Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa dari Anda mungkin tidak asing lagi dengan senyawa merkuri. Jika mendengar merkuri, pasti terlintas efek negatif atau bahaya yang ditimbulkan dari senyawa ini. Sebenarnya, apa itu merkuri? Dan apa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda?

Apa itu merkuri?

Merkuri adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Merkuri juga kerap disebut dengan air raksa (Hg).

Merkuri yang ada di dalam tanah, air, dan udara relatif rendah. Sementara itu, berbagai aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar merkuri menjadi tinggi, misalnya aktivitas penambangan yang menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton per tahun.

Pekerja yang mengalami kontak dengan merkuri dapat menderita berbagai jenis penyakit berbahaya.

Merkuri pun populer sebagai kandungan produk pemutih kulit karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Padahal, merkuri justru berbahaya dan sebaiknya Anda mewaspadai produk tersebut.

Risiko merkuri yang mengganggu kesehatan

Penggunaan merkuri pada kosmetika kini terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah.

Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan sistem urologi.

Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh.

Merkuri tidak hanya akan berdampak kepada orang dewasa. Bayi dan anak merupakan golongan yang juga tidak luput dari risiko paparan merkuri dan efek sampingnya.

Saat anak bersentuhan dengan orang tua yang memakai produk berbahan merkuri, maka terdapat kemungkinan bahwa zat tersebut dapat masuk ke tubuh ketika anak mengisap jarinya.

Secara khusus, keracunan merkuri pada anak disebut infantile acrodynia. Hal ini dapat dikenali dengan munculnya gejala rasa sakit serta warna merah muda pada tangan dan kaki.

5 Sumber yang Sering Menyebabkan Keracunan Merkuri Pada Manusia

Bahaya merkuri berdasarkan jenisnya

Merkuri sendiri memiliki tiga jenis bentuk merkuri yang sama-sama berbahaya untuk kesehatan yaitu merkuri elemental (Hg), merkuri inorganik, dan merkuri organik. Apa saja perbedaan dan bahaya dari ketiga jenis merkuri tersebut? Simak ulasannya.

1. Merkuri elemental (Hg)

Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan, sedangkan unsur merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek beracun karena absorpsinya yang rendah.

Namun, itu tidak terjadi jika Anda memiliki fistula (saluran tidak normal di tubuh) atau penyakit peradangan gastrointestinal, atau jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di dalam saluran pencernaan.

Merkuri yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dapat menyebabkan emboli paru (penyumbatan pembuluh darah paru oleh plak yang terlepas bebas).

Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental mudah masuk melalui saluran darah otak dan plasenta. Di otak, merkuri akan berakumulasi di korteks cerebrum (otak besar) dan cerebellum (otak kecil) sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel.

Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernapasan.

2. Merkuri inorganik

Merkuri ini sering diserap melalui saluran pencernaan, paru, dan kulit. Pemaparan merkuri inorganik jangka pendek dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, pemaparan jangka panjang dengan dosis yang rendah dapat menyebabkan proteinuria, sindrom nefrotik, dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

3. Merkuri organik (metil merkuri)

Terutama dalam bentuk rantai pendek alkil, metil merkuri dapat menimbulkan degenerasi neuron di otak dan mengakibatkan baal di ujung tangan atau kaki, ataksia (pergerakan yang tidak teratur), nyeri sendi, tuli, dan penyempitan jarak pandang.

Metil merkuri dapat dengan mudah masuk melalui plasenta dan berakumulasi dalam janin yang mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan dan cerebral palsy.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit