Efek Kesehatan Akibat Maltodekstrin, Pengawet dan Pengental Makanan yang Sering Digunakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat maltodekstrin sebagai kandungan bahan pada makanan kemasan, seperti yogurt, permen, puding instan, pemanis/gula buatan, dan lainnya. Ya, manfaat maltodekstrin sangat banyak dalam pembuatan makanan, umumnya sebagai pengental untuk meningkatkan volume makanan dan sebagai pengawet. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu maltodekstrin?

Apa itu maltodekstrin?

Maltodekstrin dapat Anda temukan dalam bentuk bubuk putih seperti tepung tapi lebih halus. Bubuk putih ini terbuat dari tepung jagung, beras, tepung kentang, atau gandum. Pertama, tepung dimasak dengan air, dan kemudian ditambahkan dengan asam atau enzim yang akan memecah tepung. Selanjutnya, maltodekstrin disaring dan dikeringkan.

Hasilnya, bubuk putih yang larut air terbentuk dan mempunyai rasa netral. Maltodekstrin mempunyai rasa sedikit manis, namun kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan sirup jagung. Maltodekstrin mengandung gula kurang dari 20%.

Apa manfaat maltodekstrin?

Manfaat maltodekstrin tampaknya lebih banyak untuk produk makanan dibandingkan untuk kesehatan. Maltodekstrin biasa dimanfaatkan untuk meningkatkan tekstur makanan dan sebagai bahan pengawet. Tak hanya itu, maltodekstrin juga dapat menjadi pengental, agen pengikat, dan untuk memperbaiki rasa makanan. Jika dikombinasikan dengan pemanis buatan, maltodekstrin berguna untuk mempermanis produk makanan, seperti pada buah kaleng dan minuman bubuk.  

Maltodekstrin juga banyak ditambahkan dalam minuman olahraga sebagai sumber karbohidrat. Karena mudah dicerna dan diserap tubuh, maltodekstrin dapat membantu atlet mempertahankan energi lebih lama dan membantu pemulihan setelah latihan.

Apakah maltodekstrin bermanfaat atau berisiko bagi kesehatan?

Maltodekstrin mengandung gula atau karbohidrat, sehingga bisa menjadi sumber energi Anda. Satu sendok teh maltodekstrin mengandung 12 kalori, 3,8 gram karbohidrat. Perlu diketahui bahwa maltodekstrim hampir tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga, konsumsi maltodekstrin yang terlalu sering tentu tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan tidak tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik tinggi

Maltodekstrin memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada gula, sekitar 106-136. Hal ini menyebabkan maltodekstrin dapat meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat sehingga konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat berbahaya bagi Anda yang mempunyai diabetes atau Anda yang mempunyai keturunan diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Maltodekstrin dapat membahayakan kesehatan usus

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One tahun 2012 menemukan bahwa maltodekstrin dapat mengubah komposisi bakteri usus, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit.

Konsumsi maltodekstrin dalam jumlah banyak dapat menekan pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli. Padahal, probiotik dalam usus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut beberapa penelitian, berbagai jenis bakteri dalam usus berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, pengaturan berat badan, gula darah, dan metabolisme makanan.

Maltodekstrin juga banyak dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan

Maltodekstrin dapat menyebabkan beberapa orang tertentu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsinya, walaupun belum ada penelitian yang menghubungkan hal ini. Beberapa gangguan yang bisa muncul setelah mengonsumsi maltodekstrin adalah sakit perut, perut kembung, diare, muntah, ruam, dan asma.

Jika Anda mengalami gangguan tersebut setelah mengonsumsi makanan yang mengandung maltodekstrin, sebaiknya jangan dilanjutkan. Anda mungkin harus menghindarinya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Seseorang Hidup Tanpa Pankreas?

Rusaknya fungsi pankreas memaksa Anda untuk hidup tanpa pankreas dengan menjalani operasi. Apakah hidup tanpa pankreas tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Melakukannya

Olahraga penting untuk menjaga kadar gula darah diabetesi. Apa saja pilihan olahraga atau senam untuk penderita diabetes? Bagaimana tips aman melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Tanda Gula Darah Anda Terlalu Tinggi, Plus Cara Tepat Mengatasinya

Tak hanya orang diabetes, orang yang sehat juga bisa saja memiliki kadar gula darah tinggi. Apa saja tanda dan gejala gula darah tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

8 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Diabetes

Salah satu kunci utama menjaga kadar gula darah adalah menjaga makanan. Berikut adalah pantangan diabetes yang perlu dihindari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit


Direkomendasikan untuk Anda

bahaya mie instan

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
akibat gula darah tinggi

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit