10 Gejala Anda Sedang Memasuki Masa Menopause

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menopause adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh semua wanita. Sebagian wanita dapat melewati menopause tanpa mengalami gejala yang tidak menyenangkan, namun sebagian lagi harus mengalami gejala yang cukup membuat tidak nyaman. Gejala menopause yang dialami para wanita menjelang menopause merupakan akibat dari berkurangnya hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron. Lantas, gejala-gejala apa saja yang mungkin dialami seorang wanita menjelang menopause?

1. Perubahan siklus menstruasi

Anda mungkin akan mengalami perubahan siklus menstruasi. Jumlah darah yang keluar saat menstruasi juga mungkin akan lebih banyak, lebih sedikit, atau mungkin hanya berupa flek atau spotting. Durasi menstruasi Anda juga mungkin menjadi lebih singkat.

Jika Anda tidak mengalami menstruasi pada waktu yang seharusnya, pastikan Anda sudah menyingkirkan kemungkinan hamil. Jika Anda tidak hamil, tidak mengalami menstruasi sesuai jadwal mungkin dapat menjadi penanda dimulainya masa menopause Anda. Jika Anda mengalami spotting setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang lebih serius seperti kanker.

2. Hot flashes

Hot flashes merupakan kondisi di mana Anda mengalami sensasi panas, baik di bagian atas tubuh Anda atau bahkan seluruhnya. Wajah dan leher Anda mungkin dapat menjadi merah dan Anda mungkin akan menjadi berkeringat. Intensitas hot flash dapat bervariasi mulai dari ringan hingga kuat, bahkan sampai mengganggu tidur. Kondisi ini biasa berlangsung antara 30 detik hingga 10 menit. Sebagian besar wanita mengalami kondisi ini selama satu hingga dua tahun setelah menstruasi terakhir mereka. Hot flash mungkin akan terus berlanjut setelah menopause, namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini akan semakin jarang dialami. Konsultasikan kepada dokter Anda jika gejala yang Anda alami sangat mengganggu aktivitas.

3. Rasa kering di vagina dan nyeri saat berhubungan

Berkurangnya produksi estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi kelembapan lapisan tipis yang melapisi dinding vagina. Gejala yang Anda alami dapat berupa rasa gatal atau panas di bagian mulut vagina. Kekeringan di daerah vagina ini dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan intim. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba pelumas berbahan dasar air, atau pelembap vagina. Berkonsultasilah pada dokter apabila Anda masih merasa tidak nyaman.

4. Insomnia atau kesulitan tidur

Selama menopause Anda dapat mengalami masalah untuk tidur atau mempertahankan tidur Anda. Anda mungkin bangun lebih pagi dari biasanya dan memiliki kesulitan untuk tidur kembali. Untuk mendapat istirahat yang cukup, cobalah berbagai teknik relaksasi dan pernapasan. Anda juga dapat berolahraga pada siang hari agar Anda cukup lelah untuk tidur pada malam harinya. Hindari membuka ponsel atau komputer Anda sebelum tidur karena cahaya biru dari gadget dapat menyebabkan Anda sulit tidur. Mandi, membaca, atau mendengarkan lagu pelan mungkin dapat membantu Anda agar lebih rileks. Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam dan hindari makanan atau minuman yang dapat mempengaruhi tidur seperti coklat, kafein, atau alkohol.

5. Masalah saluran kemih

Kesulitan menahan keinginan untuk buang air kecil merupakan hal yang wajar dialami oleh wanita menjelang menopause. Anda mungkin mengalami keinginan untuk buang air kecil walaupun kandung kemih Anda belum penuh. Anda juga mungkin mengalami nyeri saat berkemih. Hal ini disebabkan karena selama menopause, jaringan di vagina dan saluran kemih Anda kehilangan elastisitasnya. Selain itu, otot-otot yang mengelilingi pelvis Anda juga melemah. Untuk menghadapinya, Anda dapat minum air putih lebih sering, hindari minuman beralkohol, dan lakukan latihan kegel untuk memperkuat otot pelvis Anda.

Penurunan kadar estrogen dalam tubuh juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Beberapa wanita dapat menjadi lebih sering mengalami infeksi saluran kencing pada masa ini. Jika Anda mengalami keinginan berkemih yang sering, atau mengalami sensasi panas saat berkemih, Anda mungkin harus berkonsultasi pada dokter.

6. Penurunan gairah seksual

Penurunan kadar estrogen dapat memperlambat reaksi orgasme, memperlambat reaksi klitoris, dan menyebabkan keringnya vagina. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan menurunannya gairah seksual. Anda dapat berkonsultasi pada dokter jika penurunan gairah Anda disebabkan oleh masalah lain seperti rasa nyeri saat berhubungan.

7. Gangguan suasana hati (mood)

Perubahan produksi hormon dapat mempengaruhi suasana hati wanita yang sedang menghadapi menopause. Beberapa wanita mengalami gangguan seperti cepat marah, depresi, dan suasana hati yang mudah berubah. Penting bagi Anda untuk tahu bahwa perubahan hormon dapat mempengaruhi otak Anda, dan kondisi Anda ini sangat wajar untuk dialami.

8. Perubahan kulit dan rambut

Seiring dengan bertambahnya usia, penurunan jaringan lemak dapat membuat kulit Anda lebih kering dan tipis. Berkurangnya estrogen juga dapat membuat rambut Anda lebih rapuh dan kering. Hindari penggunaan produk perawatan rambut dengan bahan kimia yang terlalu kuat, karena dapat memperparah kerusakan rambut.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Berhubungan Intim

Jika Anda ingin melakukan hubungan seksual yang menyenangkan, persiapkanlah dengan baik. Apa saja yang harus dilakukan sebelum berhubungan intim?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

Bosan dengan ritual seks yang itu-itu saja? Coba dulu trik pijat payudara yang bisa membuat Anda dan pasangan tambah panas berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Katanya, posisi seks tertentu bisa memudahkan jalan sperma untuk membuahi sel telur. Lantas, apa saja posisi seks yang dianjurkan agar cepat hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Orgasme Wanita Berbeda dengan Pria?

Orgasme wanita bisa dicapai lewat berbagai cara, bahkan berulang kali. Namun, untuk mencapainya tidaklah semudah pria. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
sumber kepuasan seksual

4 Hal Mengejutkan yang Bisa Jadi Sumber Kepuasan Seksual Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit