backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

7 Manfaat Ikan Pari bagi Tubuh dari Kandungan Gizinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

7 Manfaat Ikan Pari bagi Tubuh dari Kandungan Gizinya

Melihat bentuknya yang tidak biasa, Anda mungkin tidak menyangka bahwa ikan pari umum dikonsumsi di Indonesia. Masyarakat yang makan ikan pari tidak hanya suka dengan rasanya, tapi juga mengincar manfaat yang dimilikinya.

Kandungan gizi ikan pari

Ikan pari adalah ikan dari keluarga yang sama dengan hiu dan ikan skate (sejenis pari).

Jenis ikan ini memiliki bentuk pipih dengan rangka yang didominasi tulang rawan, berbeda dengan kebanyakan ikan yang mempunyai rangka dari tulang keras.

Selain di Indonesia, hidangan ikan pari juga dikonsumsi di Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat, hingga Islandia. Daging ikan pari biasanya diolah menjadi ikan bakar, goreng, asap, atau dibuat menjadi mangut (gulai pedas).

Berbagai manfaat ikan pari berasal dari kandungan gizinya yang beragam. Berikut rincian kandungan zat gizi 200 gram fillet ikan pari.

  • Energi: 168 kkal.
  • Protein: 38,2 gram (g).
  • Lemak: 0,6 g.
  • Karbohidrat: 0,2 g.
  • Vitamin A: 4 mikrogram (mcg).
  • Tiamin (Vitamin B1): 0,1 mg.
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,24 mg.
  • Niasin (Vitamin B3): 5 mg.
  • Piridoksin (Vitamin B6): 0,5 mg.
  • Kobalamin (Vitamin B12): 7,4 mcg.
  • Vitamin D: 6 mcg.
  • Natrium: 540 mcg.
  • Kalium: 220 mg.
  • Kalsium: 8 mg.
  • Magnesium: 36 mg.
  • Fosfor: 340 mg.
  • Zat besi: 1,8 mg.
  • Zink (seng): 1 mg.

Manfaat ikan pari bagi kesehatan

Konsumsi ikan pari berpotensi memberikan khasiat bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Menjaga kekuatan tulang dan gigi

Konsumsi daging ikan pari mungkin bermanfaat untuk tulang dan gigi Anda. Ikan berdaging empuk ini memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang penting untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Menurut Kemenkes RI, orang dewasa perlu mendapatkan asupan kalsium dan fosfor masing-masing sebesar 1.000 mg dan 700 mg per hari.

Kalsium pada ikan pari memang kecil, tapi kandungan fosfornya bisa memenuhi 50% kebutuhan Anda.

2. Mengurangi risiko anemia

bahaya dan komplikasi anemia

Ikan pari tampaknya memiliki manfaat bagi Anda yang rentan mengalami anemia. Salah satu penyebab anemia adalah kekurangan vitamin B12 dan zat besi.

Padahal, tubuh membutuhkan keduanya untuk membentuk sel darah merah yang sehat. Konsumsi ikan pari mungkin bisa membantu mengurangi risiko anemia.

Hal ini karena ikan pari mengandung zat besi yang hampir setara dengan 25% kebutuhan orang dewasa. Kandungan vitamin B12-nya pun hampir dua kali lipat kebutuhan orang dewasa.

Fakta unik ikan pari

Ikan pari merupakan hewan karnivora yang dapat memakan berbagai jenis hewan di dasar laut.  Jenis makanan ikan pari antara lain ikan, udang, cacing, lobster, kepiting, siput, hingga gurita.

3. Sumber protein yang baik

Ikan pari tergolong makanan tinggi protein. Dengan mengonsumsi satu potong ikan pari saja, Anda bisa mendapatkan asupan protein sebanyak 38,2 gram.

Jumlah itu bahkan lebih dari 50% kebutuhan protein orang dewasa menurut angka kecukupan gizi.

Tidak hanya itu, kandungan fosfor pada ikan ini juga membantu pembentukan protein di dalam sel tubuh.

Jika ingin mendapatkan manfaat ini, sesekali cobalah sertakan satu potong ikan pari panggang atau asap dalam menu mingguan Anda.

4. Membantu menjaga kesehatan jantung

Sebagian lemak yang terkandung pada ikan pari merupakan asam lemak omega-3.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan menurunkan kadar trigliserida darah.

Lemak menyehatkan ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol “baik” yang disebut high-density lipoprotein (HDL).

HDL akan membantu menjaga kestabilan kolesterol total serta mencegah pembentukan plak pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke.

5. Mengurangi risiko kerusakan mata

mata sehat

Sama seperti makanan laut lainnya, ikan pari mengandung asam lemak omega-3 yang diketahui dapat mengurangi risiko kerusakan mata.

Studi dalam jurnal Clinical Nutrition juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dapat menurunkan risiko degenerasi makula.

Degenerasi makula adalah satu penyebab utama kerusakan mata pada orang lanjut usia.

6. Menjaga kesehatan mental

Kandungan asam lemak omega-3 di dalam ikan pari juga dapat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan mental.

Sebuah penelitian dalam jurnal JAMA Network Open mengungkapkan bahwa mengonsumsi omega-3 dapat membantu mengurangi gejala kecemasan.

Selain itu, salah satu jenis asam lemak omega-3, yaitu eicosapentaenoic acid (EPA), juga dapat bermanfaat untuk mengurangi gejala depresi.

7. Meningkatkan daya ingat

Manfaat ikan pari lainnya adalah membantu meningkatkan daya ingat, hal ini berkat kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya.

Studi dalam jurnal Brain Science menunjukkan bahwa konsumsi makanan dengan omega-3 dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan berpikir pada orang dewasa atau lansia.

Penelitian lain dalam American Journal of Clinical Nutrition juga mengungkapkan bahwa asupan asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan risiko demensia dan penurunan kognitif.

Dampak negatif konsumsi ikan pari

Meski ikan pari memiliki manfaat bagi kesehatan, Anda tetap perlu membatasi porsinya.

Seperti ikan sejenisnya yang hidup di perairan dalam, ikan pari kerap terkontaminasi merkuri dan zat kimia yang disebut polychlorinated biphenyl (PCB). Paparan PCB dalam jumlah kecil tidaklah berbahaya.

Namun, penelitian pada hewan di laboratorium menunjukkan bahwa paparan PCB dalam jangka panjang dapat merusak sistem imun, saraf, peredaran darah, endokrin, dan sistem pencernaan.

Ibu hamil yang mengonsumsi ikan pari lebih berisiko melahirkan anak dengan ukuran kepala yang lebih kecil, berat badan lahir rendah, hambatan perkembangan otot, serta dapat memengaruhi kemampuan memori dan belajar anak.

Anda dapat meminimalkan risiko tersebut dengan memisahkan kulit, organ-organ, dan lemak ikan pari sebelum mengolahnya. Pasalnya, bagian-bagian inilah yang biasanya paling banyak menyerap racun dan zat kimia.

Selain itu, gunakan cara memasak ikan yang sehat seperti memanggang, menumis, atau mengukus agar kandungan nutrisinya tidak hilang.

Meski bermanfaat, makan ikan pari mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi, terutama bagi orang yang memiliki alergi seafood.

Jika muncul gejala alergi seperti gatal, bengkak, hingga sesak napas setelah mengonsumsi ikan, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan