home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Beberapa dari Anda mungkin tidak asing lagi dengan senyawa merkuri. Jika mendengar merkuri, pasti terlintas efek negatif atau bahaya yang ditimbulkan dari senyawa ini. Sebenarnya, apa itu merkuri? Dan apa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda?

Apa itu merkuri?

Merkuri adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik. Merkuri juga kerap disebut dengan air raksa (Hg).

Merkuri yang ada di dalam tanah, air, dan udara relatif rendah. Sementara itu, berbagai aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar merkuri menjadi tinggi, misalnya aktivitas penambangan yang menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton per tahun.

Pekerja yang mengalami kontak dengan merkuri dapat menderita berbagai jenis penyakit berbahaya.

Merkuri pun populer sebagai kandungan produk pemutih kulit karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Padahal, merkuri justru berbahaya dan sebaiknya Anda mewaspadai produk tersebut.

Risiko merkuri yang mengganggu kesehatan

Penggunaan merkuri pada kosmetika kini terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah.

Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan sistem urologi.

Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh.

Merkuri tidak hanya akan berdampak kepada orang dewasa. Bayi dan anak merupakan golongan yang juga tidak luput dari risiko paparan merkuri dan efek sampingnya.

Saat anak bersentuhan dengan orang tua yang memakai produk berbahan merkuri, maka terdapat kemungkinan bahwa zat tersebut dapat masuk ke tubuh ketika anak mengisap jarinya.

Secara khusus, keracunan merkuri pada anak disebut infantile acrodynia. Hal ini dapat dikenali dengan munculnya gejala rasa sakit serta warna merah muda pada tangan dan kaki.

5 Sumber yang Sering Menyebabkan Keracunan Merkuri Pada Manusia

Bahaya merkuri berdasarkan jenisnya

Merkuri sendiri memiliki tiga jenis bentuk merkuri yang sama-sama berbahaya untuk kesehatan yaitu merkuri elemental (Hg), merkuri inorganik, dan merkuri organik. Apa saja perbedaan dan bahaya dari ketiga jenis merkuri tersebut? Simak ulasannya.

1. Merkuri elemental (Hg)

Uap merkuri yang terhirup paling sering menyebabkan keracunan, sedangkan unsur merkuri yang tertelan ternyata tidak menyebabkan efek beracun karena absorpsinya yang rendah.

Namun, itu tidak terjadi jika Anda memiliki fistula (saluran tidak normal di tubuh) atau penyakit peradangan gastrointestinal, atau jika merkuri tersimpan untuk waktu lama di dalam saluran pencernaan.

Merkuri yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dapat menyebabkan emboli paru (penyumbatan pembuluh darah paru oleh plak yang terlepas bebas).

Karena bersifat larut dalam lemak, merkuri elemental mudah masuk melalui saluran darah otak dan plasenta. Di otak, merkuri akan berakumulasi di korteks cerebrum (otak besar) dan cerebellum (otak kecil) sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel.

Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernapasan.

2. Merkuri inorganik

Merkuri ini sering diserap melalui saluran pencernaan, paru, dan kulit. Pemaparan merkuri inorganik jangka pendek dengan kadar yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, pemaparan jangka panjang dengan dosis yang rendah dapat menyebabkan proteinuria, sindrom nefrotik, dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

3. Merkuri organik (metil merkuri)

Terutama dalam bentuk rantai pendek alkil, metil merkuri dapat menimbulkan degenerasi neuron di otak dan mengakibatkan baal di ujung tangan atau kaki, ataksia (pergerakan yang tidak teratur), nyeri sendi, tuli, dan penyempitan jarak pandang.

Metil merkuri dapat dengan mudah masuk melalui plasenta dan berakumulasi dalam janin yang mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan dan cerebral palsy.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mercury and health.

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs361/en/. Accessed 21/03/2017.

The Dangers of Mercury Exposure to Your Health. http://www.globalhealingcenter.com/natural-health/the-dangers-of-mercury-exposure-to-your-health/. Accessed 21/03/2017.

Health Effects of Exposures to Mercury. https://www.epa.gov/mercury/health-effects-exposures-mercury. Accessed 21/03/2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 24/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x