Apakah Harus Setop Minum Obat Saat Efek Sampingnya Muncul?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua obat memiliki efek samping yang berbeda-beda setiap orang. Seiring dengan hasil yang diinginkan, obat juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping obat dapat terjadi ketika Anda memulai pengobatan baru, mengurangi atau menambah dosis obat, atau ketika berhenti menggunakannya. Efek samping obat yang umum seperti mual, muntah, merasa lelah, pusing, mulut kering, sakit kepala, gatal-gatal, dan nyeri otot. Jika Sudah begini apa yang harus dilakukan? Tetap melanjutkan pengobatan atau berhenti?

Apakah semua obat memiliki efek samping?

Semua obat yang digunakan untuk mengobati semua jenis kondisi kesehatan dapat menyebabkan efek samping. Namun, memang tak semua obat akan menimbulkan efek sampingnya tersebut. Faktanya, kebanyakan orang yang minum beberapa obat tertentu tidak mengalami efek samping atau mungkin hanya mengalami efek yang ringan saja.

Munculnya efek samping suatu obat tergantung dengan usia, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Selain itu, tingkat keparahan penyakit Anda dapat meningkatkan peluang efek samping itu muncul.

Pasalnya, semakin parah masalah kesehatan Anda, semakin banyak dan beragam obat yang dikonsumsi. Hal ini yang kemudian membuat efek samping obat dapat muncul.

Kapan perlu ke dokter jika mengalami efek samping obat?

Penting bagi Anda untuk memahami potensi efek samping obat Anda dan apa yang harus dilakukan jika gejalanya muncul. Bila memang Anda mulai merasakan gejala efek samping, segera sampaikan hal ini pada dokter, meskipun gejala yang dirasakan masih tergolong ringan.

Mungkin kondisi tersebut tidak membahayakan kesehatan, tapi munculnya efek samping obat yang ringan menandakan bahwa obat tersebut tidak bereaksi sebagaimana mestinya.

Segera kunjungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping ini:

  • Sakit perut
  • Penglihatan kabur
  • Sembelit
  • Diare
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Hilang selera makan
  • Palpitasi
  • Masalah dengan koordinasi
  • Telinga berdenging
  • Ruam kulit atau gatal-gatal
  • Pembengkakan tangan atau kaki
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan

Beberapa efek samping mungkin tidak membuat Anda merasa sakit, untuk itu dokter biasanya akan meminta Anda melakukan tes laboratorium rutin untuk mendeteksi masalah apa pun sejak dini.

Misalnya, jika Anda mengonsumsi obat untuk kolesterol tinggi, seperti Lipitor (Atorvastatin), dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan Anda menjalani tes fungsi hati sebelum memulai obat, yaitu 12 minggu setelah Anda memulai terapi, dan setelahnya secara berkala.

Jika sudah begini, apakah harus berhenti minum obat?

Semua obat memiliki manfaat dan risiko. Risikonya adalah kemungkinan efek samping yang serius dari obat yang Anda konsumsi. Risiko ini bisa ringan hingga berat. Namun, beberapa efek samping ringan pun terkadang bisa mengganggu aktivitas Anda.

Beberapa efek samping mungkin berat dan membutuhkan perawatan medis, sementara yang lainnya mungkin ringan. Efek samping yang berat atau parah terkadang menjadi salah satu alasan utama mengapa orang berhenti menggunakan obat yang dianjurkan.

Namun, jangan berhenti minum obat tanpa berbicara dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda berpikir Anda memiliki efek samping serius yang berbahaya bagi kesehatan Anda, segera periksakan ke dokter atau datang ke rumah sakit terdekat.

Jika Anda memiliki efek samping yang mengkhawatirkan, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, mencoba obat yang berbeda di kelas obat yang sama, atau merekomendasikan beberapa jenis perubahan pola makan atau pola hidup.

Beberapa efek samping yang berat mungkin dapat mengancam jiwa, seperti kerusakan hati. Oleh karena itu, pahami betul apa manfaat dan efek samping yang mungkin terjadi sebelum Anda minum obat. Minta dokter atau perawat Anda untuk menjelaskannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Apakah Ada Dampaknya?

Mungkin sebagian dari Anda belum sadar jika minum obat sebaiknya tidak menggunakan air dingin. Mengapa demikian? Temukan alasannya pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Kuat Bisa Mengganggu Penglihatan Bila Diminum Sembarangan

Obat kuat bisa memicu efek samping beragam, mulai dari sakit kepala, sakit perut, hingga mengganggu penglihatan dan membuat Anda melihat warna kebiruan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Saat Sedang Rutin Minum Obat Tidur Resep, Bolehkah Tiba-tiba Menghentikan Konsumsinya?

Segala jenis obat, termasuk obat tidur, punya aturan minumnya masing-masing. Lantas, bolehkah berhenti minum obat tidur resep di tengah jalan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 12 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
setelah minum obat, seberapa cepat diserapnya?

Setelah Minum Obat, Berapa Lama Kemudian Efeknya Dirasakan Tubuh?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
minum obat puasa

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 April 2020 . Waktu baca 4 menit
jenis obat sirup yang harus dikocok

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit