home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Jenis Seafood dengan Kandungan Kolesterol Tinggi

4 Jenis Seafood dengan Kandungan Kolesterol Tinggi

Jika memiliki kolesterol tinggi, artinya Anda harus lebih perhatian terhadap setiap makanan yang dikonsumsi. Hal ini disebabkan, salah memilih makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Beberapa jenis makanan, seperti daging merah, susu dan produk olahannya, serta minyak, mungkin harus Anda batasi dan hindari. Lalu, bagaimana dengan makanan laut? Untuk menjaga kolesterol tetap aman, seafood apa saja yang tinggi kandungan kolesterol sehingga harus dihindari? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Seafood dengan kandungan kolesterol yang tinggi

Seafood atau makanan laut memang mempunyai banyak nutrisi penting, termasuk asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan otak dan jantung. Namun, beberapa seafood tertentu juga mengandung kolesterol tinggi. Nah, bagi Anda yang mempunyai kolesterol tinggi, mungkin Anda harus membatasi beberapa seafood di bawah ini.

1. Udang

Siapa sih yang tidak suka dengan seafood yang satu ini? Ya, untuk pecinta seafood, udang termasuk yang paling banyak disukai.

Namun, seafood jenis ini ini kurang baik untuk Anda yang memiliki kolesterol tinggi. Pasalnya, menurut United States Department of Agriculture, dalam setiap 100 gram udang, terdapat 189 miligram (mg) kolesterol.

Kandungan kolesterol ini bisa bertambah apabila Anda mengonsumsi udang yang digoreng dengan tepung. Padahal, udang goreng tepung memiliki rasa yang sangat lezat. Meski begitu, saat menyantapnya, Anda mungkin tidak terbayang bahaya yang dapat ditimbulkan makanan enak ini.

Untuk itu, jika Anda ingin mengonsumsi seafood ini, masaklah dengan cara dibakar atau dikukus. Dengan begitu, Anda tidak perlu menambah kandungan kolesterol pada minyak goreng ke dalam udang yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi.

2. Lobster

Selain udang, ada pula seafood yang perlu dikonsumsi terbatas untuk penderita kolesterol tinggi, yaitu lobster. Meski begitu, kandungan kolesterol pada seafood yang satu ini dianggap tidak lebih tinggi, jika dibandingkan dengan udang.

Bahkan, bisa dikatakan bahwa kandungan kolesterol pada lobster tergolong yang paling sedikit jika dibandingkan dengan seafood lainnya. Salah satu contohnya, pada 84 gram kerang terdapat 90 miligram kolesterol. Sedangkan, pada jumlah yang sama, kandungan kolesterol untuk seafood yang satu ini tergolong jauh lebih sedikit, yaitu 60 mg.

Nah, sama seperti udang, kandungan kolesterol ini bisa bertambah jika Anda memasaknya dengan menggunakan minyak atau mentega. Untuk itu, sebaiknya kurangi penggunaan minyak atau mentega saat masak lobster atau Anda bisa menggunakan metode masak lain selain menggoreng.

3. Kepiting

Selain udang dan lobster, rupanya kepiting juga salah satu jenis seafood yang kurang baik untuk penderita kolesterol tinggi. Pasalnya, untuk seafood yang satu ini, kandungan kolesterolnya tergolong cukup tinggi.

Bahkan, dalam 84 gram kepiting terdapat 95 mg kolesterol. Jumlah ini mungkin tidak sebesar kandungan kolesterol di dalam udang. Namun, kadar kolesterol yang terdapat di dalam kepiting tentu lebih besar jika dibandingkan dengan kandungannya pada lobster.

Sama halnya dengan seafood lain yang telah disebutkan, untuk menghindari bertambahnya kadar kolesterol pada makanan ini, hendaknya Anda menghindari cara memasak kepiting dengan minyak maupun mentega.

4. Tiram dan kerang

Tiram dan kerang juga termasuk seafood yang mengandung kolesterol. Kelompok seafood ini juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Sebanyak 12 tiram ukuran sedang atau 12 kerang ukuran kecil sama-sama memiliki kandungan kolesterol hingga 80 mg.

Ini mungkin menjadi pilihan yang baik bagi Anda saat ingin menikmati hidangan seafood. Mengapa? Anda bisa menikmati tiram atau kerang dalam jumlah banyak dibandingkan seafood lainnya untuk jumlah kolesterol yang mungkin hampir sama.

Dibandingkan daging merah dan daging ayam, tiram dan kerang juga mempunyai kolesterol yang lebih sedikit. Selain itu, tiram dan kerang juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung Anda. Sehingga, Anda masih bisa menikmatinya dalam jumlah sedang (tidak berlebihan).

Apakah penderita kolesterol tinggi harus menghindari seafood?

Saat mengalami kolesterol tinggi, hal yang paling aman dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang baik untuk kolesterol dan menghindari makanan yang tinggi akan kolesterol. Namun, bukan berarti Anda dilarang mengonsumsinya sama sekali.

Seafood memang dapat memberikan pengaruh terhadap kadar kolesterol, khususnya untuk penderita kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan kadar kolesterol yang terdapat pada makanan, apalagi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

American Heart Association pun merekomendasikan agar Anda mengonsumsi lemak jenuh kurang dari 7% kalori harian serta lemak trans yang juga tidak banyak, yaitu 1% dari kalori harian.

Beberapa seafood seperti yang telah disebutkan di atas memang mengandung kolesterol tinggi, tapi Anda tidak harus benar-benar menghindarinya. Meski mengandung kolesterol, seafood juga mengandung asam lemak omega-3 yang membantu untuk melindungi kesehatan jantung Anda.

Untuk penderita kolesterol tinggi, yang sebaiknya Anda lakukan adalah membatasi (bukan menghindari) konsumsi seafood. Selain itu, ada satu hal lagi yang penting untuk Anda lakukan, yaitu memerhatikan metode memasak seafood.

Untuk memasak seafood yang aman bagi penderita kolesterol, lebih baik hindari bahan atau cara memasak yang dapat memengaruhi kandungan kolesterol di dalam makanan laut yang hendak disediakan.

Hindari memasak seafood dengan cara menggoreng. Mengapa? Hal ini disebabkan menggoreng seafood hanya akan menambah lemak jenuh dan lemak trans ke dalam seafood yang Anda makan.

Tentu saja, saat seafood digoreng, kandungan kolesterol yang sudah secara alami ada pada seafood menjadi bertambah tinggi. Cara terbaik untuk mengolah seafood adalah dengan membakar, memanggang, atau mengukus.

Jika Anda penggemar seafood, imbangi dengan gaya hidup sehat agar kadar kolesterol tidak mudah meningkat. Pasalnya, penyebab kolesterol tinggi biasanya adalah gaya hidup yang tak sehat. Selain itu, konsumsi buah-buahan penurun kolesterol dan makanan sehat lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shellfish, cholesterol, and cardiovascular health. [online] Available at: http://www.shellfish.org.uk/files/Healthy-Eating/99205Cholesterol%20Leaflet%20FINAL%20as%20at%20150708.pdf [Accessed 9 Aug. 2017].

Health Library. Retrieved 29 June 2020, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=14033

Are Oysters High in Cholesterol? Retrieved June 2020, from https://blog.ochsner.org/articles/setting-the-record-straight-about-shellfish-and-cholesterol

Seafood Nutrition Overview. Retrieved 29 June 2020, from https://www.seafoodhealthfacts.org/seafood-nutrition/patients-and-consumers/seafood-nutrition-overview

Is Lobster Good for You? Retrieved 29 June 2020, from https://www.consumerreports.org/fish-seafood/is-lobster-good-for-you/

Crustaceans, shrimp, cooked. Retrieved 29 June 2020, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/175180/nutrients

High Cholesterol Food. Retrieved 29 June 2020, from https://www.heartuk.org.uk/low-cholesterol-foods/foods-that-contain-cholesterol


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 21/08/2017
x