home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Susu Protein untuk Diet Anda

Manfaat Susu Protein untuk Diet Anda

Dahulu, protein whey atau dikenal dengan protein shake (susu protein) dikonsumsi untuk orang yang ingin membentuk massa otot. Sekarang, sumber protein ini kini sudah mulai dikonsumsi untuk diet sehat demi berat badan turun. Apakah efektif?

Apa itu susu protein?

Susu protein adalah suplemen protein yang biasanya dikonsumsi oleh atlet untuk memenuhi kebutuhan protein. Protein shakes umumnya berasal dari whey, kedelai, dan protein kasein.

Ketiga bahan tersebut mengandung asam amino esensial untuk mendukung proses metabolisme tubuh. Kandungan dalam protein shakes ini juga berperan dalam menstabilkan tekanan darah dan membantu menghasilkan protein lainnya.

Selain digunakan untuk menambah massa otot, jenis susu yang satu ini memiliki manfaat lainnya, meliputi:

  • mendukung pertumbuhan remaja,
  • mempercepat proses pemulihan cedera, dan
  • cocok untuk vegetarian.

Manfaat susu protein untuk program diet

susu rendah lemak untuk penderita darah tinggi

Kini, protein shakes cukup populer bagi orang yang ingin menjalani diet dan menurunkan berat badan mereka. Tidak heran bila banyak produsen protein shakes yang mengklaim produk mereka bisa membantu menurunkan berat badan.

Lantas, benarkah susu protein efektif digunakan untuk program diet sehat? Di bawah ini sejumlah manfaat protein shakes untuk menurunkan berat badan yang perlu Anda ketahui.

1. Mengurangi rasa lapar dan nafsu makan

Salah satu alasan mengapa banyak orang menganggap bahwa susu protein baik untuk diet yaitu mengurangi rasa lapar dan nafsu makan. Pasalnya, memenuhi kebutuhan protein termasuk cara untuk memperoleh kedua hal tersebut.

Menurut beberapa penelitian dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, konsumsi protein dapat meningkatkan perasaan kenyang. Oleh sebab itu, orang dengan asupan protein yang cukup mungkin memiliki keinginan makan lebih sedikit.

Beberapa dari mereka juga mungkin memilih mendapatkan kebutuhan zat gizi makro ini melalui susu protein.

2. Membantu meningkatkan proses metabolisme

Tahukah Anda bahwa diet tinggi protein ternyata dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh? Hal ini telah dibuktikan melalui analisis dari jurnal Nutrition and Metabolism.

Para ahli melaporkan bahwa diet tinggi protein dapat membantu meningkatkan metabolisme dengan beberapa cara, yakni:

  • mengurangi sekresi hormon ghrelin dan
  • meningkatkan efek termal makanan.

Kedua hal tersebut menyumbang peningkatan proses metabolisme. Alhasil, tubuh pun dapat membakar lebih banyak kalori.

Sementara itu, beberapa orang yang menjalani diet tinggi protein juga memasukkan protein shakes sebagai pengganti makanan. Hal ini bertujuan mengurangi asupan kalori harian yang tentu dapat membantu mengurangi berat badan.

3. Membantu membakar lemak di perut

Lemak di perut yang membuat Anda tampak buncit memang mengganggu penampilan, bukan? Untungnya, Anda bisa memanfaatkan susu protein untuk mengurangi lemak di perut ketika menjalani diet.

Para ahli sepakat bahwa diet tinggi protein dapat membantu tubuh menghilangkan lebih banyak lemak, terutama lemak perut. Temuan ini telah diperlihatkan langsung melalui studi dari The Journal of Nutrition.

Para peneliti tersebut melaporkan peserta yang diberi tambahan 56 gram protein whey per hari mengalami penurunan berat badan 2,3 kg. Walaupun demikian, mereka tidak sadar bahwa telah mengubah menu makanan mereka selama 23 minggu.

Perlu diingat bahwa membakar lemak perut tidak hanya mengandalkan susu protein. Anda juga perlu mengimbanginya dengan olahraga dan menu makanan sehat lainnya.

4. Membangun massa otot

Protein dikenal sebagai zat gizi yang mudah dicerna oleh tubuh. Faktanya, tubuh memerlukan beberapa jam untuk mencerna protein shakes. Hal ini dikarenakan kandungan protein whey di dalamnya mengandung nilai biologis sebesar 104.

Selain itu, protein whey dikenal sebagai anabolik, yakni dapat membantu membangun massa otot. Pasalnya, bentuk lain dari protein ini dapat meningkatkan kadar asam amino yang dipakai untuk proses sintesis protein otot.

Itu sebabnya, protein shakes sering dikonsumsi sebelum, selama, atau seluruh olahraga. Berkat proses pencernaannya yang cepat, kebutuhan protein harian untuk otot berkat susu protein pun terpenuhi dengan mudah.

5. Mencegah kenaikan berat badan setelah berat badan turun

Kandungan protein yang tinggi pada protein shakes ternyata bisa membantu menghalangi tubuh mengalami kenaikan berat badan. Berkat efek protein pada metabolisme, nafsu makan, massa otot, susu protein bisa melakukan hal ini.

Menurut studi dari Physiology & behavior, peserta yang mendapat asupan protein tinggi mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak.

Bahkan, mereka juga berhasil menjaga berat badannya dibandingkan peserta yang diberi lebih sedikit protein. Meski begitu, mencegah kenaikan berat badan kembali setelah berhasil diet baru bisa berhasil ketika dibarengi dengan olahraga.

Tips memilih susu protein untuk diet

Susu protein memang dipercaya dapat membantu program diet untuk menurunkan berat badan. Namun, Anda tidak boleh sembarang pilih protein shakes.

Di bawah ini beberapa tips memilih susu protein berdasarkan yang fungsi yang dicari, dilansir dari Cleveland Clinic.

1. Membentuk otot

Bila ingin membentuk otot, pilihlah protein shakes dengan nilai biologis yang tinggi. Nilai ini dipakai untuk mengukur seberapa baik tubuh dapat menyerap dan memanfaatkan protein. Anda bisa memilih protein whey untuk manfaat susu protein yang ini.

2. Menurunkan berat badan

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, pilihlah protein shake tanpa gula tambahan atau dekstrin (pemanis buatan dari pati). Usahakan untuk menghindari susu protein yang mengandung asam amino rantai bercabang (BCAA).

Hal ini dikarenakan bentuk asam amino ini dapat meningkatkan pertumbuhan otot yang bisa memicu kenaikan berat badan.

3. Diet vegan

Susu protein untuk Anda yang menjalani diet vegan ternyata tersedia. Anda bisa menghindari protein shake yang mengandung protein susu atau whey. Sebagai gantinya, konsumsi protein shake nabati-kedelai, kacang polong, atau rami.

4. Menurunkan gula pada pasien diabetes

Jika Anda memiliki penyakit diabetes, usahakan menggunakan susu protein tanpa tambahan gula. Anda bisa membedakannya dengan menghindari bubuk protein dengan gula yang termasuk dalam salah satu dari tiga bahan pertama.

Selain itu, cobalah mengonsumsi susu protein rendah karbohidrat guna mengurangi gula darah pada penyandang penyakit diabetes.

Risiko minum susu protein berlebihan

Protein merupakan zat gizi yang mengandung kalori tinggi. Bila Anda mengonsumsi terlalu banyak, tubuh akan kesulitan membakar lemak untuk menurunkan berat badan.

Bahkan, program diet Anda akan sulit berhasil ketika minum protein shake sebagai tambahan dari makanan biasa dan tidak berolahraga.

Umumnya, orang dewasa memerlukan 46 hingga 56 gram protein sehari, tergantung berat badan dan kondisi kesehatan. Selama Anda makan makanan yang sehat, tambahan protein, baik dari susu protein maupun makanan lainnya, tidak diperlukan.

Ingat, kunci utama menurunkan berat badan yaitu membakar lebih banyak kalori dibandingkan yang dikonsumsi. Pilihlah makanan sehat, seperti buah, sayur, dan protein tanpa lemak. Jangan lupa menyertakan aktivitas fisik dalam rutinitas Anda.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait susu protein untuk diet, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zeratsky, K. (2020). I’m trying to lose weight. Could protein shakes help? Mayo Clinic. Retrieved 1 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/protein-shakes/faq-20058335 

Dhillon, J., Craig, B., Leidy, H., Amankwaah, A., Osei-Boadi Anguah, K., & Jacobs, A. et al. (2016). The Effects of Increased Protein Intake on Fullness: A Meta-Analysis and Its Limitations. Journal Of The Academy Of Nutrition And Dietetics, 116(6), 968-983. doi: 10.1016/j.jand.2016.01.003. Retrieved 1 April 2021. 

Baer, D. J., Stote, K. S., Paul, D. R., Harris, G. K., Rumpler, W. V., & Clevidence, B. A. (2011). Whey protein but not soy protein supplementation alters body weight and composition in free-living overweight and obese adults. The Journal of nutrition, 141(8), 1489–1494. https://doi.org/10.3945/jn.111.139840. Retrieved 1 April 2021. 

Loenneke, J. P., Wilson, J. M., Manninen, A. H., Wray, M. E., Barnes, J. T., & Pujol, T. J. (2012). Quality protein intake is inversely related with abdominal fat. Nutrition & metabolism, 9(1), 5. https://doi.org/10.1186/1743-7075-9-5. Retrieved 1 April 2021. 

Pesta, D. H., & Samuel, V. T. (2014). A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutrition & metabolism, 11(1), 53. https://doi.org/10.1186/1743-7075-11-53. Retrieved 1 April 2021. 

How to Choose the Best Protein Powder for You. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 1 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/7-tips-choosing-best-protein-powder/ 

Soenen, S., Bonomi, A. G., Lemmens, S. G., Scholte, J., Thijssen, M. A., van Berkum, F., & Westerterp-Plantenga, M. S. (2012). Relatively high-protein or ‘low-carb’ energy-restricted diets for body weight loss and body weight maintenance?. Physiology & behavior, 107(3), 374–380. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2012.08.004. Retrieved 1 April 2021. 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 02/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro