home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Alasan Penting Kenapa Anda Harus Makan Makanan Kaya Prebiotik

Alasan Penting Kenapa Anda Harus Makan Makanan Kaya Prebiotik

Mungkin Anda lebih familiar dengan probiotik yang banyak terkandung dalam yogurt. Namun, prebiotik juga tidak kalah manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Prebiotik adalah jenis serat tidak mudah dicerna, yang banyak terkandung dalam makanan sehari-hari Anda.

Prebiotik beda dengan probiotik

Banyak yang salah menganggap bahwa “prebiotik” dan “probiotik” adalah hal yang sama, dan karena itu sering tertukar saat menyebutnya. Padahal, keduanya sama sekali berbeda.

Probiotik adalah bakteri baik penghuni usus manusia yang berfungsi menjaga kesehatan pencernaan, sementara prebiotik adalah makanan bagi probiotik agar bisa terus berkembang biak dalam tubuh.

Apa manfaat prebiotik bagi tubuh?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, prebiotik adalah asupan nutrisi bagi probiotik, koloni bakteri baik di dalam usus Anda. Karena prebiotik tidak mudah dicerna, zat-zat yang berbentuk serat ini dapat mencapai usus manusia secara utuh. Prebiotik membantu prebiotik berkembang biak untuk menjaga kelancaran gerak usus dan meningkatkan berat feses.

Prebiotik juga meningkatkan kekebalan tubuh mereka terhadap serangan zat asing. Selain itu, mereka juga menstimulasi pertumbuhan bakteri yang berbeda seperti bifidobacteria dan lactobacilli dalam usus.

Beberapa manfaat lainnya dari makanan tinggi prebiotik adalah:

  • Prebiotik inulin dapat meningkatkan penyerapan kalsium, terutama di usus besar.
  • Prebiotik tertentu dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap perkembangan sel kanker. Secara khusus, pencernaan bakteri prebiotik ini memicu produksi asam tertentu yang diyakini mampu mencegah bentuk-bentuk kanker tertentu.
  • Penderita diabetes umumnya disarankan tidak mengonsumsi fruktan dan karbohidrat, tetapi tidak dengan inulin. Karena inulin adalah bentuk serat yang tidak dapat dicerna, sehingga konsumsi makanan tinggi prebiotik tidak memicu perubahan kadar gula darah. Inulin dapat bermanfaat bagi penderita diabetes karena diabetes berpotensi menyebabkan satu atau lebih bentuk kanker yang dapat dicegah dengan inulin.

Makanan sumber prebiotik adalah…

Prebiotik biasanya ditemukan pada sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Maka, Anda dapat meningkatkan asupan prebiotik dengan memperbanyak makan:

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Gandum
  • Pisang
  • Buah beri
  • Artichoke
  • Asparagus
  • Daun dandelion
  • Bawang putih
  • Daun bawang
  • Bawang merah

Selain itu, zat berserat ini juga ada pada makanan siap saji seperti:

  • Sereal
  • Biskuit
  • Roti
  • Selai roti
  • Yogurt

Setiap hari, seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 5-8 porsi prebiotik. Meskipun hal ini mungkin sulit dilakukan, Anda dapat memilih alternatif lainnya untuk mendapatkan asupan prebiotik harian yang cukup — misalnya dengan suplemen.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Probiotics and prebiotics: What’s the difference? https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-and-prebiotics. Accessed March 19th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Brigitta Maharani Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x