Penyakit Addison

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Addison (Addison disease)?

Penyakit Addison adalah gangguan yang terjadi ketika kelenjar adrenalin tidak bekerja secara maksimal, sehingga tubuh tidak menghasilkan cukup hormon-hormon penting.

Dua kelenjar adrenal kecil ini terletak di atas ginjal. Kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron. Dalam penyakit Addison, kelenjar adrenal menghasilkan sangat sedikit sekali hormon kortisol dan aldosterone. Tanpa hormon ini, garam dan air dalam tubuh tak bisa dikeluarkan melalui urin, yang akan mengakibatkan jatuhnya tekanan darah hingga sangat rendah.

Di saat yang bersamaan, hal tersebut akan meningkatkan jumlah potasium hingga tingkat yang membahayakan. Sampai saat ini belum ada metode efektif untuk mencegah penyakit Addison.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit Addison dapat muncul di setiap umur dan jenis kelamin. Namun, di banyak kasus, penyakit ini lebih sering menjangkiti wanita daripada pria.

Situs layanan masyarakat Britania Raya, NHS, penyakit ini tergolong dalam kelainan langka yang biasanya terjadi di antara umur 30 dan 50 tahun. Selalu konsultasi pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Addison (Addison disease)?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala Addison disease biasanya berkembang perlahan, seringkali selama beberapa bulan. Seringkali, penyakit ini berkembang sangat lambat, sehingga gejala diabaikan. Akibatnya, kondisi bisa lebih menjadi lebih buruk. Beberapa gejala penyakit Addison adalah:

  • Sering merasa lemah atau kelelahan
  • Penurunan nafsu makan
  • Berat badan menurun drastis
  • Tekanan darah rendah
  • Hypoglycemia atau gula darah rendah
  • Mual, muntah, dan diare
  • Ngidam makanan asin
  • Hiperpigmentasi atau menggelapnya warna kulit
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit perut
  • Depresi
  • Rambut rontok
  • Disfungsi seksual pada wanita

Terdapat beberapa tanda dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda cemas terhadap satu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda merasa bahwa Anda menderita penyakit ini, pergilah ke dokter untuk meminta saran dan diagnosis yang akurat. Terlebih, segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala penyakit Addison, seperti:

  • Kulit lebih gelap
  • Merasakan sangat lelah
  • penurunan berat badan
  • Masalah pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, dan sakit perut
  • Pusing atau pingsan
  • Sakit otot atau sakit persendian

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda di atas guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Pada kasus penyakit Anddison yang parah, dibutuhkan penanganan medis segera sebelum mengakibatkan koma bahkan kematian.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Addison (Addison disease)?

Penyebab penyakit Addison yang utama adalah kelenjar adrenal tidak bekerja secara efektif. Barisan kelenjar ini terletak tepat di belakang ginjal. Mereka memproduksi hormon untuk menjaga kerja organ-organ dan jaringan dalam tubuh. Ketika kelenjar adrenal terluka, hormon kortisol dan aldosteron tidak akan diproduksi. Penyebab dari luka adrenal dapat berupa:

  • Kacaunya sistem imun yang mengira kelenjar adrenal berbahaya bagi tubuh. Karena itu ia menyerang kelenjar tersebut.
  • Penyakit infeksi seperti TBC, AIDS, atau infeksi jamur.
  • Tumor atau pendarahan pada kelenjar adrenal.

Terdapat kemungkinan penyebab lain dari penyakit ini. Silakan tanyakan dokter Anda jika Anda memiliki pertanyaan tambahan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit Addison (Addison disease)?

Jika Anda terdiagnosa penyakit Addison, Anda sebaiknya mengikuti instruksi dokter untuk dirawat secara efektif. Di samping itu, Anda sebaiknya mencatat dan menghindari hal-hal berikut:

  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung potasium tinggi (seperti pisang, jeruk, garam pengganti).
  • Mengabaikan gejala-gejala penyakit atau kelainan. Hal ini menyebabkan dokter tidak bisa mengawasi kondisi Anda dan menemukan perawatan yang tepat.
  • Tidak melakukan pengobatan segera setelah gejala mulai muncul. Diagnosis awal membuat pengobatan lebih efektif.
  • Tidak bekerja sama dengan perawatan dokter, seperti tidak mengonsumsi obat yang telah dianjurkan, tidak datang sesuai jadwal dan menolak terapi. Dokter dapat menyediakan arahan metode dan perawatan yang terbaik untuk Anda. Selalu ikuti arahan dan instruksi dari dokter.

Selalu turuti arahan dokter untuk melakukan perawatan yang efektif. Silakan konsultasi dengan dokter Anda mengenai faktor-faktor yang Anda butuhkan untuk membatasi atau dihindari saat Anda dirawat karena penyakit ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit Addison (Addison disease)?

Metode perawatan dapat bermacam-macam bergantung pada kondisi dan beratnya gejala. Bagaimanapun, dalam banyak kasus, perawatan dengan kortikosteroid topikal adalah yang banyak digunakan. Obat kortikosteroid dapat membantu mengontrol gejala.

Biasanya, Anda membutuhkan pengobatan yang berkelanjutan untuk hasil terbaik. Dokter Anda dapat meningkatkan dosisnya jika Anda menderita penyakit-penyakit atau kondisi medis seperti infeksi, trauma, stres, atau pembedahan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan memeriksa darah dan urin, serta menimbang konsentrasi hormon adrenal. Dokter dapat meminta Anda untuk menjalani X-ray dan CT scan pada kelenjar adrenalin.

Selain itu, dokter akan mendiagnosa penyakit Anda berdasarkan sejarah medis, tanda-tanda, dan gejala yang Anda rasakan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Addison (Addison disease)?

Di samping perawatan manual penyakit Addison oleh dokter, Anda perlu melaksanakan dan menjaga gaya hidup Anda dan untuk memastikan kesehatan serta kondisi Anda:

  • Memeriksa kesehatan dan kondisi secara teratur ke dokter.
  • Menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Konsultasi dengan dokter untuk saran sebelum dan sesudah bedah.
  • Selalu membawa persediaan obat darurat yang lengkap, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui cara pemakaian obat-obat ini.
  • Memiliki gaya hidup sehat. Seimbangi diet dengan kadar garam yang cukup.
  • Lakukan olahraga, tetapi jangan terlalu berlebihan.
  • Hubungi dokter jika merasa kurang sehat (mual, muntah, demam) atau merasa pusing, lelah dan berat badan menurun drastis.
  • Selalu konsultasi dengan dokter jika Anda ingin mengurangi dosis obat, sehingga Anda akan terhindar dari komplikasi seperti penambahan berat badan, diabetes, dan hipertensi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Tortikolis

Tortikolosis membuat leher penderitanya mengalami kecondongan untuk miring ke satu sisi. Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang mengganggu fungsi hati. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatan, serta pencegahannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan probiotik

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
susah tidur malam meski badan capek

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit