kanker terdeteksi sedini mungkin dan masih tergolong di stadium awal, peluang keberhasilan pengobatan akan lebih besar.

Seberapa umumkah kanker prostat?

Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker organ reproduksi laki-laki yang sering terjadi. Bahkan, penyakit ini juga merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada laki-laki.

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki berusia lanjut, yaitu sekitar 60 tahun ke atas. Dalam kasus yang cukup jarang terjadi, kondisi ini terjadi pada laki-laki di bawah usia 40 tahun.

Diperkirakan penyakit ini menyerang 1 dari 9 laki-laki. Selain itu, dari 41 kasus kanker prostat, 1 kasus diperkirakan berakhir dengan kematian.

Meskipun penyakit ini tergolong serius, kemungkinan untuk sembuh atau menambah angka harapan hidup bagi pasien masih tinggi. Anda dapat mengatasi penyakit ini dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker prostat?

Jenis-jenis kanker prostat tergantung pada tipe sel tempat awal mulanya kanker berkembang. Berikut adalah beberapa jenisnya:

1. Adenokarsinoma asinar

Adenokarsinoma asinar adalah sel kanker yang berkembang di sel-sel kelenjar yang melapisi prostat.

Jenis ini adalah yang paling banyak ditemukan. Hampir semua pasien penderita penyakit ini memiliki sel kanker jenis ini.

2. Adenokarsinoma duktal

Kanker jenis adenokarsinoma duktal pertama kali muncul di sel-sel yang melapisi tabung atau saluran kelenjar prostat.

Kanker jenis ini berkembang dan menyebar lebih cepat dibanding dengan adenokarsinoma asinar.

3. Sel kanker transisional (urotelial)

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel yang terletak di lapisan saluran kencing atau uretra. Jenis kanker ini umumnya berawal di kandung kemih dan menyebar ke prostat.

Namun, pada kasus yang jarang terjadi, sel ini kemungkinan muncul pertama kali di kelenjar prostat dan menyebar ke saluran kandung kemih serta jaringan-jaringan di sekitarnya.

4. Sel kanker skuamosa

Jenis sel kanker ini muncul dan berkembang di sel-sel pipih yang menyelimuti prostat. Pertumbuhan dan penyebarannya cenderung lebih cepat dibanding sel-sel kanker jenis adenokarsinoma.

5. Sel kanker prostat kecil

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel kecil prostat. Jenis ini termasuk dalam kanker neuroendokrin.

6. Tipe lainnya

Beberapa jenis sel kanker lainnya juga dapat muncul di kelenjar prostat, yaitu:

  • Karsinoid
  • Sarkoma

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker prostat?

Tanda-tanda dan gejala kanker prostat umumnya tidak akan muncul pada saat stadium awal. Sel kanker biasanya muncul di bagian terluar kelenjar prostat.

Jadi, seringkali gejala baru muncul apabila sel kanker telah berkembang lebih besar dan menekan saluran kencing atau uretra.

Beberapa gejala yang biasanya muncul ketika kanker telah memasuki stadium yang lebih tinggi adalah:

  • Lebih sering buang air kecil
  • Terbangun di malam hari untuk kencing (nokturia)
  • Kesulitan untuk buang air kecil
  • Buang air kecil terasa tidak tuntas, butuh waktu keluar lebih lama, atau masih tersisa
  • Urine bocor, biasanya terjadi setelah selesai kencing
  • Darah atau sperma muncul di urine
  • Masalah pada ereksi

Selain itu, apabila kanker telah menyebar ke organ lainnya seperti tulang (panggul, iga, atau tulang belakang) dan ginjal, pasien akan sering merasakan sakit di punggung bawah dan panggul. Tulang pun akan menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Kanker prostat juga dapat menyebar ke otak, sehingga menyebabkan kejang, bingung, sakit kepala, depresi, atau gejala neurologi lainnya.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan gejala dan tanda-tanda yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan tepat dengan stadium kanker yang Anda derita, pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker prostat?

Pada dasarnya, kanker prostat berawal dari perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang sehat. DNA adalah zat kimia yang terdapat di sel-sel dan menentukan gen manusia. Gen berfungsi untuk mengatur bagaimana fungsi dan kerja sel-sel di dalam tubuh.

Sel-sel yang sehat seharusnya tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel-sel baru. Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut berkembang biak dan tumbuh secara tidak terkendali.

Jika hal tersebut dibiarkan, sel-sel yang mengalami kerusakan ini akan menumpuk dan menyebabkan jaringan tumor berkembang. Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Proses penyebaran ini disebut dengan metastasis.

Mutasi genetik dapat terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga (inherited). Kondisi ini ditemukan pada sebanyak 5 hingga 10 persen kasus kanker prostat.

Namun, beberapa penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations.

Hingga saat ini, belum ditemukan apa penyebab pasti dari berkembangnya sel kanker pada prostat. Namun, para ahli telah mengetahui apa saja faktor-faktor risikonya, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan sel prostat berkembang menjadi sel kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit yang dapat menyerang setiap laki-laki dari hampir berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit ini.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Sementara itu, memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko di bawah bukan berarti Anda dipastikan mengidap penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Kanker prostat lebih banyak ditemukan pada laki-laki berusia 50 atau 60 tahun ke atas. Sebanyak 6 dari 10 kasus kanker ini terjadi pada laki-laki berusia 65 tahun ke atas.

2. Keturunan keluarga

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini, atau memiliki kelainan genetik lainnya, peluang Anda untuk mengidap penyakit ini lebih besar.

3. Memiliki berat badan berlebih (obesitas)

Jika Anda memiliki tubuh dengan berat badan melebihi batas wajar atau obesitas, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini.

4. Pola makan

Orang-orang yang lebih sering makan daging merah, produk olahan susu, serta tidak mendapat asupan sayur dan buah-buahan yang cukup lebih rentan terserang penyakit ini.

Selain itu, konsumsi kalsium berlebihan dinilai berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena kanker prostat.

5. Aktif merokok

Merokok tidak hanya berakibat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, namun diyakini berpotensi meningkatkan risiko Anda mengalami kanker ini.

6. Memiliki penyakit menular seksual

Apabila Anda memiliki infeksi atau penyakit menular seksual seperti gonorrhea dan klamidia, peluang Anda untuk memiliki penyakit ini lebih besar.

7. Pernah menderita kanker di bagian tubuh lain

Laki-laki yang pernah memiliki kanker di organ atau bagian tubuh lain kemungkinan juga memiliki sel kanker yang berkembang di prostatnya. Kanker yang diyakini dapat memicu munculnya penyakit ini adalah ginjal, kandung kemih, paru-paru, kelenjar tiroid, dan kanker kulit.

8. Pernah menjalani operasi vasektomi

Vasektomi adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk menghentikan masa subur pria secara permanen. Jika Anda pernah menjalani prosedur ini, risiko Anda untuk terkena kanker prostat lebih tinggi.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kanker prostat?

Apabila penyakit ini tidak segera ditangani, akan muncul komplikasi-komplikasi yang meliputi:

1. Penyebaran sel kanker (metastasis)

Sel-sel kanker yang berkembang di prostat dapat menyebar ke organ-organ tubuh di sekitarnya, seperti kandung kemih. Selain itu, sel kanker juga dapat menyebar melalui aliran darah menuju tulang atau organ tubuh lainnya.

Sel kanker yang telah mencapai tulang dapat menyebabkan nyeri dan risiko patah tulang. Apabila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, kondisi ini masih bisa dikendalikan walaupun dengan tingkat kesembuhan yang sangat rendah.

2. Inkontinensia

Baik kanker dan pengobatannya dapat mengakibatkan inkontinensia urin. Pengobatan untuk inkontinensia tergantung pada tipe dan tingkat keparahannya.

3. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh penyakit ini serta pengobatannya, baik operasi maupun terapi lainnya.

Diagnosis

Bagaimana kanker prostat didiagnosis?

Dalam mendiagnosis penyakit ini, terdapat beberapa langkah yang akan dilakukan oleh dokter dan tim medis. Berikut penjelasannya.

1. Tes screening

Para ahli merekomendasikan bahwa laki-laki sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan untuk kanker prostat sejak berusia 50 tahun ke atas, terlebih jika sudah memiliki beberapa faktor risiko.

Jenis-jenis screening atau pemeriksaan untuk penyakit ini adalah:

  • Digital rectal exam (DRE)

Pada screening DRE, dokter akan memakai sarung tangan yang diberi pelumas, kemudian memasukkan jari ke dalam rektum untuk memeriksa prostat Anda. Apabila dokter melihat adanya keanehan tekstur, bentuk, atau ukuran prostat, Anda harus menjalani tes tambahan.

  • Tes prostate-specific antigen (PSA)

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa. Dokter akan mengecek darah Anda untuk mengetahui kadar PSA, zat yang diproduksi oleh kelenjar prostat.

Jika kadar PSA dalam darah Anda dinilai berlebihan, ada kemungkinan prostat Anda mengalami masalah.

Tes PSA yang dikombinasikan dengan DRE dapat membantu mendeteksi penyakit ini pada stadium awal. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan para ahli.

2. Diagnosis kanker

Jika dokter menemukan adanya ketidakwajaran dari hasil tes PSA atau DRE, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, seperti:

  • Tes USG

Dokter akan memasukkan alat kecil berbentuk tabung ke dalam rektum Anda. Alat ini memancarkan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar dari kelenjar prostat Anda.

  • Pengambilan sampel jaringan prostat (biopsi)

Dokter juga mungkin akan mengambil sebagian sampel jaringan prostat Anda. Prosedur ini disebut juga dengan biopsi. Biopsi prostat dilakukan dengan memasukkan jarum kecil untuk mengambil sebagian jaringan. Biopsi dilakukan jika hasil tes PSA Anda tinggi atau pada pemeriksaan DRE menunjukan adanya benjolan dengan permukaan yang tidak rata atau keras.

3. Menentukan tingkat keganasan kanker

Apabila dari kedua tes sebelumnya dokter telah memastikan Anda menderita kanker prostat, langkah selanjutnya adalah menentukan seberapa ganas sel kanker yang berkembang di prostat Anda.

Satuan yang seringkali digunakan oleh tim medis untuk menentukan tingkat keganasan sel kanker adalah skor Gleason. Penilaiannya berupa kombinasi 2 angka, mulai dari 2 (nonagresif) hingga 10 (sangat agresif).

Kebanyakan sel kanker memiliki skor Gleason sebesar 6 hingga 10. Skor 6 artinya sel kanker masih di tingkatan yang belum terlalu agresif. Sel kanker yang dinilai agresif dan berbahaya memiliki skor 8 hingga 10.

4. Menentukan seberapa jauh kanker telah menyebar

Jika dokter telah mendiagnosis bahwa Anda menderita penyakit ini, selanjutnya dokter akan menentukan stadium dan seberapa parah kanker telah menyebar di tubuh Anda.

Biasanya, dokter menggunakan tes pengambilan gambar seperti:

  • Scan tulang
  • Tes USG
  • CT scan
  • MRI scan
  • PET scan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker prostat?

Pengobatan yang diberikan tergantung pada tingkat keparahan, penyebaran sel kanker, serta kondisi kesehatan Anda.

Apabila Anda terdiagnosis dengan kanker prostat berisiko rendah, dokter akan merekomendasikan Anda menjalani check up rutin berupa tes darah, tes rektum, dan biopsi.

Namun, apabila sel kanker Anda ternyata berkembang dan mulai memasuki stadium yang lebih tinggi, berikut adalah beberapa jenis penanganan yang mungkin Anda dapatkan:

1. Operasi

Prosedur bedah atau operasi dilakukan dengan cara mengangkat kelenjar prostat dan sebagian jaringan di sekitarnya. Prosedur ini dinamakan dengan prostatektomi radikal.

Terdapat dua metode dalam melakukan operasi ini, yaitu:

  • Operasi retropubik
  • Operasi perineal

Beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah prosedur bedah selesai adalah inkontinensia dan disfungsi ereksi.

2. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan energi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi untuk kanker dilakukan dengan dua cara:

  • Radiasi dari luar tubuh (radioterapi eksternal)
  • Radiasi dari dalam tubuh (brakiterapi)

Terapi radiasi juga mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping, seperti rasa sakit saat buang air kecil maupun besar.

3. Terapi hormon

Terapi hormon dilakukan dengan cara menghentikan produksi hormon testosteron di dalam tubuh Anda. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan sel kanker prostat sangat bergantung pada hormon testosteron.

Dengan menghentikan atau mengurangi produksi hormon tersebut di dalam tubuh, diharapkan pertumbuhan sel-sel kanker akan melambat, kemudian mati.

4. Kemoterapi

Obat kemoterapi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum dalam bentuk pil.

Kemoterapi berguna untuk penderita kanker stadium akhir, dan juga untuk penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melakukan terapi hormon.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker prostat?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker prostat:

  • Kontrol sesuai jadwal untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi dokter Anda, dan konsumsi obat sesuai anjuran.
  • Diet sehat dengan konsumsi banyak buah dan sayuran.
  • Olahraga
  • Jaga berat badan dalam rentang yang normal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca