home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Hanya Lezat untuk Masakan, Berikut 5 Manfaat Kesehatan dari Santan

Tak Hanya Lezat untuk Masakan, Berikut 5 Manfaat Kesehatan dari Santan

Santan adalah bahan masakan yang cukup populer di Indonesia. Hidangan yang mengandung santan biasanya terasa lebih gurih dan kental, misalnya opor atau rendang. Di balik rasanya yang nikmat, santan juga menyimpan berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh Anda, lho! Yuk, simak apa saja manfaat kesehatan santan!

Kandungan nutrisi di dalam santan

resep minuman santan

Santan dibuat dari daging buah kelapa yang diparut dan dihancurkan bersama dengan air. Hasil dari buah kelapa tersebut berupa cairan ekstrak kelapa yang kental.

Karena rasanya yang gurih dan sedikit manis, santan bisa dipakai untuk memasak berbagai jenis hidangan atau diolah sebagai minuman.

Santan telah dipercaya sebagai bahan masakan yang memiliki manfaat bagi tubuh sejak zaman dahulu kala.

Ini karena kandungan beragam nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang ada di dalam setiap 100 gram (g) santan, seperti:

  • Air: 54,9 g
  • Energi: 324 Kalori (Kal)
  • Protein: 4,2 g
  • Lemak: 34,3 g
  • Karbohidrat: 5,6 g
  • Kalsium: 14 miligram (mg)
  • Fosfor: 45 mg
  • Besi: 1,9 mg
  • Natrium: 18 mg
  • Kalium: 514,1 mg
  • Zinc (seng): 0,9 mg
  • Vitamin C: 2 mg

Ditambah lagi, santan juga diperkaya kandungan antioksidan sehingga baik untuk menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Manfaat santan bagi kesehatan

bayi makan minum santan

Ada banyak khasiat yang bisa Anda dapatkan dari santan, mulai dari kesehatan jantung hingga berat badan yang ideal.

Berikut adalah berbagai manfaat yang terkandung di dalam santan:

1. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Banyak yang masih beranggapan bahwa santan tidak baik untuk jantung karena kadar lemaknya yang tinggi serta berisiko meningkatkan kolesterol.

Padahal, menurut sebuah studi dari jurnal Nutrition and Metabolism Research, santan justru efektif menjaga kadar kolesterol baik atau HDL di dalam darah Anda.

Ini artinya, konsumsi santan yang cukup bisa membantu Anda terhindar dari risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.

Namun, pastikan Anda juga tidak mengonsumsi santan dalam jumlah yang terlalu banyak, ya.

2. Memelihara fungsi otak

Bila Anda ingin mengoptimalkan fungsi otak, Anda bisa mendapatkan manfaat tersebut dengan mengonsumsi santan.

Santan terdiri dari asam lemak rantai-sedang sehingga mudah diserap oleh hati dan diubah menjadi keton.

Keton dibutuhkan sebagai energi yang penting untuk otak. Selain itu, keton bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki masalah ingatan, seperti penyakit Alzheimer.

Tak hanya itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada kelapa parut (bahan baku santan) juga baik sebagai sumber energi otak Anda.

3. Manfaat santan untuk mencegah kanker

Satu lagi khasiat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi santan adalah membantu mencegah kanker.

Hal ini berkat kandungan asam laurat yang ada di dalam kelapa parut.

Sebuah studi dari Cell Death Discovery meneliti efek asam laurat pada minyak kelapa terhadap pertumbuhan sel kanker payudara.

Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa asam laurat bisa membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker pada pengidap kanker payudara.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Menariknya lagi, santan memberikan manfaat berupa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena kaya kandungan antioksidan.

Bahkan, menurut sebuah penelitian dari Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, kandungan antioksidan pada santan lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu sapi dan susu kambing.

Selain itu, santan mengandung zat-zat antimikroba dan asam kaprat yang memiliki fungsi antibakteri, antifungi, dan antivirus.

Fungsi-fungsi ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan berbagai infeksi bakteri dan infeksi virus berbahaya.

5. Manfaat santan untuk menjaga berat badan

Berbagai pendapat mengatakan bahwa santan memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi, bahkan lebih dari susu sapi murni.

Memang benar bahwa santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi kadarnya.

Namun, perlu diingat bahwa jenis lemak jenuh pada santan adalah trigliserida rantai-sedang, bukan trigliserida rantai-panjang.

Trigliserida rantai-sedang memiliki struktur molekul yang sederhana. Artinya, lemak jenuh ini mudah larut dalam air.

Lemak ini juga lebih mudah untuk berpindah dari usus kecil menuju hati sehingga bisa lebih cepat menghasilkan energi.

Karena lemak ini langsung dibakar menjadi energi, hanya sedikit lemak yang akan tersisa dan menumpuk di jaringan lemak.

Trigliserida rantai-sedang juga bisa mempercepat metabolisme tubuh.

Jadi, Anda yang ingin mengurangi berat badan justru bisa mendapatkan asupan lemak sehat dari santan.

Hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi santan

makanan bersantan untuk bayi

Terlepas dari manfaat santan yang sangat beragam, ada hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsinya:

Pilih santan yang tidak mengandung bahan pengawet

Santan berpotensi mengalami reaksi kimia berbahaya jika dikemas dalam kaleng yang mengandung Bisphenol-A (BPA).

BPA adalah zat kimia berbahaya yang biasanya ditemukan pada kemasan logam dan plastik.

Saat dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, BPA berisiko memicu gangguan pada otak, terutama bagi bayi dan anak-anak.

Jika Anda ingin membeli santan yang sudah jadi, pilihlah yang tertulis “bebas BPA” pada kemasannya.

Anda juga bisa memilih santan yang dikemas dalam karton untuk meminimalisir risiko santan tercampur zat-zat berbahaya agar kandungan gizi di dalamnya tidak terganggu.

Bila Anda ingin lebih aman lagi sekaligus mendapatkan manfaat kesehatannya secara maksimal, Anda bisa membuat sendiri santan homemade alias buatan rumahan.

Cara membuat santan homemade pun cukup mudah, yaitu:

  • Siapkan kelapa parut segar yang bebas gula, garam, atau bahan-bahan lainnya.
  • Masukkan ke dalam blender dan tambahkan air panas (bukan air mendidih).
  • Blender hingga lembut dan saring sampai Anda mendapatkan ekstrak kelapa dengan tekstur yang halus.
  • Simpan dalam suhu ruangan.

Ingat, di samping berupaya untuk mendapat manfaat baik dari santan, pertimbangkan juga pemilihan santan yang aman agar khasiatnya tetap terjaga, ya!

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Khaw, K., Sharp, S., Finikarides, L., Afzal, I., Lentjes, M., Luben, R., & Forouhi, N. (2018). Randomised trial of coconut oil, olive oil or butter on blood lipids and other cardiovascular risk factors in healthy men and women. BMJ Open, 8(3), e020167. http://dx.doi.org/10.1136/bmjopen-2017-020167

Widianingrum, D., Noviandi, C., & Salasia, S. (2019). Antibacterial and immunomodulator activities of virgin coconut oil (VCO) against Staphylococcus aureus. Heliyon, 5(10), e02612. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e02612

Karunasiri, A., Gunawardane, M., Senanayake, C., Jayathilaka, N., & Seneviratne, K. (2020). Antioxidant and Nutritional Properties of Domestic and Commercial Coconut Milk Preparations. International Journal Of Food Science, 2020, 1-9. https://doi.org/10.1155/2020/3489605

Lappano, R., Sebastiani, A., Cirillo, F., Rigiracciolo, D., Galli, G., & Curcio, R. et al. (2017). The lauric acid-activated signaling prompts apoptosis in cancer cells. Cell Death Discovery, 3(1). https://dx.doi.org/10.1038%2Fcddiscovery.2017.63

Alyaqoubi, S., Abdullah, A., Samudi, M., Sani, NA. (2015). Study of antioxidant activity and physicochemical properties of coconut milk (Pati santan) in Malaysia. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 7(4), 967-973. 

Eyres, L., Eyres, M., Chisholm, A., & Brown, R. (2016). Coconut oil consumption and cardiovascular risk factors in humans. Nutrition Reviews, 74(4), 267-280. https://dx.doi.org/10.1093%2Fnutrit%2Fnuw002

Fernando, W. M., Martins, I. J., Goozee, K. G., Brennan, C. S., Jayasena, V., & Martins, R. N. (2015). The role of dietary coconut for the prevention and treatment of Alzheimer’s disease: potential mechanisms of action. The British journal of nutrition, 114(1), 1–14. https://doi.org/10.1017/S0007114515001452

Neelakantan, N., Seah, J., & van Dam, R. M. (2020). The Effect of Coconut Oil Consumption on Cardiovascular Risk Factors: A Systematic Review and Meta-Analysis of Clinical Trials. Circulation, 141(10), 803–814. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.119.043052 

Patrone, V., Minuti, A., Lizier, M., Miragoli, F., Lucchini, F., Trevisi, E., Rossi, F., & Callegari, M. L. (2018). Differential effects of coconut versus soy oil on gut microbiota composition and predicted metabolic function in adult mice. BMC genomics, 19(1), 808. https://doi.org/10.1186/s12864-018-5202-z

Coconut Oil – Harvard T.H. Chan School of Public Health .(n.d.). Retrieved February 18, 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/coconut-oil/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x