home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Selain Lezat, Ini 5 Manfaat yang Ditawarkan Daun Singkong

Selain Lezat, Ini 5 Manfaat yang Ditawarkan Daun Singkong

Tahukah Anda bahwa singkong termasuk sumber kalori nomor tiga terpenting setelah padi dan jagung? Selain umbinya, daun umbi ini pun menawarkan khasiat bagi kesehatan. Apa saja kandungan dan manfaat daun singkong yang bisa diperoleh?

Kandungan daun singkong

resep daun singkong

Dibandingkan dengan daging buah singkong, daun singkong justru menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan. Selain enak, daun singkong mengandung berbagai nutrisi termasuk vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Di bawah ini daftar kandungan daun singkong yang membuatnya sangat bermanfaat.

  • Energi: 50 kal
  • Protein: 6,2 g
  • Lemak: 1,1 g
  • Karbohidrat: 7,1 g
  • Serat: 2,4 g
  • Kalsium: 166 mg
  • Fosfor: 99 mg
  • Besi: 1,3 mg
  • Natrium: 17 mg
  • Kalium: 23,1 mg
  • Seng (zinc): 2 mg
  • Beta-karoten: 3,204 mcg
  • Karoten total: 7,052 mcg
  • Tiamin (Vit. B1): 0,04 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,1 mg
  • Niasin: 1,8 mg
  • Vitamin C: 103 mg

Manfaat daun singkong

Meski termasuk makanan rendah kalori, konsumsi daun singkong bisa menghasilkan rasa kenyang yang lebih lama. Berkat kandungan nutrisi lain di dalamnya, daun singkong memiliki beragam manfaat yang sayang dilewatkan.

Simak beragam khasiat daun singkong yang perlu Anda ketahui berikut ini.

1. Mengobati diare

Singkong memang dikenal dapat mengatasi sembelit yang mengganggu. Namun, daun singkong justru bisa mengatasi gangguan pencernaan lain, yaitu masalah diare. Hal ini dibuktikan penelitian dari Journal of Ayurvedic and Integrative Medicine.

Para peneliti menggunakan tikus lab yang mengalami diare dan diinduksi oral ekstrak daun singkong atau salah satu dari dua obat antidiare. Hasilnya, tikus yang diberi daun singkong mengalami penurunan gejala yang sama dengan obat antidiare.

Meski begitu, penelitian tersebut menggunakan ekstrak daun singkong yang dicampur alkohol dan dapat mengobati diare sesekali. Lagi pula, perlu penelitian lanjutan untuk melihat apakah manfaat daun singkong ini berlaku pada manusia.

2. Membantu memenuhi kebutuhan protein

Tak hanya mengobati diare, daun singkong juga bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan zat gizi protein.

Kadar protein dalam daun singkong ternyata cukup tinggi. Bahkan, jumlah total asam amino esensial pada protein daun singkong sama dengan yang terdapat pada telur ayam.

Artinya, kandungan protein pada daun singkong lebih besar dari daun bayam, kedelai, oat, hingga bulir padi. Tak heran bila daun singkong digadang-gadang dapat memenuhi kebutuhan protein.

3. Meningkatkan fungsi kognitif

Beta karoten dalam daun singkong ternyata memberikan manfaat yang baik bagi fungsi kognitif Anda. Hal ini disebutkan dalam ulasan yang dimuat dalam Cochrane.

Ulasan tersebut mencakup delapan penelitian yang berfokus pada senyawa antioksidan, termasuk beta-karoten. Para peneliti menemukan adanya manfaat kecil terkait dengan suplemen beta karoten terhadap fungsi otak dan memori.

Manfaat pada otak ini diperoleh setelah mendapatkan suplemen beta karoten dalam jangka panjang, yaitu rata-rata 18 tahun. Meski begitu, para ahli tidak menjumpai pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek, sehingga perlu studi lanjutan.

4. Membantu mengatasi radang sendi

Daun singkong memiliki mineral magnesium yang cukup untuk mengatasi radang sendi. Kandungan mineral ini merupakan keempat terbanyak di dalam tubuh. Mineral ini menawarkan banyak manfaat, salah satunya mengurangi peradangan.

Anda yang menderita radang sendi (arthritis) mungkin bisa mendapatkan manfaat magnesium dari bahan makanan ini. Pasalnya, asupan magnesium yang cukup membantu mengembangkan dan memadatkan tulang.

Selain mengurangi risiko radang sendiri, magnesium dalam daun singkong juga meminimalkan risiko patah tulang bila dikonsumsi dengan benar.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C serta folat yang tinggi dalam daun singkong ternyata mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Vitamin C berperan penting dalam melawan bakteri dan virus, serta memberantas radikal bebas dalam tubuh. Sementara itu, folat (vitamin B9) membantu meningkatkan produksi sel dengan menghindari mutasi DNA.

Itu sebabnya, banyak orang yang percaya bahwa manfaat daun singkong membawa tubuh mereka menjadi lebih sehat dan terhindar dari risiko penyakit.

Kandungan dan manfaat daun singkong memang berguna bagi kesehatan tubuh. Anda bisa masukkan dedaunan hijau ini dalam menu harian sebagai sayuran guna memperoleh khasiat bagi tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bahekar, S. E., & Kale, R. S. (2015). Antidiarrheal activity of ethanolic extract of Manihot esculenta Crantz leaves in Wistar rats. Journal of Ayurveda and integrative medicine, 6(1), 35–40. https://doi.org/10.4103/0975-9476.146542. Retrieved 15 April 2021. 

Rutjes, A., Denton, D., Di Nisio, M., Chong, L., Abraham, R., & Al-Assaf, A. et al. (2018). Vitamin and mineral supplementation for maintaining cognitive function in cognitively healthy people in mid and late life. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd011906.pub2. Retrieved 15 April 2021. 

Cassava leaf. (n.d). Health Time Benefits. Retrieved 15 April 2021, from https://www.healthbenefitstimes.com/cassava-leaf/ 

Latif, S., & Müller, J. (2015). Potential of cassava leaves in human nutrition: A review. Trends In Food Science & Technology, 44(2), 147-158. doi: 10.1016/j.tifs.2015.04.006. Retrieved 15 April 2021. 

Magnesium. (2021). National Institute of Health. Retrieved 15 April 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Magnesium-Consumer/ 

Daun singkong, segar (Casava, leaf, fresh). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 15 April 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 01/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro