8 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Perlu Anda Tahu

    8 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Perlu Anda Tahu

    Garam sejatinya diperlukan tubuh untuk menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh. Meski garam membawa efek negatif jika dikonsumsi terlalu banyak, nyatanya tubuh manusia tetap membutuhkan garam. Simak berbagai manfaat garam berikut ini.

    Kandungan zat gizi garam meja

    Orang dewasa setidaknya membutuhkan sekitar 500 mg natrium setiap hari menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG).

    Asupan natrium ini bisa diperoleh dari garam meja yang ditambahkan sebagai penyedap ke dalam masakan.

    Natrium memiliki sejumlah fungsi untuk tubuh, seperti menghantarkan rangsangan saraf, mengencangkan otot, serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

    Sebagian besar kandungan garam meja atau garam laut adalah natrium, tapi terdapat juga mineral lain.

    Berikut kandungan zat gizi dalam satu sendok makan (15 gram) garam meja atau garam laut.

    • Natrium: 6,98 gram (g).
    • Kalsium: 4,32 miligram (mg).
    • Zat besi: 0,059 mg.
    • Magnesium: 0,18 mg.
    • Kalium: 1,44 mg.
    • Seng: 0,018 mg.
    • Tembaga: 0,005 mg.
    • Mangan: 0,018 mg.

    Selain itu, jenis garam laut juga mengandung sejumlah kecil selenium dan fluoride.

    Sementara itu, pada setiap gram garam beryodium, terdapat sekitar 45 mikrogram (mcg) mineral yodium.

    Manfaat garam untuk kesehatan tubuh

    Berikut ini adalah beberapa manfaat garam untuk kesehatan tubuh Anda jika dikonsumsi dengan tepat.

    1. Menyeimbangkan kadar elektrolit

    gejala gangguan elektrolit

    Manfaat pertama garam untuk kesehatan adalah membantu menyeimbangkan kadar elektrolit di dalam tubuh

    Elektrolit merupakan komponen bermuatan negatif dan positif yang larut dalam cairan tubuh.

    Elektrolit berperan penting untuk menjalankan berbagai fungsi organ tubuh, seperti saraf, otak, jaringan baru, dan otot.

    Garam membantu mengatur jumlah air yang ada di dalam dan di sekitar sel Anda. Hal itu yang kemudian membantu tubuh mengontrol elektrolit tetap seimbang.

    2. Meringankan gejala fibrosis kistik

    Cystic fibrosis atau fibrosis kistik merupakan kelainan bawaan yang mengakibatkan kerusakan parah pada sistem pencernaan, paru-paru dan organ lain di dalam tubuh.

    Tubuh pasien cystic fibrosis dapat kehilangan banyak natrium karena berkeringat berlebihan, terutama saat berolahraga, cuaca panas, demam, dan infeksi.

    Orang dengan cystic fibrosis dapat kehilangan cairan dalam tubuh 3 – 4 kali lebih banyak dari orang sehat.

    Konsumsi larutan garam punya manfaat membantu pasien fibrosis kistik mengganti cairan yang hilang dengan cepat.

    3. Mencegah hiponatremia

    Mencukupi asupan garam harian dapat mencegah terjadinya hiponatremia, yaitu penurunan kadar natrium dalam darah secara bertahap.

    Berkurangnya natrium bisa mengakibatkan tubuh kelebihan air. Beberapa bagian tubuh bisa membengkak akibat penumpukan cairan (edema).

    Pasalnya, natrium berfungsi mengikat air dan mengatur keseimbangan cairan. Sebagian cairan akan dikeluarkan melalui urine, keringat, dan feses.

    4. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid

    penyakit tiroid

    Tiroid memainkan peran penting dalam metabolisme. Agar tiroid berfungsi dengan baik, Anda perlu mencukupi asupan yodium.

    Anda bisa menggunakan garam laut yang memiliki label “beryodium” sebagai penyedap masakan.

    Yodium dalam garam punya manfaat dalam produksi hormon tiroid.

    Kurangnya hormon tiroid bisa mengarah pada pembesaran tiroid (gondok), sembelit, kesulitan berpikir, kelelahan, dan gampang kedinginan.

    5. Membantu proses pencernaan

    Garam juga berperan penting dalam proses pencernaan nutrisi.

    Buku Human Nutrition dari University of Hawai’i menyebut natrium berperan penting untuk penyerapan zat gizi di usus kecil.

    Sebelum dialirkan ke darah, hasil pemecahan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral akan diserap di dalam usus kecil.

    Natrium membantu penyerapan zat gizi tersebut di dalam usus sehingga lebih cepat diangkut ke dalam darah.

    Dengan begitu, organ-organ tubuh bisa langsung menggunakan zat gizi yang diperlukan untuk menghasilkan energi, melawan infeksi, atau memperbaiki sel dan jaringan yang rusak.

    6. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

    Asupan garam yang cukup dapat menjaga keseimbangan elektrolit.

    Sel, organ vital tubuh membutuhkan air yang cukup sehingga bisa berfungsi dengan baik.

    Garam bisa mempertahankan jumlah cairan di dalam tubuh sehingga sel dan jaringan tubuh mendapatkan pasokan cairan yang memadai.

    Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi. Anda pun lebih rentan terhadap kram otot, pusing, dan kelelahan.

    7. Mencegah tekanan darah rendah

    Asupan natrium yang tidak memadai juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah (hipotensi).

    Pasalnya, natrium bekerja dengan menarik cairan ke dalam aliran darah, sehingga dapat meningkatkan tekanan dalam darah.

    Jadi, konsumsi garam yang sesuai kebutuhan harian bisa menstabilkan tekanan darah.

    Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda sebaiknya tidak terlalu banyak membubuhkan garam meja pada masakan.

    Ingat, banyak bahan makanan yang sudah mengandung garam, terutama seafood, maka Anda tidak perlu menambahkan garam dalam jumlah besar.

    8. Merilekskan otot

    Garam juga membantu merilekskan otot. Namun, manfaat ini tidak didapatkan dari konsumsi garam secara langsung.

    Merendam kaki atau tangan dengan air garam ternyata bisa melemaskan otot-otot yang tegang dan kaku. Ini berkat kandungan magnesiumnya.

    Akan tetapi, garam yang bisa memberikan manfaat ini adalah garam kristal atau garam epsom.

    Untuk mencoba merilekskan otot dengan air garam, Anda bisa menuangkan garam epsom di baskom atau ember yang berisi air hangat.

    Lalu, rendam dan pijat lembut kaki atau tangan Anda selama 10 – 15 menit.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Burrows, E. F., Southern, K. W., & Noone, P. G. (2014). Sodium channel blockers for cystic fibrosis. The Cochrane database of systematic reviews2014(4), CD005087. https://doi.org/10.1002/14651858.CD005087.pub4

    Grillo, A., Salvi, L., Coruzzi, P., Salvi, P., & Parati, G. (2019). Sodium Intake and Hypertension. Nutrients11(9), 1970. https://doi.org/10.3390/nu11091970

    Weidemann, B. J., Voong, S., Morales-Santiago, F. I., Kahn, M. Z., Ni, J., Littlejohn, N. K., Claflin, K. E., Burnett, C. M., Pearson, N. A., Lutter, M. L., & Grobe, J. L. (2015). Dietary Sodium Suppresses Digestive Efficiency via the Renin-Angiotensin System. Scientific reports5, 11123. https://doi.org/10.1038/srep11123

    Iodine. (2022). National Institutes of Health. Retrieved November 15, 2022 from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iodine-Consumer/

    Is salt really bad for you? 6 myths and facts about salt. (2022). The State of Queensland (Queensland Health). Retrieved November 15, 2022 from https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/6-things-about-salt-that-arent-true

    Salt and Sodium – The Nutrition Source. (n.d.). Harvard T.H. Chan.  Retrieved November 15, 2022 from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/salt-and-sodium/

    Sodium – HUMAN NUTRITION [DEPRECATED]. (n.d.). University of Hawai’i at Mānoa Food Science and Human Nutrition Program. Retrieved November 15, 2022 from https://pressbooks-dev.oer.hawaii.edu/humannutrition/chapter/sodium/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 5 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan