Apakah Minum Terlalu Banyak Air Bisa Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan H2O sehingga sangat penting bagi tubuh untuk memiliki kadar air yang cukup. Air terdapat pada aliran darah, mengisi sel beserta rongga antar sel. Tubuh juga mengatur pengeluaran air untuk menjaga keseimbanga. Namun, apa yang terjadi jika tubuh mengandung air terlalu banyak?

Minum air terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan ion

Pada kenyataannya, tidak semua air yang kita minum memiliki ion yang dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan ion sering kali keluar bersama keringat dalam bentuk garam. Konsumsi air yang terlalu banyak, tanpa disertai penambahan keseimbangan asupan garam baik dari makanan dan minuman, akan menurunkan konsentrasi garam dalam darah. Konsentrasi garam dalam aliran darah itu sendiri diperlukan untuk menjaga tekanan darah, kerja otot dan saraf agar tetap normal. Garam dalam darah juga mempengaruhi kerja ginjal dalam mengatur penyimpanan air dan mencegah tubuh menyimpan air terlalu banyak.

Konsentrasi garam normal dalam darah berkisar antara 135-145 mmol/liter. Konsumsi air terlalu banyak dapat mengurangi konsentrasi garam darah hingga sekitar 115-130 mmol dan memicu berbagai penurunan fungsi darah karena menjadi lebih cair.

Gejala yang terjadi pada tubuh saat “keracunan air” akibat minum terlalu banyak

Meminum air terlalu banyak dalam waktu singkat dapat memicu terjadinya keracunan air atau overhidrasi. Kondisi ini bermula dengan penyimpanan air di dalam tubuh karena ginjal tidak dapat mengatur air, akibat adanya ketidakseimbangan ion. Air yang tidak dapat dikeluarkan kembali terserap dalam aliran darah, dan akhirnya tubuh yang menyimpan air terlalu banyak menyebabkan pembesaran berbagai sel tubuh sehingga mengganggu fungsi sel itu sendiri.

Jika pembesaran sel sampai terjadi pada sel otak, maka ini dapat menyebabkan tekanan dalam tulang tengkorak meningkat. Hal ini memicu berbagai gejala awal keracunan air seperti sakit kepala, mual, dan muntah-muntah. Gejala dapat berkembang menjadi penurunan fungsi kognitif sesaat seperti merasa kebingungan, kesulitan berpikir, dan mengalami disorientasi.  

Dalam kasus yang lebih serius, keracunan air juga menyebabkan kram otot dan kesulitan bernapas yang disertai kegagalan fungsi otak. Pembengkakan otak yang serius juga dapat terjadi akibat sel menyimpan terlalu banyak air, menyebabkan kejang bahkan berakhir kematian.

Apa yang menyebabkan seseorang overhidrasi?

Sangat sulit bagi seseorang mengonsumsi air terlalu banyak secara tidak sengaja, karena air tidak dapat menimbulkan ketagihan. Meskipun demikian, terdapat beberapa alasan seseorang meminum air terlalu banyak dan menyebabkan kondisi overdehidrasi.

1. Meminum banyak air dengan sengaja

Hal ini pernah tercatat sebelumnya di mana seseorang meminum sangat banyak air untuk memenangkan suatu kontes atau permainan. Tanpa disadari, konsumsi air berlebih menyebabkan keracunan dan akhirnya menyebabkan kematian.

2. Terlalu banyak minum air dengan alasan mencegah dehidrasi

Kondisi ini sering dialami oleh atlet ataupun tentara saat menjalani latihan dengan aktivitas fisik berat. Namun justru hal ini dapat memicu overdehidrasi. Hal ini dikarenakan saat mengalami stress, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatur pengeluaran cairan dengan mensekresi hormon antidiuretik, sehingga tubuh dapat menyimpan cairan lebih banyak, dan konsumsi air berlebih hanya akan membuat kondisi overhidrasi.

3. Keinginan meminum air akibat kondisi penyakit

Hal ini dapat terjadi pada individu yang mengalami diabetes ataupun sedang menjalani pengobatan dengan efek samping yang memicu mulut kering. Keinginan minum atau rasa haus tersebut bukanlah tanda saat tubuh mengalami kekurangan cairan namun hanya respon tubuh terhadap gangguan, dan meminum air terlalu banyak tetap dapat memicu overhidrasi.

4. Mengidap skizofrenia

Skizofrenia adalah kondisi kejiwaan yang menyebabkan seseorang sulit berhenti dalam melakukan suatu hal, termasuk salah satunya mengonsumsi air. Jika hal ini terjadi maka akan sangat berbahaya bagi penderita skizofrenia karena ia tidak menyadari dan tidak dapat menghentikan konsumsi air seorang diri.

5. Kondisi medis lain

Selain itu, gejala overdehidrasi tanpa meminum air terlalu banyak juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang memicu penyimpanan air lebih banyak, seperti:

Cara menangani overhidrasi

Overhidrasi sering ditandai dengan rasa mual dan pusing sesaat setelah meminum air terlalu banyak. Untuk mencegahnya bertambah parah, segera hentikan konsumsi air dalam beberapa waktu ke depan dan berikan obat diuretik untuk memicu pengeluaran cairan melalui urin. Gejala sakit kepala, kejang, dan mual dapat diatasi dengan memberikan pengobatan sesuai dengan gejala yang dialami penderita.

Berapa batas maksimal asupan air dalam sehari?

Salah satu penyebab seseorang meminum air terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat adalah saat merasa haus berlebih setelah berolahraga atau beraktivitas fisik berat. Untuk menghindari hal ini, konsumsilah air saat 15-30 menit sebelum beraktivitas fisik untuk menghindari minum terlalu banyak setelah beraktivitas fisik. Hindari meminum air lebih dari satu liter dalam waktu satu jam.

Kebutuhan air harian pada orang normal pada umumnya hanya sekitar 3,7 liter air untuk laki-laki, dan 2,7 air untuk perempuan, dan ini sudah termasuk kandungan air dari makanan dan minuman lainnya.  Selain itu, cara yang paling mudah dan aman untuk memenuhi kecukupan air minum adalah dengan cara segera meminum air secukupnya  setiap kali merasa haus.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit