home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengapa Makanan Kemasan Biasanya Tinggi Natrium?

Mengapa Makanan Kemasan Biasanya Tinggi Natrium?

Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, salah satu prinsip pola makan sehat yakni mengurangi asupan makanan kemasan, olahan, dan berpengawet. Pasalnya, makanan kemasan yang tinggi natrium memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan.

Kenapa makanan kemasan tinggi akan natrium?

Natrium sebenarnya merupakan mineral yang terdapat dalam berbagai bahan makanan alami maupun olahan.

Mineral ini bertugas menjaga keseimbangan elektrolit, cairan tubuh, dan volume darah sehingga tubuh dapat berfungsi dengan normal.

Bersama klorida, natrium menyusun kristal NaCl yang kita kenal sebagai garam dapur.

Selain menambah cita rasa makanan, garam dapur sejak berabad-abad lalu telah dimanfaatkan sebagai pengawet makanan alami.

Anda mungkin juga pernah melakukan hal yang sama, misalnya menggarami lalu mengungkep daging mentah sebelum dimasak membuat daging lebih awet.

Ini karena garam bersifat mengikat air, sedangkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur pembusuk membutuhkan air untuk hidup.

Dengan berkurangnya kandungan air dalam bahan makanan, mikroorganisme di dalamnya akan mati akibat dehidrasi.

Natrium sebagai pengawet dan penyedap makanan kemasan

Makanan kemasan snack

Produsen makanan kemasan pun menerapkan prinsip yang sama untuk mengawetkan produknya.

Bedanya, kandungan natrium dalam makanan kemasan biasanya jauh lebih tinggi kandungan natrium dalam bahan makanan alami.

Selain menjadi pengawet, penggunaan natrium dalam “dosis” besar selama pengolahan bertujuan untuk menguatkan rasa makanan.

Dengan begitu, rasa makanan tidak akan berubah meski Anda menyimpannya dalam waktu lama.

Selain garam dapur, natrium juga terkandung dalam bahan tambahan pangan (BTP) lainnya.

Beberapa contohnya yakni natrium bikarbonat, monosodium glutamat (MSG), natrium benzoat, natrium nitrat, natrium sakarin, dan soda kue.

Bahan-bahan tersebut memiliki fungsi tersendiri.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) AS, penambahan BTP mengandung natrium dapat menghambat pertumbuhan bakteri, membantu proses fermentasi, serta memperbaiki tekstur makanan.

Bahaya makanan tinggi natrium bagi kesehatan

hipertensi

Tubuh membutuhkan natrium untuk dapat berfungsi dengan baik.

Namun, asupan yang berlebihan dari makanan kemasan tinggi natrium justru bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan.

Saat tubuh kelebihan garam (natrium), ginjal akan kesulitan untuk menguras kelebihan tersebut sehingga garam menumpuk dalam aliran darah.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, garam memiliki sifat mengikat air. Garam dalam darah akan mengikat cairan di sekitarnya.

Karena kadar garam dalam darah lebih tinggi dari biasanya, jumlah cairan yang terikat pun lebih banyak.

Cairan terus masuk ke dalam aliran darah dan membuat volume darah bertambah.

Volume darah yang tinggi menyebabkan naiknya tekanan darah. Jantung juga perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kondisi ini merupakan awal terjadinya hipertensi dan berbagai komplikasinya.

Peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah konsumsi garam berlebih ialah dengan diet rendah garam.

Daftar makanan kemasan tinggi natrium

bahaya mie instan

Mengacu panduan umum FDA, suatu makanan terbilang tinggi natrium bisa kandungan natriumnya melebihi 20% kebutuhan harian per sajian.

Sebaliknya, makanan rendah natrium mengandung tak lebih dari 5% kebutuhan natrium harian per sajian.

Kebutuhan natrium orang dewasa di Indonesia menurut Angka Kecukupan Gizi yaitu 1.500 miligram (mg).

Jadi, makanan tinggi natrium adalah makanan yang mengandung 300 mg natrium per sajian, sedangkan 75 gram (g) atau kurang tergolong rendah natrium.

Berikut beberapa makanan dan minuman kemasan sehari-hari yang tergolong tinggi natrium.

  • Mie instan: setidaknya 1500 mg – 2300 mg.
  • Saus sambal, saus tomat, saus tiram, mayones, dsb.: 1.200 mg per 100 g.
  • Daging olahan: lebih dari 800 mg per 100 mg.
  • Minuman kemasan: sekitar 700 mg per 200 ml.

Selain produk-produk tersebut, natrium juga terdapat dalam makanan olahan tertentu, makanan siap saji atau siap masak, dan makanan beku.

Untuk memastikan banyaknya natrium dalam makanan Anda, selalu cermati label informasi gizi pada kemasan makanan.

Banyak orang mengonsumsi natrium melebihi batas harian. Asupan yang tinggi ini sering kali bukan berasal dari makanan alami, melainkan makanan kemasan tinggi natrium.

Dalam jangka panjang, pola makan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Untuk mencegahnya, mulailah dengan membatasi konsumsi makanan tinggi natrium dari sekarang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Role of Potassium and Sodium in Your Diet. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.cdc.gov/salt/potassium.htm

Sodium in Your Diet. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.fda.gov/food/nutrition-education-resources-materials/sodium-your-diet

Sodium Reduction. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/sodium-reduction

Guidelines for a Low Sodium Diet. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.ucsfhealth.org/education/guidelines-for-a-low-sodium-diet

How much sodium should I eat per day?. (2021). Retrieved 4 October 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sodium/how-much-sodium-should-i-eat-per-day

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 18/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan