home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Membedakan Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikotik?

Bagaimana Membedakan Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikotik?

Merasa cemas dalam situasi yang menegangkan atau saat ada peristiwa yang penuh tekanan tentu wajar saja. Akan tetapi, beberapa orang mengalami kegelisahan parah dan perubahan suasana hati yang sangat drastis tanpa sebab. Hal ini bisa terjadi akibat gangguan mental tertentu. Namun, ada banyak gangguan yang ditandai dengan gejala tersebut. Di antaranya yaitu serangan panik, manik, dan psikotik. Lalu bagaimana caranya membedakan gejala serangan panik, manik, dan psikotik? Simak di bawah ini.

Perbedaan gejala serangan panik, manik, dan psikotik

1. Serangan panik

penyakit jantung setelah melahirkan

Serangan panik atau panic attack, terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Serangan panik terjadi tanpa alasan dan tidak dapat diprediksi.

Selama gejala serangan panik berlangsung, orang yang mengalaminya akan terjebak dalam teror dan ketakutan yang luar biasa hingga merasa seperti akan mati, kehilangan kendali atas tubuh dan pikiran, atau mengalami serangan jantung. Penderita juga akan diteror perasaan khawatir terhadap munculnya serangan panik selanjutnya.

Gejala serangan panik berbeda-beda pada setiap orang, tapi secara garis besar Anda mungkin mengalami:

  • Jantung berdebar
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Mual
  • Pusing
  • Menggigil
  • Kesemutan
  • Depersonalisasi (seolah hal-hal di sekitarnya tidak nyata atau sensasi seperti keluar dari tubuhnya sendiri)
  • Takut mati

2. Manik

mengatasi insomnia

Episode manik bisa termasuk bagian dari gangguan bipolar atau jenis depresi lainnya. Berbeda dengan serangan panik, periode manik cenderung tahan lama. Bagi seseorang yang mengalami ini untuk pertama kalinya, hal ini bisa meningkatkan kecemasan sehingga beberapa gejala serangan panik juga bisa muncul.

Gejala manik yang paling sering muncul antara lain:

  • Merasa terlalu antusias dan bersemangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Banyak makan
  • Hanya tidur sebentar, tapi tetap bertenaga seolah-olah tidak butuh tidur
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko tanpa pikir panjang
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya (tidak nyambung)
  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Anda bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius yang sebenarnya tidak ada

Cara terbaik adalah menemui psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa) untuk mendapatkan diagnosis depresi manik yang tepat. Kondisi ini bisa diobati dengan perawatan yang tepat.

3. Psikotik

jaga kesehatan stres

Psikotik adalah istilah medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Delusi adalah kesalahpahaman atau pandangan yang keliru terhadap suatu hal, sementara halusinasi adalah persepsi kuat atas suatu peristiwa yang dilihat atau didengar padahal sebenarnya tidak ada.

Psikotik adalah pencetus utama dari banyak gangguan mental termasuk skizofrenia, depresi, gangguan skizoafektif dan gangguan bipolar. Biasanya ini berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari tapi tidak lebih dari sebulan.

Kondisi ini memiliki beberapa gejala seperti:

  • Delusi
  • Halusinasi
  • Bicara meracau
  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Perilaku yang sangat tidak terorganisir atau katatonik

Karena kondisi fisik dan psikis setiap orang berbeda, cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengalami gejala serangan panik, manik, atau psikotik adalah dengan periksa ke dokter. Dokter bisa menentukan diagnosis supaya Anda bisa mulai perawatan yang tepat bagi kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Difference between Panic, Manic, and Psychotic Attacks https://pro.psychcentral.com/exhausted-woman/2018/02/the-difference-between-panic-manic-and-psychotic-attacks/ diakses 27 Februari 2018.

Bipolar disorder https://adaa.org/understanding-anxiety/related-illnesses/bipolar-disorder# diakses 27 Februari 2018.

Difficult to Function – When Bipolar Disorder and Panic Attacks Combine https://www.calmclinic.com/panic-and-bipolar-disorders diakses 27 Februari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Andisa Shabrina pada 06/04/2018
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x