Cara Aman Buang Obat yang Sudah Kedaluwarsa Atau Tidak Terpakai Lagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cara buang obat yang sudah kedaluwarsa atau sudah tidak terpakai lagi beda dengan cara membuang sampah rumah tangga biasa. Dibiarkan menumpuk di kotak obat berisiko tidak sengaja diminum oleh penghuni rumah lain yang tidak tahu menahu soal obat basi tersebut. Hal ini bisa menyebabkan keracunan. Sembarangan membuang obat sisa pun bisa berpotensi disalahgunakan oleh orang yang menemukannya. Maka, perhatikan benar cara Anda membuang obat di rumah. Ikuti panduan ini.

Cara buang obat yang aman

Pada dasarnya, setiap obat harus segera dibuang bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Ikuti langkah-langkah berikut sesuai panduan Badan Pengawas Obat dan Makanan:

  • Hilangkan semua label informasi dari wadah obat agar jenis obat tersebut tidak lagi bisa dibaca atau terlihat jelas. Ini juga berguna untuk menghindari obat dijual kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab setelah obat dikumpulkan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
  • Untuk obat berbentuk krim, salep, tablet, kapsul, dan bentuk padat lainnya: hancurkan obat dan campur dengan air, tanah, atau sampah menjijikan lain yang akan dibuang, kemudian taruh semua ke dalam wadah atau plastik tertutup. Hal ini untuk mencegah obat bocor atau tercecer dan diambil kembali oleh pemulung.
  • Obat-obatan berbentuk koyo bekas harus diremas atau gunting acak agar tidak bisa lagi ditempel.
  • Kebanyakan obat sirup boleh dituang langsung isinya ke toilet. Misalnya, obat demam anak atau obat flu cair. Namun, jangan lakukan cara ini untuk sirup antibiotik, antijamur, dan antivirus.

Beberapa obat tidak boleh dibuang sendiri

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa ada beberapa jenis obat yang berbahaya jika dituang langsung ke toilet. Misalnya opiat (fentanylmorfindiazepamoxycodone, buprenoprhine), obat-obatan kemoterapi, hingga obat antibiotik, antijamur, dan antivirus. Pasalnya, bakteri pembusuk dalam air gorong-gorong tidak bisa berfungsi apabila terkena obat tersebut. Yang ada, mereka malah mati.

Obat antibiotik, antijamur, dan antivirus dalam bentuk sirup/cair sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan aslinya. Namun sebelum dibuang, larutan dulu bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian ditutup rapat. Hilangkan label obat (seperti langkah pertama) dan buang ke tempat sampah.

Beberapa obat-obatan lainnya — seperti dan obat opiat obat-obatan kemoterapi — dilengkapi dengan petunjuk pembuangan khusus beserta lokasi di mana Anda harus membuangnya. Masukkan sampah obat tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara atau kantong bersegel dan bawa ke instansi resmi terdekat, seperti puskesmas pabrik obat, apotik, rumah sakit, atau kantor polisi yang bertanggung jawab untuk menangani pembuangan obat secara resmi. Di sana, kumpulan obat bekas akan dibakar untuk melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran obat.

Obat-obatan lainnya yang tidak boleh dibuang di toilet adalah:

  • Methylphenidate
  • Naltrexone hydrochloride
  • Methadone Hydrochloride
  • Hydrocodone Bitartrate
  • Naloxone Hydrochloride

Anda juga dapat menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota atau kabupaten tempat tinggal Anda, atau otoritas pengelolaan sampah lokal untuk mendapatkan informasi mengenai cara buang obat yang benar di daerah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Pencernaan, Health Centers 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Obat Semprot Hidung Ampuh Mengatasi Gejala Alergi?

Obat semprot hidung jadi salah satu pengobatan umum untuk mengatasi gejala alergi. Lantas, obat semprot hidung seperti apa yang paling ampuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Alergi & Penyakit Autoimun, Alergi, Health Centers 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Obat-obatan padat atau pil yang terdiri dari beragam jenis tentunya membutuhkan cara menyimpan yang sesuai agar tidak merusak kualitasnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi obat hiv

Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit
cek obat

4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
obat anyang-anyangan

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit