7 Cara Memasak Sehat Supaya Tak Perlu Menggoreng Lauk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin merasa ada yang kurang kalau tidak makan nasi pakai sayur dan lauk gorengan. Lauk-pauk yang digoreng memang lebih menggugah selera dan bisa menjadi pendamping sayur yang nikmat. Akan tetapi, terlalu sering makan lauk gorengan berisiko tinggi bagi kesehatan. Lalu bagaimana cara memasak sehat namun tetap nikmat tanpa perlu menggoreng lauk?

Mengapa makanan yang digoreng berbahaya bagi kesehatan?

Makanan yang digoreng mengandung kadar lemak dan kolesterol yang sangat tinggi. Sebenarnya kalau dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, makanan yang digoreng masih cukup aman. Akan tetapi, kebanyakan orang bisa mengonsumsi gorengan hingga berkali-kali dalam sehari. Akibatnya, Anda berisiko terserang berbagai penyakit kronis di bawah ini.

Obesitas

Minyak goreng dengan kadar lemak tinggi diserap oleh lauk-pauk. Kandungan lemak dalam makanan pun jadi berlebihan. Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menguak bahwa orang yang makan gorengan lebih dari empat kali seminggu lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan orang yang hanya makan gorengan dua kali seminggu.

Stroke

Studi yang dilakukan tim ahli di University of Alabama, Birmingham membuktikan bahwa makan lauk gorengan enam kali seminggu bisa meningkatkan risiko stroke hinga 41%. Ini karena kadar kolesterol tinggi dalam makanan gorengan membuat Anda lebih rentan kena serangan stroke.

Penyakit jantung koroner

Seperti halnya risiko stroke, makanan yang digoreng dengan kadar lemak jenuh dan kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Pasalnya, kolesterol dan lemak bisa menyebabkan penumpukan plak pada arteri sehingga fungsi jantung terganggu.

Diabetes

Lauk gorengan juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 (kencing manis). Makanan yang digoreng akan membuat gula darah naik secara drastis. Selain itu, lemak tubuh yang menumpuk juga akan menyulitkan kerja insulin untuk mengurai gula.

Alternatif cara memasak sehat tanpa menggoreng

Ganti teknik menggoreng lauk dengan cara memasak yang lebih sehat. Berikut adalah pilihan cara memasak sehat yang tidak melibatkan lauk digoreng dengan minyak panas.

1. Kukus

Lauk yang dikukus alias ditim, misalnya daging ikan dan ayam, mengandung kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Selain itu, masak lauk-pauk dengan cara dikukus juga bisa membuat lauk pilihan Anda jadi lebih harum.

2. Pepes

Hidangan khas Sunda ini menawarkan aroma dan rasa yang kuat. Pasalnya, rempah dan bumbu yang dimasukkan ke dalam lauk jadi lebih meresap dalam balutan daun pisang yang sedap. Anda bisa menyajikan pepes ikan, tahu, atau jamur sebagai alternatif lauk gorengan.

3. Bacem

Jenis masakan khas Jawa Tengah ini biasanya menggunakan tempe atau tahu. Setelah dibaluri dengan bumbu, rempah, dan gula merah, baceman akan direbus bersama supaya cita rasanya meresap. Kemudian kukus baceman sebelum dihidangkan, jangan digoreng.

4. Saus kecap

Sebagai variasi lauk yang digoreng, semur bisa jadi pilihan yang lebih aman. Hidangkan daging sapi, ayam, telur, atau tahu dalam semur kecap manis atau asin. Anda juga bisa mengolahnya bersama sayuran seperti wortel supaya lebih segar.

5. Panggang

Lauk yang dipanggang kadar lemak dan kalorinya lebih rendah daripada lauk gorengan. Jadi, lebih baik Anda memanggang daging ayam, bebek, sapi, atau ikan di oven daripada digoreng dengan minyak. Jangan lupa tambahkan bumbu madu, lemon, atau cabai segar.

6. Tumis

Tumis tempe, tumis tahu, tumis tauge, atau tumis udang bisa jadi pilihan lauk sederhana yang kadar lemak, kalori, dan kolesterolnya rendah. Aroma lauk tumisan juga lebih sedap daripada makanan gorengan.  

7. Rebus

Sebagai lauk sarapan di pagi hari, telur rebus bisa jadi pilihan yang mudah dan sehat. Ayam rebus juga baik untuk Anda yang membutuhkan protein tapi tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dan kolesterol.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit