home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Alternatif Memasak Makanan Tanpa Digoreng

7 Alternatif Memasak Makanan Tanpa Digoreng

Beberapa orang mungkin merasa kurang sreg bila makan nasi tanpa lauk gorengan. Lauk-pauk yang digoreng memang menggugah selera, tapi sering makan gorengan berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut cara lain memasak tanpa digoreng.

Mengapa makanan yang digoreng berbahaya bagi kesehatan?

cara mengurangi makan gorengan

Anda sebenarnya boleh makan makanan yang digoreng asalkan dalam jumlah yang wajar. Sayangnya, beberapa orang kadang tidak menyadari bahwa ia sudah berkali-kali mengonsumsi gorengan dalam sehari.

Patut diingat bahwa makanan yang digoreng mengandung lemak dan kolesterol dalam jumlah yang sangat tinggi. Konsumsi secara rutin atau berlebih membuat Anda berisiko lebih besar untuk mengalami berbagai masalah kesehatan di bawah ini.

1. Obesitas

Satu potong gorengan bisa menyerap minyak sebanyak 5 mL. Konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan tentu akan menumpuk minyak dan lemak di dalam tubuh. Akibatnya, Anda lebih rentan mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

2. Stroke

Makan lauk yang digoreng beberapa kali seminggu bisa meningkatkan risiko stroke. Pasalnya, kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi pada gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memicu penyumbatan arteri.

3. Penyakit jantung koroner

Konsumsi gorengan tinggi kolesterol dan lemak jenuh bisa memicu pembentukan plak arteri yang merupakan awal dari penyakit jantung koroner. Dengan mengolah masakan tanpa digoreng, Anda memperkecil risiko untuk terserang penyakit ini.

4. Diabetes

Penyakit diabetes berkaitan dengan pola makan tinggi gula dan lemak. Lemak trans pada gorengan dapat membuat gula darah naik secara drastis. Selain itu, lemak yang menumpuk juga mempersulit kerja hormon insulin dalam mengontrol gula darah.

Cara lain memasak tanpa digoreng

Sumber: Table Spoon

Jika Anda merasa sudah terlalu sering mengolah makanan dengan cara menggoreng, inilah saatnya untuk menggunakan cara yang baru. Di bawah ini alternatif cara memasak sekaligus olahan sehat tanpa digoreng menggunakan minyak.

1. Mengukus

Lauk yang dikukus alias ditim, misalnya daging ikan dan ayam, memiliki kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Selain itu, masak lauk-pauk dengan cara dikukus juga bisa membuat lauk pilihan Anda menjadi lebih harum.

2. Membuat pepes

Masakan berbahan ikan, jamur, dan tahu bisa tetap terasa gurih tanpa harus digoreng. Caranya, olah makanan ini dengan bumbu dan rempah di dalam balutan daun pisang. Kukuslah selama beberapa menit hingga ikan matang menjadi pepes yang lezat.

3. Bacem

Masakan khas Jawa Tengah ini biasanya memakai tempe atau tahu. Baluri tempe atau tahu dengan bumbu, rempah, dan gula merah. Rebus bacem selama beberapa menit agar cita rasanya meresap, lalu kukus sebentar sebelum dihidangkan.

4. Membuat semur

Semur bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan masakan yang digoreng. Hidangkan daging sapi, ayam, telur, atau tahu dalam semur kecap yang manis. Jangan lupa tambahkan kentang atau sayuran untuk menambah asupan serat dan vitamin.

5. Memanggang

Kalori dan kandungan lemak pada lauk yang dipanggang lebih rendah daripada lauk yang digoreng. Jadi, sekali-kali cobalah memanggang daging ayam, bebek, sapi, atau ikan dalam oven. Balurkan bumbu dari madu, cabai, dan lemon agar lebih segar.

Kenapa Memanggang Makanan Lebih Sehat Daripada Menggoreng?

6. Menumis

Teknik pengolahan makanan satu ini mirip dengan menggoreng, tapi tanpa memakai banyak minyak. Memasak dengan cara menumis biasanya juga lebih singkat sehingga dapat menjaga kualitas kandungan gizi, aroma, dan cita rasa suatu makanan.

7. Merebus

Anda dapat menggunakan teknik merebus untuk beragam bahan makanan, misalnya untuk membuat telur rebus saat sarapan pada pagi hari. Dengan teknik ini, Anda bisa mematangkan bahan makanan tanpa tambahan lemak jenuh dan kolesterol.

Anda bisa menemukan makanan yang digoreng di mana saja. Maka dari itu, tidak heran bila banyak orang kesulitan untuk sepenuhnya menghindari makanan ini. Terlebih lagi menggoreng merupakan teknik yang praktis dan murah-meriah.

Satu-satunya cara yang paling mungkin Anda lakukan yakni mengolah makanan dengan teknik yang bervariasi. Dengan begitu, Anda bisa membatasi asupan kolesterol dan lemak jenuh sambil secara perlahan menghindari konsumsi gorengan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthy cooking tips. (n.d.). Retrieved 12 April 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/healthy-cooking-tips

Nutrition and healthy eating. (2020). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/healthy-cooking/art-20049346

Overweight & Obesity Statistics. (2017). Retrieved 12 April 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/health-statistics/overweight-obesity

Gadiraju, T. V., Patel, Y., Gaziano, J. M., & Djoussé, L. (2015). Fried Food Consumption and Cardiovascular Health: A Review of Current Evidence. Nutrients, 7(10), 8424–8430. https://doi.org/10.3390/nu7105404

Sun, Y., Liu, B., Snetselaar, L. G., Robinson, J. G., Wallace, R. B., Peterson, L. L., & Bao, W. (2019). Association of fried food consumption with all cause, cardiovascular, and cancer mortality: prospective cohort study. BMJ (Clinical research ed.), 364, k5420. https://doi.org/10.1136/bmj.k5420

Sayon-Orea, C., Bes-Rastrollo, M., Basterra-Gortari, F., Beunza, J., Guallar-Castillon, P., de la Fuente-Arrillaga, C., & Martinez-Gonzalez, M. (2013). Consumption of fried foods and weight gain in a Mediterranean cohort: The SUN project. Nutrition, Metabolism And Cardiovascular Diseases, 23(2), 144-150. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2011.03.014

Cahill, L., Pan, A., Chiuve, S., Sun, Q., Willett, W., Hu, F., & Rimm, E. (2014). Fried-food consumption and risk of type 2 diabetes and coronary artery disease: a prospective study in 2 cohorts of US women and men. The American Journal Of Clinical Nutrition, 100(2), 667-675. https://doi.org/10.3945/ajcn.114.084129

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x