5 Manfaat Tepung Kelapa, Cegah Sakit Jantung dan Kontrol Gula Darah

    5 Manfaat Tepung Kelapa, Cegah Sakit Jantung dan Kontrol Gula Darah

    Pernahkah Anda menggunakan tepung kelapa untuk bahan dasar utama membuat kue? Selain memiliki kandungan gizi yang bervariasi, tepung ini juga memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Kandungan gizi tepung kelapa

    Anda mungkin sudah familier dengan manfaat air kelapa untuk kesehatan. Tapi bagaimana dengan tepung kelapa?

    Tepung yang juga disebut coconut flour ini terbuat dari daging buah kelapa yang diparut dan diperas untuk menghasilkan santan.

    Hasil parutan yang sudah diperas tersebut selanjutnya dipanggang dengan suhu rendah dan ditumbuk hingga halus menyerupai tepung.

    Menurut situs Food Data Central, dalam 100 gram tepung kelapa terdapat sederet kandungan gizi berikut ini.

    • Protein: 21,4 gram (g).
    • Karbohidrat: 64,3 g.
    • Lemak: 10,7 g.
    • Serat: 35,7 g.
    • Kalsium: 21 miligram (mg).
    • Zat besi: 7,14 mg.
    • Kalium: 2210 mg.
    • Natrium: 71 mg.

    Bila dibandingkan dengan tepung gandum biasa, kandungan serat dan protein pada coconut flour cenderung lebih tinggi.

    Selain itu, tepung ini diyakini bebas gluten sehingga dianggap ideal bagi siapa saja yang punya intoleransi terhadap gluten.

    Manfaat tepung kelapa

    tepung kelapa

    Di balik kandungan gizinya, tepung ini menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan yang sayang bila dilewatkan.

    1. Mengendalikan gula darah

    Kandungan karbohidrat pada tepung kelapa cenderung lebih rendah daripada jenis tepung lainnya.

    Hal ini tentu menguntungkan bagi Anda karena asupan makanan dengan karbohidrat rendah tidak berkontribusi pada kenaikan gula darah.

    Bahkan, tepung ini dapat menjadi pilihan alternatif pengganti tepung gandum bagi pasien diabetes.

    Selain itu, tepung ini juga tinggi serat yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah Anda.

    Asupan serat bisa mengurangi tingkat pelepasan glukosa ke aliran darah setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

    Studi dalam jurnal Plos Medicine (2020) menunjukkan bahwa diet tinggi serat bermanfaat bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan kerja insulin dan mengurangi kadar gula darah.

    2. Menurunkan berat badan

    Manfaat coconut flour berikutnya adalah membantu Anda dalam menurunkan berat badan.

    Pasalnya, tepung ini tinggi serat dan protein yang sangat penting untuk mengendalikan nafsu makan.

    Serat dapat membantu Anda merasa kenyang lebih cepat, sedangkan protein berperan dalam membuat Anda kenyang lebih lama.

    Ini artinya, Anda jadi tidak merasa terus-terusan lapar dan bisa mengatur asupan kalori dari makanan.

    Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan tepung kelapa dengan penurunan berat badan seseorang secara langsung.

    3. Mengurangi risiko penyakit jantung

    Karena kandungan serat dan kaliumnya yang tinggi, mengonsumsi tepung ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Penelitian dalam jurnal Nutricia Hospitalaria (2015) menunjukkan penurunan kadar kolesterol dan gula darah setelah mengonsumsi 26 gram tepung kelapa setiap hari selama 9 bulan.

    Penelitian tersebut melibatkan 42 wanita Brazil yang memiliki berat badan berlebih.

    Seperti yang Anda sudah ketahui, tingginya kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah berkaitan erat dengan penyakit jantung.

    Kabar baiknya, serat dalam coconut flour dapat menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL dengan cara mengikatnya dalam sistem pencernaan.

    Akibatnya, kolesterol tersebut tidak ikut terserap dan dikeluarkan melalui feses.

    Sementara itu, peningkatan asupan kalium dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

    4. Membantu kesehatan pencernaan

    tepung kelapa

    Lagi-lagi berkat kandungan seratnya yang cukup tinggi, tepung kelapa bisa membantu memelihara kesehatan sistem pencernaan Anda.

    Serat tak larut dalam coconut flour dapat membantu melancarkan proses mencerna makanan, menambah volume feses, dan mendukung fungsi mikrobiota baik di usus Anda.

    Hasilnya, Anda terhindar dari risiko sembelit dan masalah pencernaan lainnya.

    Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi kesehatan Anda secara keseluruhan karena sistem pencernaan berhubungan dengan daya tahan tubuh.

    Jika sistem pencernaan Anda sehat, sistem kekebalan tubuh Anda pun akan meningkat.

    5. Aman untuk pasien penyakit celiac

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tepung kelapa bebas gluten.

    Jadi, tepung ini merupakan pilihan yang cocok untuk pasien dengan penyakit celiac dan alergi gandum (intoleransi gluten).

    Gluten sendiri adalah sejenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian tertentu, termasuk gandum, jelai, dan gandum hitam.

    Tubuh seseorang yang tidak dapat menoleransi gluten dapat mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, masalah penyerapan nutrisi, diare hingga masalah usus.

    Dengan menggunakan coconut flour, Anda tak perlu khawatir dengan reaksi alergi saat ingin makan kue atau masakan lainnya yang berbahan dasar tepung.

    Tahukah Anda?

    Intoleransi gluten terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna gluten. Sementara alergi gandum terjadi saat tubuh terpapar berbagai jenis protein dalam gandum, termasuk gluten.

    Cara mengolah tepung kelapa

    Anda bisa menggunakan tepung kelapa untuk berbagai menu makanan manis maupun gurih, terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet bebas gluten.

    Beberapa jenis masakan yang bisa Anda olah dengan menggunakan tepung ini meliputi:

    • kue kering,
    • roti,
    • pancake,
    • muffin,
    • donat, dan
    • martabak manis.

    Namun perlu diingat bahwa tepung ini cenderung lebih padat dan lebih banyak menyerap air daripada tepung gandum lainnya.

    Ada beberapa informasi penting sebelum menggunakan tepung ini yang bisa Anda coba di rumah seperti berikut ini.

    • ¼ cangkir (28 gram) tepung kelapa setara dengan 1 cangkir (120 gram) tepung serbaguna.
    • Takaran air untuk mengatur kekentalan sedang yaitu sekitar ¼ cangkir air untuk setiap ¼ cangkir tepung kelapa. Anda bisa menukar air dengan 1 butir telur untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut.
    • Karena lebih padat, tepung ini juga bisa digunakan sedikit untuk mengentalkan sup.

    Setelah mengetahui kandungan gizi dan manfaat tepung kelapa, tak ada salahnya mencoba mengganti tepung serbaguna Anda dengan tepung yang menyehatkan ini.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Organic Coconut Flour – Food Data Central. US Department of Agriculture. Retrieved 28 November 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1930730/nutrients

    de Paula Franco E, Moraes de Oliveira GM, Raggio Luiz R, Rosa G. EFFECT OF HYPOENERGETIC DIET COMBINED WITH CONSUMPTION OF COCONUT FLOUR IN OVERWEIGHT WOMEN. Nutr Hosp. 2015 Nov 1;32(5):2012-8. doi: 10.3305/nh.2015.32.5.9661

    Reynolds AN, Akerman AP, Mann J. Dietary fibre and whole grains in diabetes management: Systematic review and meta-analyses. PLoS Med. 2020 Mar 6;17(3):e1003053. doi: 10.1371/journal.pmed.1003053

    Hopkin, L., Broadbent, H., & Ahlborn, G. (2022). Influence of almond and coconut flours on Ketogenic, Gluten-Free cupcakes. Food Chemistry: X, 13, 100182. doi: 10.1016/j.fochx.2021.100182

    Aburto, N., Hanson, S., Gutierrez, H., Hooper, L., Elliott, P., & Cappuccio, F. (2013). Effect of increased potassium intake on cardiovascular risk factors and disease: systematic review and meta-analyses. BMJ, 346(apr03 3), f1378-f1378. doi: 10.1136/bmj.f1378

    Li, Y., Zheng, Y., Zhang, Y., Xu, J., & Gao, G. (2018). Antioxidant Activity of Coconut (Cocos nucifera L.) Protein Fractions. Molecules, 23(3), 707. doi: 10.3390/molecules23030707

    Watts, M. (2019). Coconut can be consumed in many different forms, and it can have a variety of benefits for people with diabetes. Retrieved 28 November 2022, from https://www.diabetes.co.uk/natural-therapies/coconuts.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 4 hours ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan