Tanda-Tanda Overdosis Obat yang Perlu Segera Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/08/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Overdosis obat tidak selalu berhubungan dengan narkoba. Penggunaan obat-obatan yang bertujuan medis juga bisa menyebabkan hal ini. Overdosis dapat terjadi tiba-tiba ketika seseorang minum dosis tinggi sekaligus, atau dengan dosis rendah secara bertahap sehingga lama-lama zat obat menumpuk dalam tubuh. Overdosis obat adalah kondisi gawat darurat medis. Lantas, seperti apa gejala overdosis obat?

Gejala overdosis obat yang paling umum dan mudah dikenali

Overdosis obat bisa memunculkan efek yang bervariasi pada setiap orang, tergantung pada kondisi tubuh seseorang, jenis obatnya, dan takaran dosis yang dikonsumsi.

Secara umum, gejalanya meliputi:

  • Perubahan drastis pada tanda-tanda vital tubuh. Misalnya, suhu tubuh menurun atau naik drastis tiba-tiba; denyut jantung mendadak melemah atau malah berdebar kencang tak beraturan; tekanan darah turun drastis atau meningkat tajam. Biasanya, sesuatu yang berhubungan dengan masalah pada tanda vital dapat mengancam nyawa.
  • Napas pendek dan terburu-buru; sulit bernapas; atau napas justru melambat.
  • Mual.
  • Muntah; beberapa bisa muntah darah.
  • Kram perut.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Hilang keseimbangan.
  • Kebingungan; linglung.
  • Rasa kantuk yang tidak tertahankan.
  • Kulit dingin dan berkeringat, atau justru terasa panas dan kering.
  • Nyeri dada, biasanya disebabkan karena adanya kerusakan jantung atau paru-paru.
  • Hilang kesadaran; halusinasi; kejang; koma.

Gejala khusus sesuai jenis obat

Tiap obat yang berbeda akan memunculkan gejala overdosis yang berbeda pula. Gejala dosis obat berlebihan yang spesifik sesuai jenis obatnya adalah:

  • Antidepresan: pupil mata melebar, napas pendek-pendek, nadi lemah atau cepat, kulit berkeringat, dan koma.
  • Halusinogen: delusi atau waham, halusinasi, kejang, hingga tidak sadarkan diri.
  • Inhalansia: kejang dan tidak sadarkan diri hingga bisa menyebabkan kematian.
  • Ganja: paranoid, lelah berlebihan, delusi serta halusinasi.
  • Narkotika: kulit berkerut, kejang, napas pendek, hingga koma.
  • Stimulan: demam, halusinasi, kejang, agitasi (aktivitas motorik berlebih yang keluar akibat perasaan tegang), dan bisa menyebabkan kematian.

Jika setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda atau orang lain mengalami gejala-gejala di atas, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Asupan dosis obat yang di luar batas toleransi tubuh bisa membahayakan dan mengancam nyawa.

Seseorang tidak perlu untuk menunjukkan semua tanda di atas sekaligus untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya mengalami satu-dua gejala saja tetap dapat diartikan mereka butuh bantuan darurat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Beragam Jenis Obat Topikal (Obat Oles) dan Beda Fungsinya

Obat topikal hadir dalam berbagai jenis dengan fungsinya masing-masing. Berikut adalah berbagai bentuk obat topikal dan karakteristiknya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Orang yang Mengalami Overdosis Viagra

Pertolongan pertama overdosis viagra diperlukan agar Anda dapat mengurangi risiko berbagai komplikasi yang ditimbulkan dari obat pil biru ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 14/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Overdosis Viagra Bisa Bahayakan Kesehatan

Viagra dapat membantu mengatasi gangguan ereksi pada pria. Namun, Viagra juga dapat menyebabkan overdosis sehingga Anda harus berhati-hati menggunakannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Meski Berbeda, Bisakah Halusinasi dan Delusi Terjadi Secara Bersamaan?

Halusinasi dan delusi biasanya menandakan penyakit yang berbeda, tapi ada pula gangguan psikologis yang menunjukkan keduanya secara bersamaan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 03/07/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
obat semprot hidung alergi

Benarkah Obat Semprot Hidung Ampuh Mengatasi Gejala Alergi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 6 menit
jenis obat sirup yang harus dikocok

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 4 menit