home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulik Manfaat Beras Hitam yang Patut Anda Coba

Mengulik Manfaat Beras Hitam yang Patut Anda Coba

Tidak mengherankan bila Anda belum tahu beras hitam karena penggunaannya dalam menu makan sehari-hari masih belum seluas jenis beras lainnya. Yuk, ketahui berbagai manfaat kesehatan dari beras hitam yang perlu Anda coba!

Manfaat kesehatan dari beras hitam

manfaat beras hitam

Beras hitam adalah kumpulan berbagai jenis beras dari spesies Oryza sativa L., termasuk beberapa di antaranya yakni beras ketan. Bulir hitamnya utuh mempertahankan semua sifat alaminya karena beras ini tidak melalui proses pemutihan.

Nasi hitam memiliki tekstur lengket dan rasa gurih seperti kacang sehingga cocok untuk diolah menjadi bubur, makanan penutup, dan kue beras hitam tradisional. Beras ini juga memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan beras putih.

Simak beragam manfaat beras hitam di bawah ini.

1. Tinggi kandungan antioksidan

Beras hitam tinggi akan kandungan antosianin. Bahkan, kandungannya yang tertinggi di antara jenis beras lainnya. Antosianin dalam beras hitam tentunya dapat memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh.

Antosianin yaitu senyawa yang mampu mencegah penyakit jantung dan melindungi terhadap segala macam peradangan yang menjadi penyebab dari banyak penyakit yang umum saat ini mulai dari asma, arthritis, hingga kanker.

Satu sendok makan nasi hitam mengandung antioksidan yang jauh lebih tinggi daripada blueberry dalam jumlah sama. Sebagai perbandingan, blueberry berperingkat nomor satu sebagai buah dengan antioksidan tertinggi dibandingkan 40 jenis buah dan sayuran lainnya.

2. Tinggi protein

Semangkuk nasi hitam mengandung karbohidrat yang lebih rendah daripada beras merah, tapi lebih tinggi kandungan serat dan protein. Satu porsi beras hitam (100 gram) menyediakan 17% dari asupan protein harian Anda.

zat gizi protein bisa Anda temukan pada hampir seluruh tubuh termasuk otot, tulang, kulit, dan rambut. Protein dapat memproduksi enzim yang dapat mendorong proses penyebaran oksigen ke seluruh tubuh.

Oksigen sendiri sangat dibutuhkan agar tubuh tetap bisa menjalankan fungsinya secara optimal.

3. Kaya akan vitamin dan mineral

Manfaat yang diberikan dari beras hitam tentu tak lepas dari kandungan vitamin dan mineralnya. Beras hitam mengandung sederet vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, serta mineral zinc, magnesium, dan fosfor.

Vitamin B kompleks membantu tubuh melepaskan energi dan mengolahnya secara efektif untuk Anda beraktivitas selama seharian, sementara kandungan magnesium dan zat besi di dalamnya membantu memerangi sindrom 3L (letih, lelah, lesu).

Satu porsi nasi hitam memenuhi 8% dari asupan harian untuk zinc, 6% untuk zat besi, dan 20% untuk fosfor. Zinc merupakan mineral yang mendukung kinerja sistem imun tubuh, sementara fosfor dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang.

4. Baik untuk detoks hati

Menurut beberapa penelitian, beras ini memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan hati terutama dalam mencegah perlemakan hati, termasuk perlemakan hati alkoholik. Lagi-lagi ini karena adanya antioksidan tinggi dalam beras.

Hati (liver) merupakan salah satu organ tubuh terbesar manusia yang bertanggung jawab untuk mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi untuk digunakan tubuh. Hati juga mengatur hormon dan memainkan peran penting dalam detoksifikasi tubuh.

Beras hitam dapat membantu hati menghilangkan zzat beracun berkat kandungan fitonutrien yang secara signifikan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh, sekaligus pula membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi masing-masing jaringan.

5. Melancarkan pencernaan

Beras hitam tinggi akan kandungan serat yang mampu menambahkan “massa” ke dalam feses Anda. Serat juga bantu menghilangkan, mencegah, dan/atau menyembuhkan masalah pencernaan lainnya.

Serat membantu meningkatkan aktivitas gerak usus dan membantu meringankan sembelit. Dalam dosis tinggi, serat dapat membantu mencegah penyerapan zat beracun dan membilasnya keluar dari tubuh.

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa diet tinggi makanan berserat dari varietas padi dan gandum terbukti melindungi Anda dari risiko terhadap gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).

8. Bantu mencegah dan mengendalikan gejala diabetes

Karena kandungan seratnya yang tinggi, beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Ini memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan.

Makan nasi hitam membantu Anda dalam mencegah risiko diabetes tipe 2 dan mengelola pradiabetes, karena kandungan gulanya yang juga rendah. Ditambah lagi, nasi hitam juga memiliki indeks glikemik (GI) rendah, yaitu 42,3.

Jika dibandingkan dengan nasi putih yang memiliki GI mencapai 89, makan nasi hitam punya manfaat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin yang meningkatkan kontrol akan diabetes, serta mengurangi risiko penyakit jantung.

7. Bebas gluten

Sama seperti jenis beras lainnya, beras hitam secara alami bebas gluten. Gluten yaitu sejenis protein yang ditemukan dalam semua produk yang mengandung gandum dan/atau barley.

Banyak orang yang menderita alergi terhadap gluten atau orang dengan penyakit celiac mungkin menemukan beras ini membantu dalam mencegah masalah pencernaan yang terkait dengan sensitivitas gluten.

Perlu Anda ketahui, gluten dapat menyebabkan efek samping seperti kembung dan nyeri perut pada orang-orang yang sensitif dengan gluten.

8. Mengontrol berat badan

Beras yang satu ini disebut mampu menurunkan berat badan lebih baik daripada beras merah. Ini berkat teksturnya yang lebih padat dan kaya serat, tapi rendah kalori. Dengan begitu, Anda bisa kenyang lebih lama.

Sebanyak 100 gram beras hitam terdiri dari 351 kalori, 76,9 gram karbohidrat, dan 20,1 gram serat. Sedangkan porsi yang sama dari beras merah mengandung sekitar 356 kalori, 75,5 gram karbohidrat, dan 11,1 gram serat.

Selain itu, beras yang satu ini membantu untuk mengontrol asupan kalori saat diet dan menjauhkan Anda dari kemungkinan mengalami kondisi obesitas dalam jangka panjang.

Apa pun jenis beras yang Anda pilih untuk menu makan Anda, jangan lupa dampingi dengan lauk-pauk yang menyehatkan dan tentunya memiliki gizi yang seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Beras Hitam. (n.d.). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 27 May 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view

Red Rice. (n.d.). Food Data Central US. Department of Agriculture. Retrieved 27 May 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/548842/nutrients

Protein. (n.d.). Harvard T.H. Chan School of Public Health. Retrieved 27 May 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/protein/

Lila M. A. (2004). Anthocyanins and Human Health: An In Vitro Investigative Approach. Journal of biomedicine & biotechnology, 2004(5), 306–313. https://doi.org/10.1155/S111072430440401X. Retrieved 27 May 2021.

Dietary Fiber: Essential for a healthy diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 27 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 14/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x