Mengenal Kandungan Buah dan Sayur Berdasarkan Warnanya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Warna pada makanan ternyata bukan hanya untuk hiasan semata. Fitonutrien, atau sering juga disebut fitokimia adalah suatu komponen yang bertanggung jawab memberi warna, rasa, dan aroma dari suatu jenis makanan. Fitonutrien (phytonutrient) berasal dari bahasa Yunani, phyto berarti tanaman.Fitonutrien hanya ditemukan pada makanan yang berasal dari tumbuhan terutama sayur, buah, kacang-kacangan, dan teh.

Berbeda dengan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, fitonutrien sebenarnya bukanlah zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun begitu, fitonutrien bisa membantu mengurangi risiko penyakit dan membantu tubuh bekerja secara maksimal. Lebih dari 25. 000 fitonutrien ditemukan di makanan. Anda disarankan untuk mengonsumsi jenis makanan yang beraneka ragam, terutama sayur buah yang memiliki bermacam-macam warna, untuk mendapat manfaat dari masing-masing fitonutrien yang ada pada makanan tersebut. Secara garis besar, fitonutrien dapat membantu mencegah penyakit dengan cara:

  • Berfungsi sebagai antioksidan
  • Memaksimalkan kerja sistem imun
  • Membantu memenuhi kebutuhan vitamin (terutama vitamin A)
  • Memicu kematian sel kanker,
  • Memperbaiki struktur DNA yang rusak karena radikal bebas
  • Mendetoksifikasi senyawa karsinogen dari tubuh

Berikut ini beberapa jenis fitonutrien yang perlu Anda ketahui.

Karotenoid

Ada lebih dari 600 jenis fitonutrien yang termasuk dalam karotenoid. Mayoritas karotenoid memberi warna kuning, oranye, dan merah pada sayur buah. Fitonutrien jenis karotenoid bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh Anda. Antioksidan berfungsi untuk menangkal efek dari radikal bebas yang biasanya dapat merusak sel-sel serta jaringan tubuh sehingga menyebabkan penyakit. Jenis karotenoid yang paling Anda kenal bisa jadi adalah beta karoten, banyak terdapat pada wortel dan bagus untuk kesehatan mata. Tetapi tidak hanya beta karoten saja, jenis karotenoid lain seperti alfa karoten dan beta-cryptoxanthin juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin A Anda.

Alfa karoten, beta karoten, dan beta-cryptoxanthin merupakan jenis karotenoid yang tergolong prekursor vitamin A, yang berarti ketika masuk ke dalam tubuh kemudian dapat diubah menjadi vitamin A. Vitamin A membantu kerja sistem imun dan tentunya membantu menjaga kesehatan mata Anda. Wortel, labu, pepaya merupakan beberapa jenis sayur buah yang kaya akan beta karoten serta alfa karoten.

Jenis lain dari karotenoid adalah likopen. Banyak terdapat pada semangka dan tomat, phytonutrient ini memberi warna merah pada sayur dan buah. Likopen bersifat antioksidan serta mampu melindungi Anda dari risiko penyakit jantung dan kanker prostat.

Lutein dan zeaxanthin juga termasuk bagian dari jenis karotenoid. Meskipun lebih banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau (seperti kale dan bayam), telur, dan jenis buah sitrus (jeruk, lemon) dua jenis karotenoid ini dapat melindungi Anda dari penyakit pada mata seperti katarak misalnya, karena lutein dan zeaxanthin dapat menyerap cahaya kebiruan yang masuk ke mata dan berbahaya bagi mata.

Flavonoid

Dapat ditemukan pada beragam jenis bahan makanan yang berasal dari tumbuhan, flavonoid biasanya tidak memberikan pigmen warna. Fungsinya sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh. Beberapa jenis flavonoid yaitu:

  • Katekin: biasa ditemukan pada teh hijau, katekin dalam teh memiliki komponen yang disebut EGCg dan merupakan salah satu jenis antioksidan terkuat yang mampu menghambat efek buruk radikal bebas.
  • Hesperidin: terdapat pada jenis buah sitrus, tipe phytonutrient ini bekerja dengan cara mengurangi inflamasi dalam tubuh sehingga dapat menghambat penyakit degeneratif.
  • Flavanol: banyak terdapat pada apel, kale, bawang bombay, dan cokelat, flavanol dapat membantu mengurangi risiko asma dan penyakit jantung koroner.

Glucosinolates

Banyak ditemukan pada jenis sayuran yang termasuk jenis cruciferous (kol, kale, brokoli), tipe fitonutrien ini adalah yang paling sering dihubungkan dengan pencegahan penyakit kanker. Memberi warna dan aroma yang khas pada sayuran, glucosinolates bekerja dengan cara mengaktivasi enzim yang berfungsi untuk mendetoksifikasi karsinogen (senyawa yang dapat menyebabkan kanker) dari tubuh.

Saat sel pada tumbuhan terluka (baik karena dimasak atau dikunyah), enzim yang disebut myrosinase akan memecah glucosinolates menjadi isothiocynates. Senyawa inilah yang berfungsi menangkal efek senyawa karsinogenik dalam tubuh dengan mengurangi tingkat keganasan dan mendetoksifikasi senyawa karsinogenik tersebut. Baru-baru ini, sebuah studi menunjukkan bahwa isothiocynates menunjukkan sifat anti-tumor dengan cara menghambat sel tumor berkembang biak.

Betalain

Ada dua jenis betalain yaitu betaxanthin dan betacyanin. Betalain berperan dalam memberi warna kuning hingga merah keunguan. Sesuai dengan namanya, betalain (terutama betacyanin) banyak terdapat pada buah bit. Jenis phytonutrient ini bersifat antioksidan, anti inflamasi, dan membantu proses detoksifikasi dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, pigmen yang ditemukan pada bit dapat mengurangi pertumbuhan sel tumor. Tipe sel tumor yang diteliti yaitu tumor usus besar, tumor perut, tumor paru-paru, tumor payudara, dan tumor prostat.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit