home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Sagu, Mulai dari Mencegah Penyakit Jantung Hingga Tulang

5 Manfaat Sagu, Mulai dari Mencegah Penyakit Jantung Hingga Tulang

Hingga saat ini, sekitar 30% masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok dalam menu makanan sehari-hari. Anda bisa mengolah sagu ke dalam berbagai macam bentuk, mulai dari tepung, gula, bahkan beras sagu. Sebagai salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia, sagu memang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Jadi jangan heran jika manfaat sagu untuk kesehatan pun sangat berlimpah. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Kandungan nutrisi dalam sagu

Kandungan nutrisi terbanyak dalam sagu adalah karbohidrat murni. Karbohidrat ini masuk dalam kategori makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak untuk bahan energi dan fungsi otak. Sebagai tolak ukur, dalam 100 gram sagu terdapat:

  • Energi: 355 kkal
  • Protein: 0.6 gram
  • Lemak: 1.1 gram
  • Karbohidrat: 85.6 gram
  • Serat: 0.3 gram
  • Kalsium: 91 miligram (mg)
  • Fosfor: 167 mg
  • Zat besi: 2.2 mg

Sagu memang tidak banyak memiliki kandungan vitamin dan mineral, tetapi Anda masih bisa menemukan sedikit kandungan keduanya dalam sagu. Selain itu, walaupun sagu tergolong bukan makanan yang rendah kalori dan sumber protein dan serat yang baik, kandungan lemak jenuh pada sagu terbilang sangat sedikit.

Nah, hal ini membuktikan, jika dilihat secara keseluruhan, kandungan nutrisi dalam sagu masih tergolong relatif lengkap walaupun jumlahnya tidak banyak.

Manfaat sagu untuk kesehatan

Setelah mengetahui kandungan nutrisi dalam sagu, berikut beberapa manfaat sagu untuk kesehatan yang harus Anda ketahui.

1. Memberikan banyak energi

Kandungan karbohidrat dalam jumlah banyak di dalam sagu bisa menjadi alternatif yang sangat baik sebagai suplemen alami penambah energi dalam tubuh. Sebagai contoh, tubuh Anda membutuhkan banyak energi untuk relaksasi setelah melakukan olahraga yang berat.

Nah, sagu ini memiliki manfaat untuk membantu Anda mengisi kembali energi yang hilang. Bahkan, sagu dapat meningkatkan produksi glukosamin alami dalam tubuh yang dapat memperbaiki keseluruhan pergerakan sendi dan pemulihan di sekitarnya. Oleh karena itu, sagu dapat menjadi pilihan makanan untuk atlet atau orang yang aktif secara fisik.

2. Mencegah penyakit jantung

Kadar kolesterol tinggi dan trigliserida merupakan dua faktor risiko dari penyakit jantung. Jika dibandingkan dengan tepung tapioka, sagu dapat membantu mempertahankan kadar kolesterol dan trigliserida dalam batas wajar dalam darah. Oleh sebab itu, mengonsumsi sagu dapat membantu Anda mencegah penyakit jantung.

Pasalnya, sagu memiliki kandungan amilose, sejenis pati dengan rantai glukosa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini membuat rantai glukosa melepas gula ke dalam tubuh dengan jumlah yang lebih terkontrol. Dengan begitu, kadar kolesterol dan trigliserida terjaga tetap normal.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 juga membuktikan bahwa mengonsumsi amilose dapat memberikan manfaat untuk menurunkan kolesterol dan lemak dalam darah. Bahkan, kandungan amilose pada sagu juga dapat mengontrol kadar gula darah.

3. Memperlancar sistem pencernaan

Mengonsumsi sagu juga memiliki manfaat untuk perbaikan keseluruhan sistem pencernaan. Sejak dulu, banyak orang yang menggunakan sagu untuk menyembuhkan berbagai penyakit pencernaan, seperti kembung, sembelit, asam lambung, maag, dan gangguan pencernaan lainnya.

Pasalnya, sagu memiliki kandungan serat. Meski hanya dalam jumlah sedikit, kandungan serat tersebut memiliki manfaat untuk mempercepat proses pencernaan, sehingga membantu menyeimbangkan bakteri pada usus.

Selain itu, sagu juga meningkatkan produksi enzim pencernaan dan pergerakan usus secara keseluruhan dengan melindungi agar usus tidak kering. Itu sebabnya, biasanya dokter meresepkan sagu untuk pasien penyakit gastroenteritis atau muntaber, karena memberikan efek menenangkan dan mendinginkan perut dari rasa sakit.

4. Meningkatkan kesehatan tulang dan sendi

Meski kandungan mineral dalam sagu tergolong sedikit, tetapi Anda masih bisa mendapatkan manfaat dari zat besi, kalsium, dan tembaga dari mengonsumsi salah satu makanan pokok ini. Kandungan mineral dalam sagu ini memiliki manfaat dalam perbaikan tulang dan persendian.

Oleh sebab itu, tak heran jika mengonsumsi sagu dapat mencegah terjadinya osteoporosis karena efeknya dalam meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang Anda. Tak hanya itu, sagu juga memiliki khasiat untuk meningkatkan produksi glukosamin yang memengaruhi kepadatan tulang, fleksibilitas, dan gerakan sendi.

Kadar glukosamin yang meningkat ini dapat menyebabkan peningkatan produksi cairan sinovial dalam jumlah kecil antara selubung sendi dan tendon. Hal tersebut rupanya membantu meningkatkan fleksibilitas gerakan persendian.

5. Meningkatkan performa tubuh saat berolahraga

Salah satu manfaat kesehatan dari sagu yang cukup menonjol adalah meningkatkan kebugaran tubuh, khususnya saat Anda berolahraga. Sebuah penelitian juga berhasil membuktikan bahwa ketahanan tubuh saat berolahraga meningkat hingga 37 persen.

Lalu, penelitian lain pada tahun 2016 menyatakan bahwa mengonsumsi bubur yang terbuat dari sagu setelah 15 menit bersepeda dapat meningkatkan performa hingga 4 persen. Anda bisa mendapatkan manfaat ini dari mengonsumsi sagu karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Che Jusoh, M. R., Stannard, S. R., & Mündel, T. (2016). Sago supplementation for recovery from cycling in a warm-humid environment and its influence on subsequent cycling physiology and performance. Temperature (Austin, Tex.)3(3), 444–454. https://doi.org/10.1080/23328940.2016.1179382

Pistrosch, F., Natali, A., & Hanefeld, M. (2011). Is hyperglycemia a cardiovascular risk factor?. Diabetes care34 Suppl 2(Suppl 2), S128–S131. https://doi.org/10.2337/dc11-s207

Singh, A. K., & Singh, R. (2016). Triglyceride and cardiovascular risk: A critical appraisal. Indian journal of endocrinology and metabolism20(4), 418–428. https://doi.org/10.4103/2230-8210.183460

Patel, Prabhat. (2011). Sensory quality assessment of sago based sweetened carrot yoghurt. International Journal of Dairy Science. 6. 330-334. 10.3923/ijds.2011.330.334.

Singhania, P., & Senray, K. (2012). Glycemic response to amylopectin rich starch present in common fasting foods of IndiaNutrition & Food Science42(3), 196-203. doi: 10.1108/00346651211228496

Informasi Gizi. Retrieved 26 February 2021, from http://pangannusantara.bkp.pertanian.go.id/?show=page&act=view&id=16

Houston M. C. (2011). The importance of potassium in managing hypertension. Current hypertension reports13(4), 309–317. https://doi.org/10.1007/s11906-011-0197-8
Arockianathan, P. M., Sekar, S., Kumaran, B., & Sastry, T. P. (2012). Preparation, characterization and evaluation of biocomposite films containing chitosan and sago starch impregnated with silver nanoparticles. International journal of biological macromolecules50(4), 939–946. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2012.02.022
Ghosh, A. K., Rahaman, A. A., & Singh, R. (2010). Combination of sago and soy-protein supplementation during endurance cycling exercise and subsequent high-intensity endurance capacity. International journal of sport nutrition and exercise metabolism20(3), 216–223. https://doi.org/10.1123/ijsnem.20.3.216
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x