home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Makanan Kemasan Mengandung Natrium Tinggi?

Kenapa Makanan Kemasan Mengandung Natrium Tinggi?

Mengurangi makan makanan kemasan dan berpengawet adalah salah satu prinsip hidup sehat. Langkah ini terlebih penting jika Anda memiliki hipertensi atau penyakit ginjal. Pasalnya, asupan natrium berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan.

Makanan kemasan diolah dengan natrium agar rasa dan tampilannya tetap awet, serta tahan lama

Natrium sebenarnya merupakan garam alami yang banyak terkandung dalam produk pangan nabati dan hewani. Garam alami atau garam dapur (natrium klorida) sudah digunakan sejak berabad-abad lalu untuk mengawetkan makanan. Anda atau ibu Anda di rumah dulu mungkin juga pernah melakukannya; menggarami daging mentah dan diungkep dulu sampai tiba saat harus dimasak nanti.

Ini karena garam bersifat menyerap air, yang dapat menyebabkan mikroorganisme dalam daging atau bahan makanan lain mati akibat dehidrasi. Sifat inilah yang membuat bakteri pembusuk makanan ikut mati, sehingga makanan Anda bisa bertahan lebih lama. Garam juga bermanfaat untuk melindungi makanan dari pertumbuhan jamur.

Prinsip penggaraman di atas kemudian diikuti oleh produsen makanan kemasan untuk mengawetkan produknya. Meski begitu, “dosis” natrium yang digunakan lebih banyak daripada jumlah natrium alami yang ditemukan dalam produk makanan alami. Porsi natrium berlebih yang diikutsertakan selama pengolahan makanan kemasan juga bertujuan untuk menguatkan rasanya agar bisa tetap sama meski telah lama disimpan di toko.

Selain garam dapur, jenis natrium lain yang digunakan untuk mengawetkan makanan termasuk soda kue, natrium bikabornat, monosodium glutamat (MSG), natrium benzoat, natrium sakarin, dan natrium nitrat. Anda akan menemukan bahan-bahan kimia tersebut dalam makanan seperi saus salad, makanan kaleng, makanan yang dipanggang, daging yang diawetkan, daging kaleng, keju, selai, dan lain sebagainya.

Bahaya makanan tinggi natrium bagi kesehatan

Tubuh membutuhkan garam untuk bisa berfungsi baik. Namun, asupan garam yang berlebihan justru akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan tubuh.

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal akan kesulitan untuk menguras kelebihan tersebut sehingga garam akan menumpuk dalam darah. Seperti yang telah disinggung di atas, garam bersifat menyerap air. Ketika ada terlalu banyak garam dalam darah, jumlah cairan yang mengelilingi sel-sel darah akan meningkat dan menyebabkan volume darah meningkat. Volume darah yang tinggi menyebabkan tekanan darah naik karena jantung akan bekerja lebih keras untuk bisa memompa darah ke seluruh tubuh.

Peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah konsumsi garam berlebih adalah dengan diet rendah garam.

Daftar makanan tinggi natrium dan rendah natrium

American Journal of Clinical Nutrition mencatat bahwa suatu produk makanan dikatakan memiliki kandungan natrium tinggi jika mengandung lebih dari 500 mg natrium. Artinya, lebih dari 500 mg untuk setiap 100 gram makanan.

Beberapa produk makanan dengan kandungan natrium yang tinggi meliputi: mie instan (setidaknya 1500 mg hingga 2300 mg), saus (saus sambal/saus tomat/saus tiram/saus mayonaise/dst) yaitu sekitar 1.200 mg per 100 g, daging olahan (lebih dari 800 mg per 100 mg), dan minuman kemasan (sekitar 700 mg per 200 ml).

Jika Anda menemukan bahwa kandungan natriumnya kurang dari 120 mg setelah membaca label informasi nilai gizi, makanan tersebut termasuk rendah natrium. Sayuran segar dan sereal termasuk makanan rendah natrium karena keduanya hanya mengandung sekitar 200 mg natrium per 100 gram berat produk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why There’s so Much Sodium in Proccessed Foods? – https://www.verywellfit.com/why-theres-so-much-sodium-in-processed-foods-2507086 diakses pada 31 Mei 2018

How Processed Food Can Affect Your Health – https://www.verywellfit.com/ways-processed-food-wrecks-your-health-3898404 diakses pada 31 Mei 2018

Why Processed Foods Contain So Much Sodium – https://www.fitday.com/fitness-articles/nutrition/healthy-eating/why-processed-foods-contain-so-much-sodium.html diakses pada 31 Mei 2018

Salt Levels in Processed Foods Still Too High – https://www.livescience.com/31976-sodium-processed-food-changes.html diakses pada 31 Mei 2018

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 24/06/2018
x