backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Mengenal Jenis-Jenis Garam dan Karakteristiknya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    Mengenal Jenis-Jenis Garam dan Karakteristiknya

    Garam termasuk bahan yang diperlukan dalam setiap masakan. Garam memberikan rasa asin pada masakan. Ternyata terdapat berbagai jenis garam yang memiliki karakteristik dan rasa yang berbeda-beda. Beberapa bahkan punya manfaat garam tersendiri karena kandungan gizinya berbeda dari jenis lainnya. 

    Berbagai jenis garam dan karakteristiknya 

    Berikut ini berbagai jenis garam yang bisa Anda pilih untuk memberi cita rasa pada makanan yang Anda buat.

    1. Garam meja

    Garam meja adalah jenis garam yang paling umum digunakan masyarakat saat memasak dan konsumsi sehari-hari. Tekstur garam ini biasanya berbentuk butiran halus dan dapat diperoleh dari hasil penambangan.

    Jenis garam ini sudah melewati banyak pengolahan, sehingga mempunyai tekstur yang sangat halus dan juga sudah diperkaya dengan mineral yodium yang penting untuk tubuh. Garam meja mengandung natrium klorida murni yakni sebesar 97% atau lebih tinggi.

    2. Garam laut

    Garam laut dibuat dengan cara menguapkan air laut. Tidak jauh berbeda dari garam meja, garam laut juga mengandung banyak natrium klorida alami dan sedikit mineral.

    Namun, hal kandungan mineral tersebut juga tergantung dari mana garam tersebut dipanen dan bagaimana garam tersebut diproses. Biasanya garam laut mengandung beberapa jenis mineral seperti kalium, zat besi, dan seng (zinc).

    Perbedaan garam laut vs. garam meja

    Rasa garam laut lebih kuat daripada garam meja. Hal ini karena pada garam laut mengandung sisa-sisa mineral dari air laut sehingga rasanya lebih pekat.

    3. Garam Himalaya

    Jarang dikenali, garam Himalaya merupakan garam yang berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine di Pakistan, Pegunungan Himalaya.

    Garam ini mempunyai warna merah muda yang berasal dari kandungan zat besi dalam garam tersebut.

    Garam Himalaya mengandung mineral natrium yang lebih rendah dari garam meja, tapi mengandung kurang lebih 84 mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh, di antaranya kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

    4. Garam kosher

    Jenis garam selanjutnya yaitu garam kosher. Garam ini mempunyai tekstur yang lebih kasar seperti kristal yang tidak beraturan, berbeda dengan garam meja atau garam laut.

    Perbedaan yang lainnya yaitu garam kosher lebih mudah menggumpal dan juga tidak mengandung yodium. Namun, garam kosher mempunyai rasa yang tidak jauh berbeda dari garam meja, tetapi lebih ringan.

    5. Garam Celtic

    Garam ini mempunyai warna keabu-abuan, tidak jarang orang mengenalnya sebagai garam abu-abu (grey salt). Jenis garam ini awalnya berasal dari daerah pesisir di Perancis dekat Laut Celtic, tetapi kini sumbernya juga berasal dari pantai lain.

    Garam ini lebih sedikit diproses dibandingkan garam lainnya sehingga mengandung magnesium, kalsium, dan kalium yang lebih tinggi. Selain itu, garam Celtic mengandung sedikit air sehingga teksturnya agak lembap.

    6. Garam epsom

    manfaat garam epsom

    Garam epsom atau dikenal sebagai magnesium sulfat merupakan senyawa kimia yang terdiri dari magnesium, belerang dan oksigen.

    Terlepas dari namanya, garam epsom sebenarnya bukan garam karena tidak ada kandungan natrium di dalamnya.

    Dinamakan garam karena teksturnya mirip sekali dengan garam meja. Rasanya pun pahit dan tidak enak dimasukkan ke dalam masakan. Namun, garam epsom memiliki sejumlah manfaat, seperti mengatasi sembelit, diare, dan eklamsia.

    7. Garam kala namak (black salt)

    Garam kala namak, juga dikenal sebagai black salt, adalah jenis garam yang berasal dari India, Nepal, dan beberapa wilayah Asia Selatan lainnya.

    Kala namak sebenarnya adalah jenis garam vulkanik yang mengandung senyawa belerang sehingga memiliki aroma yang khas telur busuk.

    Karena karakteristik wangi dan rasanya inilah, kala namak sering digunakan dalam hidangan vegan untuk memberikan rasa yang mirip dengan telur. Garam ini dapat digunakan dalam berbagai hidangan, terutama dalam masakan India.

    8. Garam daging (curing salt)

    Curing salt atau sering disebut dengan garam daging adalah campuran garam dapur biasa dengan natrium nitrit dan natrium nitrat . Garam beryodium ini disebut garam daging karena sering digunakan dalam proses pengawetan daging dan ikan.

    Kedua kandungan di dalam curing salt bertujuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mengawetkan makanan. Garam ini juga biasanya diberi warna pink untuk menjaga warna merah muda pada daging yang diawetkan.

    Daging atau ikan yang diproses menggunakan garam ini juga biasanya menimbulkan wangi yang khas.

    9. Garam fleur de sel

    Garam fleur de sel atau yang berarti bunga garam merupakan jenis garam yang diproduksi dengan cara yang unik yaitu diambil dari permukaan air laut dengan alat tradisional khusus.

    Karena proses yang unik tersebut, garam ini memiliki beberapa keunggulan. Butiran yang sangat halus dan memiliki aroma yang khas dan lebih kompleks daripada garam meja biasa. Garam ini juga umumnya tidak mengandung banyak yodium.

    Di pasaran, garam ini harganya cukup mahal dan sering digunakan dalam hidangan khusus di restoran.

    10. Garam batu (rock salt)

    Garam batu, atau rock salt, adalah garam yang diperoleh dari penguapan garam laut yang  berbentuk sejenis batu kristal besar. Kristal ini merupakan hasil mengeringnya laut selama jutaan tahun. 

    Karena proses ini, warna garam bervariasi tergantung mineral yang dikandungnya, bisa putih, abu-abu, atau merah. Umumnya, garam batu digunakan untuk menggarami jalan pada musim salju agar salju segera mencair dan membekukan es krim dalam mesin es krim.

    11. Garam celup (pickling salt)

    Garam celup, atau pickling salt, adalah jenis garam yang digunakan dalam proses pengawetan sayuran dan buah-buahan menjadi acar.

    Jenis garam ini tidak mengandung yodium untuk mencegah perubahan warna atau kekeruhan pada cairan pengawet.

    Fungsi utama garam celup adalah membantu proses pengawetan, menarik air keluar dari sayuran atau buah-buahan, dan membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan pembusukan.

    12. Garam asap

    Jenis garam selanjutnya yaitu garam asap. Seperti namanya, gram ini merupakan garam yang mengalami proses pengasapan demi mendapatkan rasa dan aroma yang unik.

    Biasanya proses pengasapan dilakukan langsung di atas api kayu bakar. Proses ini dapat membuat aroma dan rasa asap yang khas tergantung jenis kayu yang digunakan saat proses.

    Biasanya garam ini digunakan sebagai taburan pada daging panggang, ikan, atau sayuran panggang untuk menambah cita rasa.

    Garam mana yang lebih sehat?

    merk garam

    Pada dasarnya, semua garam sama kegunaannya, yaitu untuk menambah rasa pada masakan. Anda bisa memilih garam mana yang bisa ditambahkan ke dalam masakan sesuai dengan rasa, tekstur, warna, dan kebiasaan.

    Akan tetapi, menurut Iodine Global Network, garam yang sehat adalah garam yang mengandung yodium karena mineral ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk mencegah berbagai penyakit kekurangan yodium.

    Namun, perlu diingat jumlah asupan garam juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya hipertensi.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan