Tahukah Anda, apa itu capers? Meski terdengar asing, tanaman ini sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan, seperti pizza, salad, atau spageti. Yuk, kenali lebih jauh tentang capers dan manfaatnya untuk kesehatan lewat ulasan berikut.
Tahukah Anda, apa itu capers? Meski terdengar asing, tanaman ini sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan, seperti pizza, salad, atau spageti. Yuk, kenali lebih jauh tentang capers dan manfaatnya untuk kesehatan lewat ulasan berikut.

Capers adalah kuncup bunga yang belum matang dari Capparis spinosa, yaitu sejenis tanaman semak yang biasa dibudidayakan di negara Spanyol, Italia, dan Yunani.
Bagian tanaman satu ini jarang dikonsumsi secara langsung, tetapi biasanya diolah dengan cara diawetkan menjadi acar untuk ditambahkan ke dalam makanan.
Meski ukurannya kecil, capers memiliki rasa asin yang yang kuat sehingga sering digunakan sebagai bumbu masakan di berbagai sajian makanan, seperti salad, piza, spageti, atau ayam panggang untuk meningkatkan rasa.
Selain itu, tanaman herbal ini mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Berikut ini kandungan gizi yang terdapat di dalam 100 gram capers kalengan.
Selain kaya akan kandungan gizi, tanaman herbal satu ini mengandung flavonoid yang dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.
Simak beragam manfaat capers untuk kesehatan tubuh berikut ini.

Studi dalam jurnal Biomedicine and Pharmacotherapy mengungkapkan bahwa capers memiliki sifat antihiperglikemik yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Tumbuhan ini bekerja dengan mengurangi penyerapan karbohidrat di usus kecil dan menghambat glukoneogenesis (produksi glukosa) di hati sehingga mampu menurunkan kadar gula darah.
Selain itu, capers dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh jaringan tubuh serta membantu regenerasi sel beta pankreas yang berperan dalam produksi insulin (hormon pengatur gula darah).
Hal ini membuat capers bermanfaat untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Meskipun begitu, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian klinis untuk memastikan manfaat dan efek sampingnya bagi penderita diabetes.
Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan mengatur pola makan, termasuk mengurangi asupan kalori harian.
Nah, capers bisa jadi piliham makanan yang tepat untuk mendukung program penurunan berat badan Anda. Pasalnya, tumbuhan satu ini memiliki jumlah kalori yang sedikit.
Selain itu, tanaman herbal ini mengandung protein dan serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan.
Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah merupakan salah satu faktor pemicu penyakit jantung dan stroke.
Capers kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Sebuah studi dalam jurnal Biomedicine and Pharmacotherapy menunjukkan bahwa capers dapat mengurangi kadar trigliserida dan kolesterol LDL (kolesterol jahat).
Selain itu, tanaman herbal ini mampu meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang dapat mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah dan membersihkan kelebihan kolesterol dalam darah.
Selain dapat menurunkan kolesterol, capers memiliki sifat antibakteri yang dapat melawan infeksi bakteri penyebab penyakit.
Sebuah studi yang diterbitkan International Journal of Agriculture and Biology melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas ekstrak tanaman capers dalam melawan bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak capers dapat membunuh empat bakteri penyebab penyakit, yakni Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Pasteurella.
Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia.

Tumbuhan satu ini mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Vitamin C dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi bakteri atau virus penyebab penyakit.
Selain kaya akan kandungan vitamin C, capers memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel kekebalan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi dengan baik untuk melindungi tubuh dari infeksi.
Manfaat capers lainnya untuk kesehatan adalah memperkuat tulang dan sendi. Hal ini karena tanaman herbal ini mengandung kalsium dan fosfor.
Kedua mineral tersebut berperan penting untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang sehingga tulang menjadi lebih kuat dan tidak mudah rapuh.
Selain itu, tanaman herbal ini mengandung vitamin K yang dapat menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.
Konsumsi capers juga berpotensi mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Bahan herbal ini mengandung flavonoid yang dikenal memiliki sifat antikanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Flavonoid bekerja dengan melawan kerusakan pada DNA dan sel-sel yang terpapar stres oksidatif serta menekan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas konsumsi bahan herbal satu ini dalam mengurangi risiko kanker pada manusia.
Capers juga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan hati, termasuk mengurangi risiko penyakit perlemakan hati nonalkohol (NAFLD).
Perlemakan hati nonalkohol merupakan kondisi ketika ada terlalu banyak lemak yang tersimpan di hati.
Sebuah studi dalam jurnal Advanced Pharmaceutical Bulletin melakukan penelitian untuk mengetahui efek konsumsi tanaman herbal ini pada pasien NAFLD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa capers dapat mengurangi keparahan penyakit NAFLD dengan menurunkan faktor risikonya seperti menurunkan berat badan dan kadar kolesterol, serta memperbaiki kesehatan hati.
Namun, dibutuhkan penelitian uji terkontrol yang lebih besar untuk mengonfirmasi hasil penelitian ini.
Meski ukurannya mungil, capers memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun, Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsinya.
Pasalnya, tanaman ini mengandung natrium yang tinggi dan berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dikonsumsi terlalu banyak.
Jadi, tetap batasi konsumsi capers untuk mengurangi efek negatifnya.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Zhang, H., & Ma, Z. F. (2018). Phytochemical and pharmacological properties of Capparis spinosa as a medicinal plant. Nutrients, 10(2), 116.
Vahid, H., Rakhshandeh, H., & Ghorbani, A. (2017). Antidiabetic properties of Capparis spinosa L. and its components. Biomedicine & Pharmacotherapy, 92, 293-302.
Perna, S., Rafique, A., Rondanelli, M., Allehdan, S., Riso, P., & Marino, M. (2023). Effect of caper fruit (Capparis spinosa L.) consumption on liver enzymes, lipid profile, fasting plasma glucose, and weight loss. A systematic review and a preliminary meta-analysis of randomized controlled trials. Biomedicine & Pharmacotherapy, 168, 115638.
Gull, T., Sultana, B., Bhatti, I. A., & Jamil, A. (2015). Antibacterial potential of Capparis spinosa and Capparis decidua extracts. International journal of Agriculture and Biology, 17(4).
Kopustinskiene, D. M., Jakstas, V., Savickas, A., & Bernatoniene, J. (2020). Flavonoids as anticancer agents. Nutrients, 12(2), 457.
Khavasi, N., Khadem, E., Faramarzi, E., Ayati, M. H., Fazljou, S. M. B., & Torbati, M. (2017). Effect of daily caper fruit pickle consumption on disease regression in patients with non-alcoholic fatty liver disease: a double-blinded randomized clinical trial. Advanced pharmaceutical bulletin, 7(4), 645-650.
Versi Terbaru
05/11/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala