home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Diet Sehat untuk Penderita Penyakit Hati

Panduan Diet Sehat untuk Penderita Penyakit Hati

Bagi pasien penyakit liver (hati), memiliki pola makan dengan gizi yang seimbang merupakan hal yang penting untuk membantu fungsi hati. Itu sebabnya, pasien penyakit hati perlu menjalani diet khusus guna mencegah kerusakan hati yang lebih parah. Simak bagaimana panduan diet penyakit liver di sini.

Panduan diet penyakit hati

Diet khusus untuk pasien penyakit liver bertujuan mengurangi beban kerja hati dan tebalnya lapisan lemak pada organ tersebut.

Berikut ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika Anda menjalani diet untuk mengurangi risiko perkembangan penyakit hati.

1. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat

manfaat karbohidrat

Salah satu hal yang perlu dilakukan ketika melakukan diet khusus penyakit hati yakni mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Meski begitu, Anda tidak boleh memilih sembarang karbohidrat. Alih-alih karbohidrat sederhana seperti gula, usahakan untuk memperbanyak karbohidrat kompleks, seperti serat.

Begini, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat mempercepat proses pengolahan makanan menjadi lemak di hati.

Sementara itu, serat menjadi pilihan yang lebih aman karena mengandung indeks glikemik rendah, sehingga akan dicerna lebih lambat.

Ada pun beberapa makanan tinggi serat yang baik untuk kesehatan hati antara lain:

  • roti atau pasta gandum utuh,
  • quinoa,
  • nasi merah,
  • oatmeal, dan
  • buah dan sayuran.

2. Mencukupi kebutuhan protein harian

Selain meningkatkan asupan karbohidrat, pasien penyakit liver ternyata perlu mencukupi kebutuhan protein harian.

Sebagai contoh, pasien sirosis hati sangat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan protein mereka.

Hal ini dikarenakan sirosis dapat memicu kerusakan fungsi hati yang lebih parah dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti retensi cairan.

Dokter dan ahli gizi biasanya merekomendasikan Anda untuk menjalani diet tinggi energi dan protein untuk membantu fungsi hati.

Namun, usahakan untuk memilih sumber protein yang sehat dan tidak mengandung banyak lemak, seperti:

  • ikan,
  • polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian,
  • yogurt,
  • keju rendah garam,
  • minyak nabati, seperti zaitun, bunga matahari, dan canola, serta
  • susu dan produk olahannya.

3. Membatasi asupan lemak

lemak tak jenuh

Sebenarnya tidak ada salahnya untuk mengonsumsi makanan berlemak. Bahkan, lemak sehat pada diet penyakit hati dianjurkan untuk membantu mencegah pemecahan protein di liver.

Meski begitu, terlalu banyak lemak jahat, tidak baik bagi fungsi hati, terutama ketika sudah mengalami kerusakan.

Itu sebabnya, Anda perlu memilih makanan yang mengandung lemak baik untuk menjaga kesehatan liver, meliputi:

  • ikan berminyak, seperti salmon, tuna, dan herring,
  • minyak sayur,
  • kacang-kacangan, termasuk walnut dan almond,
  • buah zaitun,
  • sayuran berdaun hijau gelap, seperti bayam dan brokoli,
  • alpukat, dan
  • susu.

Jangan lupa untuk memperhatikan cara memasak makanan karena salah-salah justru bisa menyebabkan penumpukan lemak yang lebih banyak di hati Anda.

Cobalah untuk membatasi konsumsi makanan yang dipanggang, dibakar, atau digoreng dengan minyak kelapa. Pasalnya, metode ini bisa menambah lemak pada makanan.

4. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur

Sudah bukan rahasia umum lagi konsumsi buah dan sayur bermanfaat bagi tubuh, termasuk fungsi hati.

Bagaimana tidak, buah dan sayur mengandung serat dan antioksidan yang tinggi. Keduanya tentu baik untuk organ hati Anda.

Sebagai contoh, buah sitrus seperti lemon dan jeruk nipis kaya akan asam sitrat, kalium, dan vitamin C.

Zat gizi ini membantu meningkatkan energi, detoksifikasi hati, dan mengurangi peradangan. Bahkan, flavonoid pada buah sitrus dipercaya membantu melindungi hati dari kerusakan.

Selain buah sitrus, jenis buah dan sayuran lainnya yang bisa Anda manfaatkan dalam menjalani diet penyakit hati meliputi:

  • jeruk bali,
  • kubis brussel,
  • brokoli,
  • kembang kol,
  • kangkung,
  • sawi, dan
  • buah beri, seperti blueberry dan cranberry.

5. Menghindari garam terlalu banyak

mengurangi makan garam

Bila mengalami penyakit liver, Anda mungkin perlu mengurangi asupan garam secara berkala, yaitu kurang dari 1500 miligram per hari.

Hal ini bertujuan agar tubuh tidak menahan cairan terlalu banyak karena fungsi hati berjalan tidak normal. Pasalnya, penumpukan cairan di tubuh dapat memicu pembengkakan.

Cobalah tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut seputar diet rendah garam. Sementara itu, usahakan untuk membatasi makanan yang mengandung garam tinggi, seperti:

  • garam dapur,
  • daging asap, sosis, dan kornet,
  • makanan kaleng dan kaldu sayuran siap saji,
  • makanan beku dan makanan ringan kemasan,
  • kecap asin dan saus olahan, dan
  • sup kemasan.

6. Berhenti minum alkohol

Bila Anda mengalami perlemakan hati akibat konsumsi alkohol, sebaiknya hentikan kebiasaan minum alkohol.

Liver merupakan organ pencernaan yang mampu meregenerasi secara mandiri. Namun, setiap kali hati akan menyaring alkohol, beberapa sel hati akan mati.

Meski liver dapat mengembangkan sel baru, penyalahgunaan alkohol secara terus menerus dapat mengurangi kemampuannya untuk beregenerasi. Hal ini tentu dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan permanen.

Maka dari itu, berhenti minum alkohol merupakan jalan terbaik bagi pasien penyakit hati ketika menjalani diet khusus.

7. Minum suplemen vitamin D

manfaat vitamin B kompleks

Umumnya, pasien penyakit liver mengalami kekurangan vitamin D. Guna mencegah komplikasi penyakit hati lebih lanjut, Anda mungkin dianjurkan untuk minum suplemen vitamin D.

Selain itu, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin D dengan berjemur dan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin ini, seperti:

  • ikan berlemak,
  • minyak ikan,
  • kuning telur,
  • hati sapi, dan
  • jamur.

Tak hanya vitamin D, usahakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya agar fungsi tubuh berjalan dengan baik meski Anda mengalami penyakit liver.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter atau ahli gizi guna mendapat solusi yang tepat terkait diet penyakit hati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Phillips, M.M. (2019). Diet – liver disease. Medline Plus. Retrieved 3 January 2017, from https://medlineplus.gov/ency/article/002441.htm 

Liver Disease Diets. (n.d). American Liver Foundation. Retrieved 24 May 2021, from https://liverfoundation.org/for-patients/about-the-liver/health-wellness/nutrition/ 

Silva, M., Gomes, S., Peixoto, A., Torres-Ramalho, P., Cardoso, H., Azevedo, R., Cunha, C., & Macedo, G. (2015). Nutrition in Chronic Liver Disease. GE Portuguese journal of gastroenterology, 22(6), 268–276. https://doi.org/10.1016/j.jpge.2015.06.004. Retrieved 24 May 2021. 

Cirrhosis and Advanced Liver Disease. (n.d). British Liver Trust. Retrieved 24 May 2021, from https://britishlivertrust.org.uk/information-and-support/living-with-a-liver-condition/diet-and-liver-disease/cirrhosis-and-advanced-liver-disease/ 

DIET FOR A HEALTHY LIVER: DO’S AND DON’TS. (2020). Narayana Health. Retrieved 24 May 2021, from https://www.narayanahealth.org/blog/diet-for-a-healthy-liver-dos-and-donts/ 

Alcohol-related liver disease. (2018). National Health Service UK. Retrieved 24 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/alcohol-related-liver-disease-arld/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 24/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x