Cara Aman Buang Obat yang Sudah Kedaluwarsa Atau Tidak Terpakai Lagi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/03/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Cara buang obat yang sudah kedaluwarsa atau sudah tidak terpakai lagi beda dengan cara membuang sampah rumah tangga biasa. Dibiarkan menumpuk di kotak obat berisiko tidak sengaja diminum oleh penghuni rumah lain yang tidak tahu menahu soal obat basi tersebut. Hal ini bisa menyebabkan keracunan. Sembarangan membuang obat sisa pun bisa berpotensi disalahgunakan oleh orang yang menemukannya. Maka, perhatikan benar cara Anda membuang obat di rumah. Ikuti panduan ini.

Cara buang obat yang aman

Pada dasarnya, setiap obat harus segera dibuang bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Ikuti langkah-langkah berikut sesuai panduan Badan Pengawas Obat dan Makanan:

  • Hilangkan semua label informasi dari wadah obat agar jenis obat tersebut tidak lagi bisa dibaca atau terlihat jelas. Ini juga berguna untuk menghindari obat dijual kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab setelah obat dikumpulkan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
  • Untuk obat berbentuk krim, salep, tablet, kapsul, dan bentuk padat lainnya: hancurkan obat dan campur dengan air, tanah, atau sampah menjijikan lain yang akan dibuang, kemudian taruh semua ke dalam wadah atau plastik tertutup. Hal ini untuk mencegah obat bocor atau tercecer dan diambil kembali oleh pemulung.
  • Obat-obatan berbentuk koyo bekas harus diremas atau gunting acak agar tidak bisa lagi ditempel.
  • Kebanyakan obat sirup boleh dituang langsung isinya ke toilet. Misalnya, obat demam anak atau obat flu cair. Namun, jangan lakukan cara ini untuk sirup antibiotik, antijamur, dan antivirus.

Beberapa obat tidak boleh dibuang sendiri

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa ada beberapa jenis obat yang berbahaya jika dituang langsung ke toilet. Misalnya opiat (fentanylmorfindiazepamoxycodone, buprenoprhine), obat-obatan kemoterapi, hingga obat antibiotik, antijamur, dan antivirus. Pasalnya, bakteri pembusuk dalam air gorong-gorong tidak bisa berfungsi apabila terkena obat tersebut. Yang ada, mereka malah mati.

Obat antibiotik, antijamur, dan antivirus dalam bentuk sirup/cair sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan aslinya. Namun sebelum dibuang, larutan dulu bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian ditutup rapat. Hilangkan label obat (seperti langkah pertama) dan buang ke tempat sampah.

Beberapa obat-obatan lainnya — seperti dan obat opiat obat-obatan kemoterapi — dilengkapi dengan petunjuk pembuangan khusus beserta lokasi di mana Anda harus membuangnya. Masukkan sampah obat tersebut ke dalam tempat khusus seperti wadah kedap udara atau kantong bersegel dan bawa ke instansi resmi terdekat, seperti puskesmas pabrik obat, apotik, rumah sakit, atau kantor polisi yang bertanggung jawab untuk menangani pembuangan obat secara resmi. Di sana, kumpulan obat bekas akan dibakar untuk melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran obat.

Obat-obatan lainnya yang tidak boleh dibuang di toilet adalah:

  • Methylphenidate
  • Naltrexone hydrochloride
  • Methadone Hydrochloride
  • Hydrocodone Bitartrate
  • Naloxone Hydrochloride

Anda juga dapat menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota atau kabupaten tempat tinggal Anda, atau otoritas pengelolaan sampah lokal untuk mendapatkan informasi mengenai cara buang obat yang benar di daerah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Saat akan meminum obat sirup, kerap ditemui petunjuk bahwa obat harus dikocok dahulu sebelum diminum. Mengapa hal itu harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/04/2020 . 4 menit baca

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya disinfektan bagi tubuh bila disemprotkan secara langsung. Apa saja bahaya tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 02/04/2020 . 5 menit baca

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/03/2020 . 4 menit baca

Tidak Sengaja Tertelan Petroleum Jelly, Ini Efek Samping yang Mungkin Muncul

Sebagai krim yang digunakan untuk kulit, tentu ketika tidak sengaja termakan akan ada efek sampingnya. Apa saja efek samping jika tertelan petroleum jelly?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
obat semprot hidung alergi

Benarkah Obat Semprot Hidung Ampuh Mengatasi Gejala Alergi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
cara menyimpan obat padat

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . 4 menit baca