home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Kadar Natrium Rendah Dalam Tubuh Anda

Berbagai Penyebab Kadar Natrium Rendah Dalam Tubuh Anda

Selama ini mungkin yang sering Anda dengar adalah “jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung natrium karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi”. Namun, ternyata kadar natrium rendah dalam tubuh juga tidak baik bagi kesehatan Anda. Ini bisa menyebabkan Anda mengalami kelelahan, pusing, mual, muntah, kram otot, kejang otot, dan kebingungan. Lalu, bagaimana kadar natrium dalam darah bisa rendah?

Fungsi natrium dalam tubuh

Natrium merupakan mineral dan juga elektrolit yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal. Sebesar 85% natrium dalam tubuh ditemukan dalam darah dan cairan getah bening. Mineral ini membantu dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Natrium juga berperan dalam kerja otot dan saraf. Serta, berperan dalam menjaga tekanan darah.

Kadar natrium dalam tubuh dikontrol oleh hormon aldesteron. Hormon ini akan memberi tahu ginjal kapan harus mengeluarkan natrium melalui urine dan kapan harus menahan natrium dalam tubuh. Selain melalui urine, sejumlah kecil natrium juga keluar dari tubuh melalui keringat. Inilah cara tubuh dalam menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh.

Natrium bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang Anda makan, seperti makanan yang mengandung garam meja, pengawet, baking soda, dan natrium dalam bentuk lainnya. Selain itu, berbagai obat-obatan juga mengandung natrium, seperti obat pencahar, aspirin, pasta gigi, dan lainnya.

Penyebab kadar natrium rendah dalam tubuh

Walaupun kadar natrium dalam darah diatur oleh hormon aldesteron, namun kadar natrium dalam darah juga bisa rendah. Hal ini disebut dengan hiponatremia. Kadar natrium rendah bisa terjadi ketika cairan dan natrium dalam tubuh tidak seimbang, bisa karena terlalu banyak cairan dalam tubuh atau karena kadar natrium dalam tubuh tidak cukup.

Perlu Anda ketahui, kadar natrium normal dalam tubuh adalah antara 135-145 milliequivalents per liter (mEq/L). Kadar natrium darah dikatakan rendah atau Anda mengalami hiponatremia jika kadar natrium darah di bawah 135 mEq/L.

Kadar natrium dalam darah yang rendah ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Perubahan hormon dalam tubuh. Penyakit Addison dapat menyebabkan ketidakcukupan kelenjar adrenal dalam tubuh. Sehingga hal ini dapat memengaruhi kelenjar adrenal dalam menghasilkan hormon yang membantu dalam menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan cairan dalam tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah juga dapat menyebabkan kadar natrium menjadi rendah dalam tubuh.
  • Minum terlalu banyak air. Hal ini membuat tubuh menjadi kelebihan cairan, sehingga kadar natrium menjadi rendah dalam darah.
  • Dehidrasi. Kebalikan dari kelebihan cairan, kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi juga dapat menyebabkan kadar natrium rendah. Saat dehidrasi, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit (kadar natrium juga ikut rendah).
  • Muntah atau diare berat. Muntah atau diare dapat menyebabkan Anda mengalami kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam tubuh, sehingga kadar natrium pun menjadi rendah dalam darah.
  • Masalah jantung, ginjal, dan hati. Masalah jantung (seperti gagal jantung kongestif), gagal ginjal, atau penyakit hati dapat memengaruhi kerja ginjal dan hati. Masalah ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian dapat mengakibatkan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone (SIADH). Pada kondisi ini, hormon antidiuretik diproduksi dalam kadar yang tinggi oleh tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh lebih banyak menahan air dalam tubuh bukan mengeluarkannya melalui urine. Sehingga tubuh Anda bisa mengalami kelebihan cairan dan kemudian kadar natrium menjadi rendah.
  • Diabetes insipidus. Diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh tidak mampu dalam menghasilkan hormon antidiuretik yang cukup. Akibatnya, tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui urine, kemudian tubuh kekurangan cairan dan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan, seperti obat diuretik, antidepresan, dan obat nyeri dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil atau berkeringat lebih banyak. Sehingga, meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kekurangan cairan dan hiponatremia.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. Sodium (Na) in Blood. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/a-to-z-guides/sodium-na-in-blood#1 [Accessed 9 Jun. 2017].

Kim, S., and Martel, J. (2017). Low Blood Sodium (Hyponatremia). [online] Available at: http://www.healthline.com/health/hyponatremia#1 [Accessed 9 Jun. 2017].

Mayo Clinic. (2014). Hyponatremia Causes – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia/basics/causes/con-20031445 [Accessed 9 Jun. 2017].

Hicks, R. (2016). Low salt or sodium in the blood (hyponatraemia). [online] Available at: http://www.webmd.boots.com/a-to-z-guides/hyponatraemia [Accessed 9 Jun. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x