Alergi Seafood, Alergi yang Banyak Terjadi Pada Orang Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Makanan laut alias seafood adalah makanan favorit banyak orang karena rasanya yang lezat dan menggugah selera. Namun sayangnya, ada beberapa orang yang tidak bisa menikmatinya karena memiliki reaksi alergi terhadap seafood.

Penyebab alergi seafood

keracunan seafood

Semua reaksi alergi makanan terjadi karena sistem kekebalan tubuh keliru mendeteksi zat tertentu dalam makanan sebagai zat yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan ini menghasilkan antibodi bernama Imunoglobulin E dan mengirim sinyal pada sel-sel tubuh untuk memproduksi histamin yang akan menyerang zat makanan tersebut.

Pada alergi seafood, terdapat zat spesifik dalam seafood yang memicu alergi Anda. Umumnya yang menjadi pemicu adalah protein bernama tropomyosin. Kemungkinan lainnya adalah adanya kandungan arginine kinase dan myosin light chain yang dapat membuat imun bereaksi negatif.

Karena jenis makanan laut yang bermacam-macam, orang yang punya alergi ini tak selalu menunjukkan reaksi ketika mengonsumsi jenis makanan laut yang berbeda. Misalnya, orang yang memiliki alergi pada ikan tetap baik-baik saja ketika makan hewan laut yang bercangkang seperti kepiting, ataupun sebaliknya. Ada juga orang-orang yang memiliki alergi terhadap lebih dari satu jenis makanan laut.

Dengan demikian, Anda tidak bisa memprediksi apakah Anda akan mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi jenis makanan laut lainnya. Satu-satunya cara mengetahui dugaan alergi adalah dengan melihat reaksi setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Penyebab Alergi yang Tersembunyi di Dalam Makanan Anda

Apa saja gejala alergi seafood?

Sistem kekebalan setiap orang berbeda, terlebih lagi reaksi alergi yang Anda rasakan juga tak selalu sama setiap hal tersebut terjadi. Gejala alergi makanan akibat seafood yang muncul sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang parah.

Gejala ringannya bisa berupa sensasi gatal-gatal serta munculnya benjolan atau ruam merah pada kulit. Rasa seperti kesemutan pada daerah mulut dan tenggorokan pun kerap menjadi gejala yang dialami oleh orang-orang yang memiliki alergi makanan laut.

Selain itu, gejala lain yang bisa muncul adalah gangguan pada pernapasan seperti sesak napas dan napas mengi. Ada pula beberapa orang yang mengalami diare, mual, atau muntah setelah mengonsumsi makanan yang mengandung alergen.

Bila alerginya parah, seseorang bisa mengalami syok anafilaksis. Gejalanya serupa dengan gejala biasa, hanya tentu saja tingkat keparahannya lebih tinggi dan dapat mengancam jiwa.

Syok anafilaktik dapat membuat tekanan darah menurun dengan drastis, sehingga orang yang mengalaminya bisa merasa pusing sampai kehilangan kesadaran. Karena itulah gejala ini harus ditanggapi dengan serius.

Bagaimana cara mengobati alergi seafood?

Belum diketahui pasti apakah alergi seafood bisa menghilang. Sejauh ini, belum ada obat alergi makanan yang menyembuhkan. Karena itulah cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan laut sebisa mungkin.

Setiap membeli produk makanan, ingatlah untuk selalu membaca label informasi makanan terlebih dahulu untuk memastikan produk tersebut tidak mengandung alergen.

Bagi Anda yang memiliki alergi ikan, Anda mungkin harus berhati-hati dengan beberapa produk seperti saus barbeque, saus salad, atau kecap inggris karena terkadang produk tersebut menggunakan ikan dalam pembuatannya.

Jika alergi binatang laut bercangkang seperti kepiting dan udang, Anda akan dianjurkan juga untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan lain seperti kerang, cumi-cumi, atau siput karena dikhawatirkan bisa menimbulkan reaksi alergi yang sama.

Mencegah Reaksi Alergi Makanan, di Rumah dan di Restoran

Ketika makan di restoran, Anda sebaiknya bertanya kepada pelayan dan koki yang memasak untuk memastikan bahwa mereka menggunakan peralatan yang berbeda saat memasak seafood dengan makanan lainnya. Hal ini penting untuk menghindari risiko adanya kontaminasi silang.

Meski telah menghindari makan makanan laut, terkadang ada beberapa makanan yang memiliki alergen tersembunyi yang tidak Anda ketahui. Bila sudah terjadi, Anda bisa meminum obat antihistamin untuk meringankan gejala seperti gatal-gatal atau ruam merah.

Bila Anda memiliki gejala yang parah, maka Anda harus selalu membawa injeksi epinefrin yang nantinya harus disuntikkan pada paha atas setiap Anda mengalami reaksi. Setelah itu, segera cari pertolongan medis atau pergi ke ruang gawat darurat.

Apakah alergi ini bisa dicegah sejak kecil?

Alergi makanan laut kebanyakan terjadi pada usia remaja atau dewasa. Menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA), sekitar 1 persen populasi di dunia punya alergi seafood. Bahkan, risiko alergi ini bisa meningkat sekitar 20 persen seiring dengan bertambahnya usia.

Biasanya, kulit gatal atau ruam yang muncul akibat alergi seafood dapat diobati dengan salep gatal atau obat oral antihistamin. Namun yang jadi pertanyaan, mungkinkah jenis alergi ini dicegah lebih dini?

Sebenarnya, tidak semua kasus alergi makanan pasti akan diturunkan dari orangtua ke anaknya. Ini artinya, bila Anda mengalami alergi pada seafood, maka belum tentu anak Anda juga akan memiliki alergi yang sama. Jadi, masih ada harapan bagi Anda untuk mencegah alergi pada si kecil.

Sayangnya belum diketahui secara pasti apakah Anda benar-benar bisa mencegah si kecil dari alergi ini. Namun, dipercaya bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan mungkin bisa membantu menurunkan risiko anak terkena alergi.

Pasalnya, zat dalam ASI yang melapisi usus bayi Anda akan mencegah bocornya partikel makanan ke aliran darah bayi Anda.

Berbagai Tes dan Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Alergi Makanan

Meski demikian, masih ada kemungkinan zat yang terkandung dalam ASI bisa masuk ke dalam aliran darah si kecil. Bila hal ini terjadi, maka akan dilakukan eliminasi makanan, yaitu ibu akan mengurangi bahkan sama sekali tidak mengonsumsi jenis makanan yang sekiranya dapat menimbulkan reaksi alergi.

Untuk mengetahui adanya alergi pada anak, periksalah ke dokter dan menjalani tes alergi seperti tes paparan alergen dengan tusuk kulit. Melalui tes ini, Anda juga akan melihat seberapa besar risiko anak Anda mengalami jenis alergi yang sama dengan Anda.

Bagi ibu menyusui, jika yang memiliki alergi adalah pasangannya, maka ibu juga perlu menghindari makanan yang menjadi alergen pada pasangannya untuk berjaga-jaga.

Terlepas dari kemungkinan alergi, pemberian ASI adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mencegah alergi pada anak. Bila Anda tidak ingin si kecil terkena alergi yang sama, berikan ASI eksklusif dan maksimalkan hingga dua tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Apa yang terjadi pada tubuh saat jam tidur kita mundur 3 jam, atau waktu tidur berkurang 2 jam, atau jika kita mendadak menambahkan tidur siang 2 jam?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Tidak semua perempuan mengalami nyeri haid dan gejala PMS setiap bulan. Maka, kenali tanda-tanda menstruasi Anda sebentar lagi mau datang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganglion

Kista Ganglion

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
telapak kaki datar flat feet

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
kloning manusia

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit