home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Sakit Lutut yang Sering Terjadi

5 Penyebab Sakit Lutut yang Sering Terjadi

Sakit lutut bukan saja tidak nyaman tapi juga bisa membuat Anda sulit beraktivitas. Sakit lutut yang parah bahkan bisa membuat Anda tidak bisa banyak bergerak. Ada banyak cara mengobati sakit lutut, namun biasanya Anda tetap harus melewati periode rasa sakitnya untuk beberapa waktu.

Supaya lain kali bisa terhindar dari situasi ini, cari tahu apa saja hal-hal utama yang sering jadi penyebab sakit lutut.

1. Cedera

Robekan di ligamen dan tendon

Sakit lutut parah bisa disebabkan oleh cedera seperti saat bermain sepakbola atau tenis, atau bisa juga cedera di rumah, tempat kerja, maupun kecelakaan, yang menyebabkan robekan di ligamen dan tendon. Ligamen menghubungkan tulang pada sendi, sedangkan tendon menghubungkan tulang pada otot.

Jika robekan ligamen dan tendon Anda terjadi di sisi atau pinggir lutut, rasa sakitnya akan terasa bahkan saat Anda tidak sedang melakukan apa-apa. Ia akan bertambah parah saat lutut mendapat tekanan atau beban. Mungkin juga muncul pembengkakan, rasa panas, bahkan memar pada lutut, dan Anda akan merasa sulit mengontrol serta menstabilkan lutut.

Perdarahan di dalam lutut

Cedera dapat merusak tulang dan sendi dalam lutut, menyebabkan keretakan dan perdarahan yang menjalar ke sendi. Anda akan merasakan panas, kaku, bengkak, dan memar di lutut. Segera periksa ke dokter jika lutut Anda terasa makin sakit dan bengkaknya makin besar.

Patah tulang

Saat tempurung lutut atau tulang lain di lutut Anda patah, ini akan menyebabkan rasa sakit tak tertahankan di lutut. Terkadang, serpihan dari tulang yang patah ini bisa merusak sendi maupun jaringan halus di lutut.

2. Arthritis

Rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang mempengaruhi sendi dan jaringan lain di lutut, menyebabkan peradangan. Rematik adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan di dalam tubuh Anda sendiri yang sebenarnya tidak berbahaya. Gejalanya adalah rasa sakit, kaku, panas, dan pembengkakan sendi.

Penyakit ini juga bisa membatasi gerakan Anda dan bahkan bisa berakibat rasa sakit di dada.

Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang paling umum terjadi pada sendi. Cartilage atau tulang rawan adalah jaringan yang terdiri dari kolagen. Letaknya di antara tulang-tulang lutut Anda, fungsinya meredam benturan dan guncangan.

Lambat laun, tulang rawan dapat rusak dan tak lagi meredam dengan baik. Ini menyebabkan tulang-tulang lutut Anda bergesekan, sehingga timbul rasa sakit, kaku, dan bengkak. Bahkan bisa sampai ada tulang tumbuh (bone spur) di sendi yang sakit.

Lupus

Seperti rematik, lupus juga adalah penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun menyerang tubuh Anda sendiri. Lupus tak hanya mempengaruhi lutut, tapi juga kulit, otak, ginjal, dan bagian lain di tubuh. Selain rasa sakit di lutut, Anda juga bisa merasakan sakit di dada dan kesulitan bernapas normal. Gejala lainnya adalah demam, tak enak badan, dan rasa sakit di mulut.

Asam urat

Saat tubuh Anda menyimpan terlalu banyak asam urat, ini bisa memicu radang di sendi Anda yang kemudian akan membentuk kristal. Peradangan biasanya dimulai di sendi tertentu di lutut, kemudian menyebar ke sendi lain.

3. Baker cyst

Jika terjadi penumpukan cairan di belakang lutut Anda, penyakit Baker cyst bisa terjadi. Baker cyst atau kista Baker biasanya hanya menyebabkan ketidaknyamanan saja, bukan rasa sakit. Namun, jika kista tersebut terbuka, Anda bisa merasakan sakit luar biasa diiringi pembengkakan dan memar.

4. Osgood-Schlatter

Penyakit Osgood-Schlatter disebabkan oleh cedera di lutut saat lutut belum berkembang sempurna. Penderita biasanya merasakan nyeri, bengkak, dan iritasi. Jika Anda sering bermain sepakbola, voli, atau basket, Anda berisiko mengalami masalah ini.

5. Infeksi

Infeksi pada tulang

Infeksi yang sering terjadi pada tulang adalah osteomyelitis, yang bisa disebabkan oleh bakteri maupun jamur. Anda dapat merasakan nyeri di tulang lutut dan jaringan lain, terkadang diiringi demam dan kedinginan, serta rasa panas dan pembengkakan di lutut.

Infeksi pada sendi

Arthritis septik adalah kondisi yang terjadi saat bakteri atau jamur hinggap di sendi Anda akibat cedera atau operasi. Rasa sakit yang dirasakan bisa cukup parah, diiringi pembengkakan, kemerahan, hingga demam. Ini adalah jenis arthritis akut yang paling sering terjadi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Knee pain. https://medlineplus.gov/ency/article/003187.htm. Accessed December 24, 2016.
  2. Knee pain. http://www.nhs.uk/Conditions/knee-pain/Pages/Introduction.aspx#tears. Accessed December 24, 2016.
  3. Osteomyelitis. https://medlineplus.gov/ency/article/000437.htm. Accessed December 24, 2016.
  4. Septic arthritis. https://medlineplus.gov/ency/article/000430.htm. Accessed December 24, 2016.
  5. Rheumatoid arthritis. https://medlineplus.gov/ency/article/000431.htm. Accessed December 24, 2016.
  6. Osteoarthritis. https://medlineplus.gov/ency/article/000423.htm. Accessed December 24, 2016.
  7. Systemic lupus erythematosus. https://medlineplus.gov/ency/article/000435.htm. Accessed December 24, 2016.
  8. Gout. https://medlineplus.gov/ency/article/000422.htm. Accessed December 24, 2016.
  9. Osgood-Schlatter disease. https://medlineplus.gov/ency/article/001258.htm. Accessed December 24, 2016.
  10. Baker cyst. https://medlineplus.gov/ency/article/001222.htm. Accessed December 24, 2016.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 05/05/2017
x