Panduan Makan untuk Anda yang Punya Penyakit Radang Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda memiliki penyakit radang usus besar atau kolitis ulseratif, Anda wajib memerhatikan makanan yang masuk ke perut. Pasalnya, makanan tertentu bisa memicu gejala dan keparahan penyakit. Agar tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan penyakit tidak kumat, intip panduan makan berikut ini.

Panduan makan untuk pengidap penyakit radang usus besar

1. Makan sedikit-sedikit tapi sering

makanan untuk pria 50 tahun

Jika sebelumnya Anda makan dengan porsi besar sebanyak dua atau tiga kali sehari, sekarang Anda perlu mengubahnya. Orang yang memiliki penyakit kolitis ulseratif ususnya tak lagi bisa bekerja normal dan maksimal.

Makan dalam porsi besar justru membuat kerja usus yang sudah terluka menjadi sangat berat. Akibatnya, peradangan di usus bisa semakin parah.

Daripada makan dalam porsi besar dalam sekali waktu, lebih baik makan dalam porsi kecil tetapi sering. Misalnya makan lima hingga enam kali sehari dalam porsi yang lebih sedikit dibanding biasanya. Dengan cara ini, Anda membantu meringankan beban kerja usus.

2. Batasi asupan garam dan lemak

garam tidak boleh dimasak

Biasanya, obat-obatan yang diresepkan untuk mengobati radang usus besar bisa memunculkan efek samping jika Anda makan terlalu banyak garam. Efek samping yang akan muncul yaitu pembengkakan dan kembung.

Tak hanya garam, Anda juga perlu membatasi asupan lemak harian. Makanan berlemak membuat perut begah, kembung, dan diare. Untuk itu, demi kesehatan yang lebih baik sebaiknya batasi asupan garam dan lemak harian Anda.

3. Tidak mengonsumsi produk susu

berhenti minum susu

Biasanya orang yang mengidap penyakit radang usus besar juga memiliki intoleransi terhadap laktosa. Intoleransi laktosa adalah kondisi saat tubuh tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa adalah jenis gula alami yang terdapat di dalam susu dan produk susu.

Jika Anda memaksakan untuk terus makan produk susu, Anda berisiko mengalami diare, sakit perut, juga kembung. Untuk itu, menghindari semua produk susu menjadi pilihan yang bijak untuk menjaga kesehatan usus Anda.

4. Membatasi asupan serat

tinggi serat

Meski serat sangat baik untuk pencernaan, pada orang dengan radang usus besar porsinya sebaiknya dibatasi. Terlalu banyak serat bisa menghambat kerja usus dan membuat gejala radang usus menjadi semakin parah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menanyakan pada dokter seberapa banyak serat yang bisa dikonsumsi dalam sehari.

Saat mengonsumsi buah atau sayur, Anda juga bisa mengakalinya agar lebih mudah dicerna misalnya dengan merebus, mengukus, atau mengolahnya menjadi jus.

5. Hindari soda, kafein, dan alkohol

Jika Anda memiliki penyakit radang usus besar, tandanya Anda perlu mengucapkan selamat tinggal pada soda, kafein, dan alkohol. Ketiga minuman ini bisa mengiritasi lapisan usus. Kombinasi kafein dan gula misalnya bisa menyebabkan diare dan perut yang kembung. Lebih baik perbanyak minum air putih yang jelas lebih menyehatkan.

6. Catat pola makan Anda

menulis tangan vs mengetik

Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda terhadap makanan dan minuman tertentu. Oleh karena itu, Anda wajib memiliki catatan makanan pribadi yang berisi daftar makanan serta minuman harian beserta reaksinya di tubuh. Meski terlihat agak merepotkan, buku catatan ini sangat berguna untuk membantu mengurangi gejala serupa di kemudian hari akibat salah makan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Susu, Lebih Baik Sebelum Atau Sesudah Makan?

Kebanyakan orang lebih memilih minum susu di pagi hari atau sebelum tidur. Lalu kapan waktu terbaik minum susu siang-siang: sebelum atau setelah makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mana yang Lebih Sehat, Minum Susu Kambing Atau Susu Sapi?

Baik susu kambing dan susu sapi diyakini sama-sama memiliki banyak manfaat kesehatan. Lantas, mana yang lebih baik: susu sapi atau susu kambing?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Tinggalkan Kentang Goreng! Masak Kentang dengan 5 Cara Sehat Ini

Jangan menyerah dulu begitu Anda baca judul di atas. Memasak kentang dengan cara-cara berikut malah bisa lebih enak dari kentang goreng, loh!

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit usus buntu gatau apendisitis

Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
makanan terbaik untuk sarapan

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
apa itu granola

Sarapan Sehat, Kenyang, dan Tak Bikin Gemuk? Coba Granola

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan maag dan gerd

Duodenitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit