home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Begini Cara Tepat Menyimpan Beras agar Bebas Kutu

Begini Cara Tepat Menyimpan Beras agar Bebas Kutu

Saat membuka tempat penyimpanan beras, Anda mungkin pernah menemukan kutu atau serangga lain muncul di sela-sela beras. Karena hal tersebut, beras jadi berbau tak sedap. Kalau sudah begitu, bisa jadi cara menyimpan beras yang Anda lakukan selama ini ternyata salah.

Dari mana asalnya kutu dalam beras?

gigitan kutu
Sumber: orkin.com

Saat menyetok bahan makanan seperti beras, Anda mungkin sudah memastikan bahwa kondisinya bersih dan aman dari kutu ataupun serangga lainnya. Namun, beberapa hari setelahnya, muncul bintik-bintik berwarna hitam yang ternyata kutu. Mengapa ini terjadi?

Melansir laman University of Minnesota, ada dua hal yang dapat menjadi penyebab munculnya kutu beras. Pertama, Anda mungkin tidak sadar bahwa beras yang Anda beli sebenarnya sudah tercampur dengan telur kutu.

Telur kutu ini kemungkinan berasal dari tanaman padi. Saat tanaman padi dipanen, telur kutu tersebut terbawa ke dalam beras yang Anda beli. Telur kutu lalu menetas, tapi kutu masih terlalu kecil atau tersembunyi di dalam butiran beras sehingga tidak terlihat.

Kedua, beras yang Anda beli awalnya memang bersih, tetapi kutu beras menyelinap masuk ke dalam tempat penyimpanan beras. Ini sebabnya cara menyimpan beras turut andil dalam menentukan kualitas dan ketahanan beras tersebut.

Tips menyimpan beras untuk menghindari kutu

jenis beras paling sehat

Di bawah ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menyimpan beras dengan benar.

1. Sediakan wadah penyimpanan yang bersih

Pastikan wadah penyimpanan makanan dalam kondisi bersih. Perhatikan secara saksama hingga ke sela-selanya, apakah terdapat kutu atau tidak. Bersihkan seluruh permukaan wadah dan keringkan dengan lap bersih sebelum digunakan.

2. Periksa kebersihan wadah di sekitarnya

Periksa juga kebersihan wadah penyimpanan kering lainnya, misalnya kacang, tepung, pasta, atau biji-bijian. Jika ada bahan makanan kering yang mengandung kutu, segera jauhkan dari penyimpanan beras agar kutu tidak berpindah dan mengotori beras.

3. Segera pindahkan beras ke wadah tertutup

Cara menyimpan beras yang benar yakni dengan memakai wadah tertutup, misalnya stoples besar, wadah plastik, atau tempat penyimpanan beras khusus. Wadah yang lembap dan tidak kedap udara dapat menarik kutu dan serangga lain untuk masuk ke dalam beras.

4. Masukkan wadah ke dalam kulkas

Beras termasuk makanan yang tahan lama dalam suhu ruangan, tapi sebaiknya masukkan wadah penyimpanan beras ke dalam kulkas paling tidak selama seminggu. Langkah ini bertujuan untuk membunuh telur atau larva yang ada di dalam beras.

Cara menghilangkan kutu di dalam beras

Beras brasmati polos

Terkadang, kutu beras masih saja muncul meski Anda sudah berusaha menyimpan beras dengan benar. Jika kondisinya demikian, di bawah ini beberapa opsi yang bisa Anda lakukan.

1. Simpan beras di dalam kulkas

Anda tidak harus segera membuang beras yang terkena kutu. Anda dapat membasmi kutu, larva, dan telurnya dengan menyimpan beras di dalam kulkas bersuhu 0 derajat Celsius selama 3 – 4 hari. Penyimpanan makanan di dalam kulkas dapat membunuh serangga termasuk kutu.

2. Memanaskan beras

Selain menyimpan beras dalam kulkas, Anda juga dapat membunuh kutu dengan cara memanaskan beras dalam suhu 60 derajat Celsius selama 1 – 2 jam. Cara ini juga dapat membasmi kutu dari kacang, biji-bijian, dan bahan makanan kering lainnya.

3. Menjemur beras di bawah sinar matahari

Panas dari sinar matahari dapat membantu mengusir kutu dari beras. Tempatkan beras pada wadah yang lebar, lalu jemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam. Sebelum menyimpan beras kembali, periksalah apakah masih ada kutu yang tersisa.

4. Jauhkan beras dari bahan makanan lain

Kutu kadang berasal dari bahan makanan lain yang ada di sekitar beras. Jika kutu belum berpindah ke beras, jauhkan beras dari makanan yang menjadi sumbernya. Pastikan produk tersebut aman dari kutu sebelum Anda memindahkan beras kembali.

5. Menggunakan daun salam

Cara lain untuk mengusir kutu yakni menyimpan daun salam di dalam wadah yang sama dengan beras. Kutu beras tidak menyukai aroma daun salam yang kuat. Beberapa lembar daun salam kering sudah cukup untuk membantu menghilangkan serangga hama ini.

6. Menaburkan cengkeh

Cengkeh juga memiliki aroma khas yang tidak disukai oleh kutu beras. Coba ambil satu sendok makan cengkeh bubuk, lalu taburkan di sekitar tempat penyimpanan beras, tepung, dan kacang-kacangan yang rawan terserang kutu.

7. Menggunakan bawang putih atau jahe

Aroma kuat bawang putih dan jahe juga merupakan musuh besar bagi kutu beras. Akan tetapi, bawang putih mungkin bisa mengubah rasa dan aroma beras. Oleh sebab itu, cukup gunakan bawang putih seperlunya hingga kutu menghilang.

Beras merupakan tempat tumbuhnya kutu sehingga Anda perlu menyimpan produk ini dengan cara yang benar. Selain mencegah kutu, penyimpanan yang tepat juga bertujuan untuk menjaga kebersihan bahan makanan yang Anda gunakan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Using and Storing Rice (E2072). (2015). Retrieved 18 March 2021, from https://www.canr.msu.edu/resources/using_and_storing_rice_e2072

How to Prevent Bugs in Rice. (2019). Retrieved 18 March 2021, from https://www.livestrong.com/article/476221-how-to-prevent-bugs-in-rice/

Pantry pests: Insects found in stored food. (2018). Retrieved 18 March 2021, from https://extension.umn.edu/product-and-houseplant-pests/pantry-pests-insects-found-stored-food#how-to-get-rid-of-pantry-pests-50812

Rice Weevils. (2019). Retrieved 18 March 2021, from https://www.sfa.gov.sg/food-information/risk-at-a-glance/rice-weevils

Do’s and don’ts for storage and handling of rice. (n.d.). Retrieved 18 March 2021, from http://apeda.gov.in/apedawebsite/Announcements/do’s_and_dont’s_for_rice_storage.pdf

Maia, M. F., & Moore, S. J. (2011). Plant-based insect repellents: a review of their efficacy, development and testing. Malaria journal, 10 Suppl 1(Suppl 1), S11. https://doi.org/10.1186/1475-2875-10-S1-S11

Jairoce, C., Teixeira, C., Nunes, C., Nunes, A., Pereira, C., & Garcia, F. (2016). Insecticide activity of clove essential oil on bean weevil and maize weevil. Revista Brasileira De Engenharia Agrícola E Ambiental, 20(1), 72-77. https://doi.org/10.1590/1807-1929/agriambi.v20n1p72-77

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 06/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro