home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Tape Singkong untuk Pasien Pengidap Diabetes, Apa Saja?

Manfaat Tape Singkong untuk Pasien Pengidap Diabetes, Apa Saja?

Bagi penderita diabetes, selektif dalam memilih menu makanan adalah hal yang wajib dipraktikkan sehari-hari. Kurang cermat memilih menu makanan bisa berakibat buruk pada kadar gula darah Anda. Nah, salah satu cemilan yang ternyata baik untuk penderita diabetes adalah tape singkong. Selain rasanya yang lezat, cemilan ini juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk pengidap diabetes melitus. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Kandungan nutrisi yang ada di dalam tape singkong

manfaat tape singkong

Tapai alias tape singkong adalah makanan berbahan dasar singkong. Singkong tersebut kemudian diolah dengan proses fermentasi menggunakan ragi.

Biasanya, singkong yang digunakan untuk tape adalah singkong manis berwarna putih atau kuning.

Dari proses fermentasi tersebut, singkong akan memiliki cita rasa manis yang sedikit asam. Rasa manis ini berasal dari ragi yang memecah karbohidrat dalam singkong menjadi gula.

Tape singkong umumnya diolah menjadi berbagai jenis cemilan dan minuman, seperti es buah, kolak, puding, serta kue.

Terlepas dari rasanya yang manis, penderita diabetes tidak perlu merasa was-was jika ingin makan tape singkong.

Hal ini berkat kandungan nutrisi di dalam tape singkong yang terbilang tinggi.

Bahkan, tape singkong diyakini termasuk makanan yang tak kalah bergizi jika dibandingkan dengan makanan fermentasi lain, seperti tahu, tempe, dan keju.

Dilansir dari situs Data Komposisi Pangan Indonesia, berikut adalah kandungan gizi yang terdapat di dalam 100 g (gram) tape singkong.

  • Air: 57,4 g
  • Energi: 169 Kal
  • Protein: 1,4 g
  • Lemak: 0,3 g
  • Karbohidrat: 40,2 g
  • Serat: 2,0 g
  • Kalsium: 21 mg
  • Fosfor: 34 mg
  • Vitamin C: 9 mg

Melihat kandungan gizinya yang beragam, tentu tidak mengherankan apabila tape singkong digadang-gadang sebagai cemilan yang sehat.

Manfaat tape singkong untuk penderita diabetes

tape singkong

Untuk penderita diabetes, tape singkong juga memberikan manfaat tersendiri, terutama dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.

Kira-kira, apa saja kelebihan yang ditawarkan dari tape singkong untuk pengidap diabetes?

1. Memiliki angka indeks glikemik rendah

Sebelumnya, Anda mungkin sudah tahu bahwa angka indeks glikemik suatu makanan penting bagi penderita diabetes.

Indeks glikemik adalah angka yang digunakan untuk mengukur potensi naiknya gula darah dari karbohidrat suatu makanan.

Apabila suatu makanan memiliki indeks glikemik yang tinggi, kadar gula dalam darah akan lebih cepat meningkat setelah Anda menyantap makanan tersebut.

Oleh karena itu, pasien dengan diabetes dianjurkan untuk makan makanan dengan indeks glikemik yang rendah.

Kabar baiknya, tape singkong termasuk dalam makanan dengan angka indeks glikemik yang rendah, lho!

Meski jumlah karbohidrat di dalamnya cukup tinggi, tape singkong ternyata memiliki angka indeks glikemik yang rendah.

Dengan mengonsumsi tape singkong, penderita diabetes tidak perlu khawatir untuk memikirkan kadar gula darahnya.

Namun, tentunya Anda masih harus memperhatikan berapa banyak tape singkong yang dikonsumsi. Ada baiknya Anda tidak mengonsumsi secara berlebihan, ya.

2. Menurunkan kadar gula darah

Selain angka indeks glikemiknya yang tergolong aman untuk penderita diabetes, tape singkong juga diyakini dapat membantu mengurangi kadar gula darah Anda.

Ini berkat kandungan probiotik yang terdapat di dalam tape singkong. Probiotik dipercaya mampu membantu menurunkan kadar gula darah Anda.

Ditambah lagi, mengonsumsi tape singkong membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Anda pun tidak akan makan secara berlebihan setelahnya sehingga kadar gula darah tetap terjaga.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Manfaat selanjutnya dari tape singkong untuk penderita diabetes adalah memperkuat sistem imun tubuh.

Menurut sebuah studi dari jurnal Nutrients, kandungan di dalam makanan fermentasi kaya akan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pengidap diabetes jauh lebih rentan mengalami infeksi serta komplikasi kesehatan lainnya ketimbang orang sehat.

Dengan sistem imun tubuh yang lebih kuat, Anda akan mengurangi risiko terkena berbagai komplikasi diabetes.

Tak hanya untuk pengidap diabetes, manfaat dari tape singkong juga bisa dirasakan oleh semua orang.

Manfaat tersebut mulai dari memperlancar pencernaan hingga mencegah risiko infeksi, tape singkong adalah cemilan yang tergolong baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Akan tetapi, hati-hati dalam mengonsumsi kudapan dari proses fermentasi. Pasalnya, bakteri baik berlebihan dari makanan fermentasi juga memberikan dampak buruk pada pencernaan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Law, SV., Abu Bakar, F., Mat Hashim, D., Abdul, HA. (2011). Popular fermented foods and beverages in Southeast Asia. International Food Research Journal, 18, 475-484.

Zhang, Q., Wu, Y., & Fei, X. (2016). Effect of probiotics on glucose metabolism in patients with type 2 diabetes mellitus: A meta-analysis of randomized controlled trials. Medicina, 52(1), 28-34. https://doi.org/10.1016/j.medici.2015.11.008

Sivamaruthi, B. S., Kesika, P., Prasanth, M. I., & Chaiyasut, C. (2018). A Mini Review on Antidiabetic Properties of Fermented Foods. Nutrients, 10(12), 1973. https://doi.org/10.3390/nu10121973

Berbudi, A., Rahmadika, N., Tjahjadi, A. I., & Ruslami, R. (2020). Type 2 Diabetes and its Impact on the Immune System. Current diabetes reviews, 16(5), 442–449. https://doi.org/10.2174/1573399815666191024085838 

Maldonado Galdeano, C., Cazorla, S. I., Lemme Dumit, J. M., Vélez, E., & Perdigón, G. (2019). Beneficial Effects of Probiotic Consumption on the Immune System. Annals of nutrition & metabolism, 74(2), 115–124. https://doi.org/10.1159/000496426 

Şanlier, N., Gökcen, B. B., & Sezgin, A. C. (2019). Health benefits of fermented foods. Critical reviews in food science and nutrition, 59(3), 506–527. https://doi.org/10.1080/10408398.2017.1383355 

Discover the Digestive Benefits of Fermented Foods – Health & Nutrition Letter. (2019). Retrieved April 30, 2021, from https://www.nutritionletter.tufts.edu/general-nutrition/discover-the-digestive-benefits-of-fermented-foods/ 

Benefits of Traditional Fermented Foods – United Nations University. (2010). Retrieved April 30, 2021, from https://ourworld.unu.edu/en/benefits-of-traditional-fermented-foods

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x