home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efek Kesehatan Akibat Maltodekstrin, Pengawet dan Pengental Makanan yang Sering Digunakan

Efek Kesehatan Akibat Maltodekstrin, Pengawet dan Pengental Makanan yang Sering Digunakan

Anda mungkin pernah melihat maltodekstrin sebagai kandungan bahan pada makanan kemasan, seperti yogurt, permen, puding instan, pemanis/gula buatan, dan lainnya. Ya, manfaat maltodekstrin sangat banyak dalam pembuatan makanan, umumnya sebagai pengental untuk meningkatkan volume makanan dan sebagai pengawet. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu maltodekstrin?

Apa itu maltodekstrin?

Maltodekstrin dapat Anda temukan dalam bentuk bubuk putih seperti tepung tapi lebih halus. Bubuk putih ini terbuat dari tepung jagung, beras, tepung kentang, atau gandum. Pertama, tepung dimasak dengan air, dan kemudian ditambahkan dengan asam atau enzim yang akan memecah tepung. Selanjutnya, maltodekstrin disaring dan dikeringkan.

Hasilnya, bubuk putih yang larut air terbentuk dan mempunyai rasa netral. Maltodekstrin mempunyai rasa sedikit manis, namun kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan sirup jagung. Maltodekstrin mengandung gula kurang dari 20%.

Apa manfaat maltodekstrin?

Manfaat maltodekstrin tampaknya lebih banyak untuk produk makanan dibandingkan untuk kesehatan. Maltodekstrin biasa dimanfaatkan untuk meningkatkan tekstur makanan dan sebagai bahan pengawet. Tak hanya itu, maltodekstrin juga dapat menjadi pengental, agen pengikat, dan untuk memperbaiki rasa makanan. Jika dikombinasikan dengan pemanis buatan, maltodekstrin berguna untuk mempermanis produk makanan, seperti pada buah kaleng dan minuman bubuk.

Maltodekstrin juga banyak ditambahkan dalam minuman olahraga sebagai sumber karbohidrat. Karena mudah dicerna dan diserap tubuh, maltodekstrin dapat membantu atlet mempertahankan energi lebih lama dan membantu pemulihan setelah latihan.

Apakah maltodekstrin bermanfaat atau berisiko bagi kesehatan?

Maltodekstrin mengandung gula atau karbohidrat, sehingga bisa menjadi sumber energi Anda. Satu sendok teh maltodekstrin mengandung 12 kalori, 3,8 gram karbohidrat. Perlu diketahui bahwa maltodekstrim hampir tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga, konsumsi maltodekstrin yang terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik tinggi

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada gula, sekitar 106-136. Hal ini menyebabkan maltodekstrin dapat meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat sehingga konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat berbahaya bagi Anda yang mempunyai diabetes atau Anda yang mempunyai keturunan diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Maltodekstrin dapat membahayakan kesehatan usus

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One tahun 2012 menemukan bahwa maltodekstrin dapat mengubah komposisi bakteri usus, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit.

Konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat menekan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli. Padahal, probiotik dalam usus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut beberapa penelitian, berbagai jenis bakteri dalam usus berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, pengaturan berat badan, gula darah, dan metabolisme makanan.

Maltodekstrin juga banyak dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan

Maltodekstrin dapat menyebabkan beberapa orang tertentu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsinya, walaupun belum ada penelitian yang menghubungkan hal ini. Beberapa gangguan yang bisa muncul setelah mengonsumsi maltodekstrin adalah sakit perut, perut kembung, diare, muntah, ruam, dan asma.

Jika Anda mengalami gangguan tersebut setelah mengonsumsi makanan yang mengandung maltodekstrin, sebaiknya jangan dilanjutkan. Anda mungkin harus menghindarinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2017). Is Maltodextrin Bad for Me?. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-maltodextrin-bad-for-me#5 [Accessed 25 Jul. 2017].

Raman, Ryan. (2017). Is Maltodextrin Bad for Your Health?. [online] Authority Nutrition. Available at: https://authoritynutrition.com/maltodextrin/ [Accessed 25 Jul. 2017].

Adams, A. (2015). The Health Risks of Maltodextrin. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/502241-the-risks-of-maltodextrin/ [Accessed 25 Jul. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 02/08/2017
x