home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mirip Buah Cermai, Simak 6 Manfaat Buah Malaka yang Sayang untuk Dilewatkan

Mirip Buah Cermai, Simak 6 Manfaat Buah Malaka yang Sayang untuk Dilewatkan

Pernahkah Anda mendengar atau bahkan sudah mencicip buah malaka? Jenis tumbuhan yang tersebar di India dan Asia Tenggara ini dipercaya dapat mengobati penyakit maag dan mual. Lantas, apa lagi manfaat buah malaka atau yang disebut juga dengan indian gooseberry ini? Untuk tahu informasi lebih lanjutnya, simak penjelasan berikut ini.

Kandungan gizi buah malaka

buah malaka

Buah malaka atau indian gooseberry adalah jenis tumbuhan berbentuk bulat seperti kelereng dan berwarna hijau atau merah agak kecokelatan.

Rasa buah malaka yakni sepat dan asam, tetapi berubah manis ketika dikunyah.

Situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa pohon malaka dijuluki sebagai earth mother dalam mitologi Hindu karena sangat bergizi bagi manusia.

Berikut ini adalah daftar nutrisi yang terkandung di dalam 100 gram (g) buah malaka:

Selain terdapat kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat, buah malaka mengandung 0,2 mg nicotinic acid atau asam nikonat dan sejumlah mineral.

Sejumlah nutrisi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Anda, tetapi tetap perlu dibarengi dengan asupan beragam makanan lainnya.

Manfaat kesehatan buah malaka

Buah malaka atau Phyllanthus emblica memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Berikut ini adalah beberapa manfaat malaka:

1. Mengatasi gejala GERD

perbedaan maag dan gerd

Manfaat buat malaka yang pertama adalah mengatasi gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) yang ditandai dengan perut mulas.

Hal tersebut terbukti dalam penelitian yang dipublikasikan Journal of Integrative Medicine. Studi tersebut mengamati efek mengonsumsi 1.000 mg tablet buah malaka setiap hari untuk atasi gejala GERD.

Hasilnya, buah malaka terbukti dapat mengurangi tingkat keparahan mulas dan muntah akibat penyakit GERD.

2. Mengurangi tanda-tanda penuaan

Herbal Sebagai Anti-Aging dan Memperlambat Proses Penuaan

Buah malaka juga memiliki manfaat untuk mengurangi tanda-tanda penuaan, baik pada kulit, rambut, maupun penglihatan.

Jurnal Pharmaceutical Biology menunjukkan bukti bahwa buah malaka dapat membantu mencegah kerusakan kolagen.

Kolagen adalah struktur penting untuk membentuk protein yang kokoh dan fleksibel di kulit dan jaringan lunak.

Sebuah studi yang dilakukan pada tabung reaksi pun menyebutkan bahwa ekstrak buah malaka baik untuk menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia.

3. Mencegah penyakit kanker

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Manfaat lain yang mungkin terkandung dalam buah malaka adalah kemampuan mencegah penyakit kanker.

Hal tersebut karena buah malaka mengandung antioksidan yang berperan sebagai pelawan radikal bebas penyebab kanker.

Jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity menyebutkan buah malaka berpotensi membantu mencegah mutasi sel penyebab tumor dan perkembangan kanker.

4. Menjaga kesehatan jantung

gagal jantung kanan

Salah satu manfaat buah malaka yang terkenal berkaitan dengan kesehatan jantung.

Antioksidan yang terkandung di dalamnya membuat buah malaka mampu mengurangi risiko berbagai penyakit jantung.

Tak hanya itu, kandungan buah malaka dapat membantu mengurangi peradangan yang merupakan faktor kunci perkembangan penyakit kardiovaskular.

5. Menurunkan kadar gula darah

penyebab gula darah tinggi

Khasiat buah malaka lainnya berkaitan dengan kadar gula darah. Ya, beberapa penelitian menunjukkan pengaruh buah malaka terhadap penurunan gula darah.

Salah satunya tertera pada International Journal of Food Sciences and Nutrition yang memperlihatkan penurunan gula darah pada orang yang mengonsumsi bubuk buah malaka selama 21 hari.

Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan buah malaka dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

ciri wanita berkarakter kuat

Buah malaka merupakan sumber vitamin C dan antioksidan yang melimpah. Oleh karena itu, buah ini dapat membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C dapat membantu memperbaiki sistem pertahanan tubuh Anda, sedangkan antioksidan mampu mengurangi peradangan dan kerusakan jaringan.

Jika ingin memiliki tubuh yang sehat dan mampu melawan penyakit, coba selipkan buah malaka ke dalam menu makanan harian Anda.

Tips aman makan buah malaka

Anda dapat makan buah malaka secara langsung atau mentah, meski mungkin tak semua orang tergugah dengan rasanya.

Meski tergolong aman, Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsi buah ini.

Buah malaka dapat mengencerkan darah Anda dan mencegah proses pembekuan darah normal.

Oleh karena itu, jika mengidap kelainan darah tertentu, Anda disarankan melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum makan buah malaka.

Jika Anda mengalami gejala mengkhawatirkan setelah mengonsumsi buah ini, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Das, D., & Jain, D. (2021). PHARMACOGNOSTIC COMPARISON OF BACOPA MONNIERI, CYPERUS ROTUNDUS, AND EMBLICA OFFICINALIS. Innovare Journal Of Ayurvedic Sciences. Retrieved from https://www.academia.edu/29362802/PHARMACOGNOSTIC_COMPARISON_OF_BACOPA_MONNIERI_CYPERUS_ROTUNDUS_AND_EMBLICA_OFFICINALIS

KSDAE, D. (2021). Malaka, Sumber Kehidupan Satwa Liar Saobi – Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Retrieved 5 March 2021, from http://ksdae.menlhk.go.id/info/4281/malaka,-sumber-kehidupan-satwa-liar-saobi.html

Karkon Varnosfaderani, S., Hashem-Dabaghian, F., Amin, G., Bozorgi, M., Heydarirad, G., & Nazem, E. et al. (2018). Efficacy and safety of Amla ( Phyllanthus emblica L.) in non-erosive reflux disease: a double-blind, randomized, placebo-controlled clinical trial. Journal Of Integrative Medicine, 16(2), 126-131. doi: 10.1016/j.joim.2018.02.008

Pientaweeratch, S., Panapisal, V., & Tansirikongkol, A. (2016). Antioxidant, anti-collagenase and anti-elastase activities of Phyllanthus emblica, Manilkara zapota and silymarin: an in vitro comparative study for anti-aging applications. Pharmaceutical Biology, 54(9), 1865-1872. doi: 10.3109/13880209.2015.1133658

Nashine, S., Kanodia, R., Nesburn, A., Soman, G., Kuppermann, B., & Kenney, M. (2019). Nutraceutical effects of Emblica officinalis in age-related macular degeneration. Aging, 11(4), 1177-1188. doi: 10.18632/aging.101820

Zhao, T., Sun, Q., Marques, M., & Witcher, M. (2015). Anticancer Properties ofPhyllanthus emblica(Indian Gooseberry). Oxidative Medicine And Cellular Longevity, 2015, 1-7. doi: 10.1155/2015/950890

Fatima, N., Usharani, P., & Muralidhar. (2013). Effects of Phyllanthus emblica extract on endothelial dysfunction and biomarkers of oxidative stress in patients with type 2 diabetes mellitus: a randomized, double-blind, controlled study. Diabetes, Metabolic Syndrome And Obesity: Targets And Therapy, 275. doi: 10.2147/dmso.s46341

Akhtar, M., Ramzan, A., Ali, A., & Ahmad, M. (2011). Effect of Amla fruit (Emblica officinalisGaertn.) on blood glucose and lipid profile of normal subjects and type 2 diabetic patients. International Journal Of Food Sciences And Nutrition, 62(6), 609-616. doi: 10.3109/09637486.2011.560565

Goraya, R., & Bajwa, U. (2015). Enhancing the functional properties and nutritional quality of ice cream with processed amla (Indian gooseberry). Journal Of Food Science And Technology, 52(12), 7861-7871. doi: 10.1007/s13197-015-1877-1

Hashem-Dabaghian, F., Ziaee, M., Ghaffari, S., Nabati, F., & Kianbakht, S. (2018). A systematic review on the cardiovascular pharmacology of Emblica officinalis Gaertn. Journal Of Cardiovascular And Thoracic Research, 10(3), 118-128. doi: 10.15171/jcvtr.2018.20

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 15/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.