home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Makan Tape Singkong Bermanfaat Buat Tubuh?

Apakah Makan Tape Singkong Bermanfaat Buat Tubuh?

Salah satu kudapan khas Indonesia yang populer adalah tape singkong. Selain enak, makanan hasil fermentasi ini ternyata tinggi nutrisi, lho! Itu kenapa tape singkong diyakini punya sejumlah manfaat kesehatan yang tak boleh disepelekan. Penasaran apa saja? Yuk, intip jawabannya dalam ulasan berikut.

Proses pembuatan tape singkong

Tape adalah makanan yang dibuat dari fermentasi singkong. Singkong yang diolah menjadi tape adalah singkong yang manis, biasanya berwarna putih atau kuning.

Sebelum melalui proses fermentasi, singkong terlebih dahulu dicuci bersih dan dikukus hinga matang. Setelah itu, singkong ditaburi dengan ragi.

Proses fermentasi bisa dilakukan dengan cara membungkus singkong dalam daun pisang atau ditempatkan pada sebuah wadah khusus yang kedap udara selama 2-3 hari. Semakin lama proses fermentasi, maka tekstur singkong akan semakin empuk.

Proses fermentasi yang tepat akan menghasilkan tape yang rasanya manis sedikit asam dan beraroma alkohol. Rasa manis tape berasal dari ragi yang memecah karbohidrat dalam singkong menjadi gula sederhana. Inilah yang membuat makanan ini bisa terasa manis, meski tidak diberi gula. Namun, beberapa orang mungkin akan menambahkan sedikit gula supaya terasa lebih manis lagi.

Selain dimakan langsung, tape singkong juga bisa diolah menjadi beragam makanan lain yang lezat. Mulai dari bolu, brownies, kolak, puding, hingga campuran dalam es buah.

Nutrisi dalam tape singkong

Kudapan yang sering dijadikan oleh-oleh dari Jawa Barat ini faktanya tak kalah bergizi ketimbang makanan fermentasi lain seperti yogurt, keju, kefir, tahu, dan tempe.

Melansir Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI), per 100 gram tape singkong mengandung sejumlah nutrisi yang meliputi:

  • Kalori: 173
  • Protein: 0,5 gram
  • Lemak: 0,1 gram
  • Karbohidrat: 42, 5 gram
  • Kalsium: 30 gram
  • Fosfor: 30 miligram
  • Air: 56 gram

Manfaat tape singkong

Penting untuk dipahami bahwa literatur yang membahas manfaat tape singkong itu sendiri sangat terbatas. Masih dibutuhkan banyak penelitian lanjutan untuk memastikan keabsahannya.

Namun, proses fermentasi selama pembuatan tape singkong disinyalir berpotensi membawa manfaat untuk tubuh. Makanan fermentasi dapat membantu merangsang pertumbuhan berbagai bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Meningkatkanya pertumbuhan bakteri baik di dalam usus akan memengaruhi kesehatan usus Anda secara menyeluruh.

Selain melancarkan pencernaan, bakteri baik juga membantu dalam proses penyerapan nutrisi dan meredakan gangguan pencernaan seperti diare, perut bergas (kembung), dan sembelit.

Probiotik juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko sejumlah infeksi, seperti flu.

Jangan kebanyakan makan makanan fermentasi

Makanan fermentasi memang mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, kebanyakan makan makanan fermentasi dapat membahayakan kesehatan Anda.Penumpukkan bakteri baik di dalam tubuh dapat menyebabkan perut Anda mudah bergas dan kembung.

Selain itu, kudapan ini juga menghasilkan produk sampingan berupa alkohol. Kadar alkohol yang terkandung di dalam tape singkong memang cuma sedikit. Meski begitu, jika tape dikonsumsi dalam porsi banyak tentu akan memengaruhi kesehatan tubuh Anda. Makanlah tape singkong dengan porsi yang wajar, tidak terlalu banyak maupun sedikit.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan? Jadi, bijaklah dalam memilih makanan yang akan Anda konsumsi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Characteristics of probiotic tapai made by the addition of
Lactobacillus plantarum 1. (2019). International Journal of Agricultural Technology 2019 Vol. 15(1): 195-206

Popular fermented foods and beverages in Southeast Asia. (2011). International Food Research Journal 18: 475-484.

Frediansyah, A. (2018). Microbial Fermentation as Means of Improving Cassava Production in IndonesiaCassava. doi:10.5772/intechopen.71966

Benefits of Traditional Fermented Foods – Our World. (2019). Ourworld.unu.edu. Retrieved 22 May 2019, from https://ourworld.unu.edu/en/benefits-of-traditional-fermented-foods

Şanlier N, e. (2019). Health benefits of fermented foods. – PubMed – NCBI Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 22 May 2019, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28945458

Fermented Food Benefits – Tufts University Health & Nutrition Letter Article. (2019). Nutritionletter.tufts.edu. Retrieved 22 May 2019, from https://www.nutritionletter.tufts.edu/issues/10_2/current-articles/Discover-the-Digestive-Benefits-of-Fermented-Foods_1383-1.html

Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) Indonesia. (2019). Staffnew.uny.ac.id. Retrieved 22 May 2019, from http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318122/pendidikan/DKBM-Indonesia.pdf

The health benefits of fermenting. (2019). BBC Good Food. Retrieved 22 May 2019, from https://www.bbcgoodfood.com/howto/guide/health-benefits-offermenting

Food Fermentation: Benefits, Safety, Food List, and More. (2019). Healthline. Retrieved 22 May 2019, from https://www.healthline.com/nutrition/fermentation#safety

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 03/06/2019
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x