4 Manfaat Cumi-cumi untuk Kesehatan Tubuh (dan Bahayanya Jika Kebanyakan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tekstur dari cumi-cumi yang kenyal dan rasanya yang gurih membuat makanan laut ini menjadi salah satu menu favorit para pencinta seafood. Tapi tidak hanya menggugah selera, ternyata cumi-cumi juga diperkaya dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Lantas, apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan?

Apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan?

1. Menurunkan kolesterol berkat kandungan lemak sehatnya

Manfaat pertama dari cumi-cumi bagi kesehatan Anda adalah memiliki kandungan lemak sehat.

Cumi mentah memiliki total kandungan lemak dan kalori yang sangat rendah. Setiap 100 gram cumi-cumi hanya mengandung 1,2 gram lemak total, tapi hanya 0,5 gram saja yang merupakan lemak jenuh.

Lemak tak jenuh dianggap sebagai lemak ‘sehat’ dan penting untuk dimasukkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Lemak sehat sebagai salah satu manfaat cumi-cumi ini membantu mengurangi kolesterol tinggi dengan meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Selain itu, lemak tak jenuh berfungsi sebagai sumber energi yang baik bagi tubuh. Lemak tak jenuh juga membantu tubuh menyerap jenis-jenis vitamin yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A, D, E dan K.

2. Membangun otot karena tinggi protein

Cumi-cumi merupakan sumber protein yang baik. Setiap 100 gram cumi-cumi menyediakan 16 gram protein, atau sekitar 30 persen dari nilai asupan harian yang dibutuhkan pria dewasa. Protein ini dibutuhkan tubuh dalam membangun otot yang sehat, tetapi juga penting untuk diet karena membantu mengontrol nafsu makan. Tubuh memproses protein secara perlahan sehingga perut akan terasa kenyang lebih lama.

3. Memasok kebutuhan vitamin harian tubuh

Manfaat cumi-cumi lainnya adalah memasok kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh. Setiap 100 gram cumi-cumi mengandung sedikitnya 10 mcg vitamin A, 56 mcg vitamin B6, 1,3 mcg vitamin B12, 4,7 mg vitamin C, dan 1,2 mg vitamin E. Selain vitamin-vitamin tersebut, kandungan mineral yang bisa didapatkan antara lain 32 mg kalsium, 680 mcg zat besi, 33 mg magnesium, dan 44 mg sodium setiap 100 gram cumi-cumi. Vitamin dan mineral tersebut memegang peranan penting dalam perkembangan tubuh.

4. Rendah kandungan merkuri

Keamanan pangan laut selalu menjadi kekhawatiran banyak orang karena bahaya merkuri yang bersembunyi di baliknya. Merkuri telah lama diketahui dapat berdampak buruk pada sistem saraf tubuh. Untungnya, menurut laporan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), kandungan merkuri pada cumi-cumi termasuk rendah dan tidak pada tingkatan yang membahayakan sehingga aman untuk dikonsumsi.

Tapi jangan juga terlalu berlebihan makan cumi-cumi

Meski cumi-cumi punya manfaat bagi kesehatan, bukan berarti Anda serta-merta bisa makan sebanyak-banyaknya. Kandungan nutrisi dalam cumi-cumi yang terbilang baik bisa berubah menjadi senjata makan tuan bagi tubuh jika Anda keliru cara mengolahnya. Cumi-cumi sering kali digoreng tepung dalam minyak banyak, sehingga akan membuat nilai kandungan kalori dan lemak meningkat menjadi dua kali lipat.

Padahal, cumi sendiri juga diketahui memiliki kolesterol yang cukup tinggi (221 mg) yang telah memenuhi kebutuhan kolesterol harian senilai 73 persen. Jika Anda berlebihan mengonsumsi cumi-cumi, hal bisa berdampak pada tingkat kolesterol Anda.Kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, lebih baik tumis cumi-cumi dengan minyak zaitun, dipanggang, atau sebagai campuran dalam sop seafood tanpa harus digoreng.

Orang-orang yang punya alergi seafood sebaiknya hindari makan cumi

Cumi-cumi memang punya manfaat yang baik untuk tubuh Anda. Namun, Anda sebaiknya berhati-hati saat memutuskan hendak makan cumi, terutama jika Anda memiliki alergi makanan. Jika Anda merasakan gejala-gejala berikut, segera berhenti makan cumi-cumi walau cuma sedikit:

  • Pusing dan mual
  • Lidah gatal-gatal
  • Kulit gatal-gatal; muncul ruam dan bintik merah; terasa panas
  • Wajah memerah
  • Kelelahan
  • Pingsan 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Tempel (Skin Patch Test)

Tes tempel (skin patch test) adalah metode untuk memastikan apa pemicu alergi Anda. Cari tahu persiapan, proses, dan cara baca hasilnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Pityriasisrosea

Pityriasisrosea merupakan ruam kulit yang lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Kapan harus mengunjungi dokter bila merasakan gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 25 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
gejala alergi kulit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Syok Anafilaktik

Syok Anafilaktik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit