Mengenal 4 Jenis Beras: Mana yang Paling Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beras merupakan sumber bahan makanan utama bagi masyarakat di berbagai negara, setidaknya terdapat 26 negara padat penduduk yang menjadikan beras menjadi makanan pokoknya, termasuk Indonesia. Beras memiliki banyak jenis dan macamnya, tergantung dengan bentuk, aroma, dan warna dari masing-masing jenis, yang membuat setiap jenis beras memiliki cara memasaknya masing-masing. Selain itu, setiap jenis juga memiliki kandungan zat gizi dan rasa yang berbeda-beda. Lalu, Apa saja jenisnya?

Beras putih

Beras putih memiliki lapisan kulit yang sudah dibuang sebelumnya, makanya beras ini berwarna putih. Proses penggilan membuat beras putih berkurang kandungan zat gizinya jika dibandingan dengan jenis beras merah atau hitam. Beras putih dibagi menjadi berdasarkan bentuk bulir, yaitu:  

  • Beras bulir panjang. Beras ini telah melalui proses penggilingan tiga hingga empat kali. Beras bulir panjang biasanya kurang lengket dan biasa disebut dengan beras pera. Jenis beras ini bila dimasak maka akan terasa agak keras. Jenis beras bulir panjang yaitu beras basmati, jasmine, dan doongara.
  • Beras bulir sedang. Bila dibandingkan dengan beras bulir panjang, beras jenis ini lebih lengket dan tidak terlalu pera. Jika dimasak juga lembut dan tidak keras.
  • Beras bulir pendek. Beras jenis ini adalah jenis beras yang paling lembut dan lengket jika dimasak. Cocok untuk dijadikan bahan dasar dari makanan seperti sushi dan sebagainya. Beras ini sering disebut sebagai beras pulen. Kandungan amilosa yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis beras yang lain, membuat beras jenis ini lebih empuk dan pulen ketika dimasak. Amilosa yang terkandung dalam beras mempengaruhi sifat pemekaran volume beras yang kemudian menjadi nasi pulen. Beras dengan kadar amilosa yang rendah biasanya menghasilkan nasi yang tidak mudah kering. Nasi yang digunakan di Jepang biasanya menggunakan jenis beras tipe ini.

Bahkan bentuk bulir yang berbeda-beda, mempengaruhi tingkat indeks glikemik yang dikandungnya. Beras berbulir panjang, seperti beras basmati dan doongara, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan bulir sedang atau bulir pendek.

Namun jika dibandingkan dengan jenis beras yang lain, beras putih mengandung serat yang lebih sedikit dari pada jenis beras lain, seperti beras merah dan beras hitam. Hal ini karena lapisan luar dan lapisan tengah beras yang mengandung serat tinggi telah hilang akibat proses penggilingan, sementara pada beras merah dan hitam tidak.

Beras cokelat

Beras cokelat juga mengalami proses penggilingan, tapi tidak sama dengan beras putih, beras cokelat hanya menghilangkan lapisan terluarnya dan tidak menghilangkan lapisan tengah. Beras cokelat memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan dengan beras putih ketika dimasak. Selain itu, beras cokelat mengandung magnesium yang cukup tinggi dan serat sebesar 3,2 gram per 100 gram. Sedangkan total protein per 100 gram beras cokelat adalah 7,2 gram. Lebih tinggi daripada 100 gram beras putih yang hanya mengandung sekitar 6,3 gram. Tingkat indeks glikemiknya sedang, sehingga mengonsumsi beras cokelat akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Beras merah

Sama dengan beras cokelat, beras merah juga memiliki tekstur yang lebih keras dan kasar. Beras merah mengandung zat besi dan vitamin B6 yang berguna untuk menjaga keseimbangan produksi sel darah merah dan hormon serotonin, yaitu hormon yang mengatur nafsu makan.  Warna merah yang ada pada beras ini didapatkan dari lapisan luar yang mengandung antosianin yang membuat warnanya merah.

Beras hitam

Beras hitam merupakan beras yang cukup langka di pasaran dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi, hal ini disebabkan oleh kandungan gizinya yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis beras lainnya. Beras hitam memiliki tekstur yang keras dan pera, sehingga membutuhkan waktu memasak yang cukup lama untuk membuatnya lembut. Dalam beras hitam terdapat kandungan vitamin E yang cukup tinggi sehingga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menangkal radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan sel hati. Setidaknya, beras ini mengandung 20,1 gram serat, 7 gram protein, dan 1,8 gram zat besi dalam 100 gram beras hitam.  

Apakah ini artinya saya harus mengurangi beras putih?

Karena beras hitam, merah dan cokelat memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, maka Anda bisa menyiasatinya dengan mencampur beras putih atau beras biasa dengan salah satu jenis beras tersebut. Hal ini akan meningkatkan asupan serat Anda setiap hari namun tetap sesuai dengan budget yang ada.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

    Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

    Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

    Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

    Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengusir semut

    9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    lidah terasa pahit saat sakit

    Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    Seks setelah haid

    Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
    menguji keperawanan wanita

    Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit