home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jam Berapa Saja Kita Harus Makan Kalau Sedang Berdiet?

Jam Berapa Saja Kita Harus Makan Kalau Sedang Berdiet?

Anda sudah diet ketat untuk menurunkan berat badan, tapi hasilnya belum juga terasa? Bisa jadi yang salah bukanlah jenis makanannya, melainkan jam makan yang Anda pilih untuk diet.

Menurut para ahli, menurunkan berat badan itu tak sekadar mengurangi porsi makan saja. Anda juga harus memperhatikan jam makan yang tepat agar berat badan jadi lebih terkendali.

Dengan begitu, punya tubuh ramping dan ideal pun tak hanya mimpi lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung simak tips diet dengan mengatur jam makan berikut ini, ya.

Pentingnya mengatur jam makan untuk diet yang sukses

makan malam saat puasa

Sesehat apa pun makanan yang Anda konsumsi, jadwal makan yang tidak mengikuti jam biologis tubuh bisa membuat metabolisme menjadi kacau.

Metabolisme merupakan berbagai reaksi kimia dalam sel tubuh yang mengubah makanan menjadi energi.

Salah satu dampak dari terganggunya metabolisme ialah naiknya gula darah. Hal ini mengganggu produksi hormon insulin yang bertugas menyimpan lemak dalam tubuh.

Alih-alih dibakar menjadi energi, lemak dalam tubuh justru semakin menumpuk.

Sebaliknya, jam makan yang tepat mungkin tidak hanya bermanfaat untuk membantu keberhasilan diet, tapi juga melindungi Anda dari risiko penyakit.

Hal tersebut diteliti oleh Dr. Jonathan Johnston dari University of Surrey di Inggris dalam riset tahun 2018 yang membagi pesertanya ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta sarapan 90 menit lebih lama dari jadwal mereka biasanya dan makan malam 90 menit lebih awal. Tidak ada batasan dalam jenis makanan.

Setelah pengamatan selama 10 pekan, ia mengambil sampel darah peserta.

Rupanya, orang yang mengubah waktu sarapan dan makan malamnya dapat menurunkan lemak badan dua kali lipat lebih banyak dari orang yang makan seperti biasa (kelompok dua).

Dr. Johnston juga menemukan bahwa kelompok pertama makan lebih sedikit dibanding kelompok kedua.

Para peserta menyatakan bahwa mereka makan lebih sedikit karena nafsu makannya lebih terkendali. Mereka juga tidak banyak ngemil pada malam hari.

Selain berat badan yang turun, Dr. Johnston pun menambahkan perubahan ini mungkin bisa mencegah obesitas dan penyakit-penyakit terkait. Pasalnya, jumlah lemak tubuh telah berkurang dari sebelumnya.

Panduan jam makan yang tepat untuk diet

hasil diet

Anda keliru bila mengira bahwa diet terbaik itu hanya makan sekali saja dalam sehari. Ketika menurunkan berat badan, Anda tak perlu tak perlu sampai menahan lapar atau puasa seharian.

Bukannya turun berat badan, Anda malah rentan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan gangguan kesehatan lainnya.

Jadi, sebaiknya tetaplah makan seperti biasa dengan jadwal berikut ini.

Sarapan

Sebuah penelitian pada 2015 dalam jurnal Obesity menguak bahwa mengonsumsi sarapan tinggi protein pukul 6–9.45 pagi paling ampuh mencegah penumpukan lemak.

Sarapan pada waktu ini juga bisa mencegah munculnya rasa lapar palsu seharian.

Ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics di AS, Jim White, juga menyetujui hal ini.

Menurut White, makan satu jam setelah bangun tidur adalah waktu terbaik untuk orang yang diet. Jangan menunggu sampai jam 10 pagi baru sarapan.

Camilan pagi

Jika Anda terbiasa makan sangat pagi dan tak sabar menanti makan siang, camilan sehat bisa jadi solusinya.

Untuk memastikan camilan, Anda tak akan jadi lemak yang menumpuk begitu saja, pastikan Anda ngemil 2–4 jam setelah sarapan.

Itulah waktu yang dibutuhkan bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan Anda ketika sarapan.

Dengan begitu, pada saat Anda makan camilan, tubuh memang sudah siap untuk memproses makanan yang masuk.

Makan siang

Mengutip laman Northwestern Medicine, jam makan siang yang tepat untuk diet yakni 4–5 jam setelah sarapan. Jika Anda sarapan pada pukul 7 pagi, Anda sebaiknya makan siang pada pukul 11–12 siang.

Namun, bila ada kegiatan yang membuat Anda tidak bisa makan siang hingga pukul 2 siang, siapkan camilan sehat untuk dikonsumsi antara waktu sarapan dan makan siang.

Camilan yang padat serat dan protein bisa membuat Anda kenyang lebih lama.

Camilan siang

diet ornish

Seperti halnya camilan pagi, ngemil pada siang atau sore hari juga bisa membantu mengganjal perut supaya Anda tidak makan kebanyakan.

Kunci ngemil untuk diet yakni memilih jam yang tepat, yaitu 2–4 jam setelah makan siang.

Selain itu, jangan lupa memilih camilan yang tinggi serat dan mengenyangkan. Pilihlah buah, sayuran, atau kacang-kacangan.

Anda juga bisa menambahkan susu rendah lemak, susu kedelai, serta teh atau kopi tanpa gula.

Makan malam

Beberapa orang cenderung makan berlebihan pada malam hari karena mereka tidak makan dengan cukup selama seharian.

Seperti halnya sarapan dan makan siang, waktu makan malam pun harus teratur dan tidak terlalu larut.

Anda sebaiknya makan malam lebih awal antara 4–5 jam setelah makan siang, yakni antara pukul 4–5 sore. Hal ini memang sulit bila Anda belum terbiasa.

Untuk mencegah rasa lapar, Anda bisa makan camilan diet pada malam hari.

Jam makan yang tepat berperan penting dalam keberhasilan diet. Oleh sebab itu, sebisa mungkin pastikan Anda makan pada waktu yang sama setiap hari.

Lakukan perubahan jam makan secara konsisten hingga Anda terbiasa. Begitu terbiasa, tubuh akan “memahami” kapan waktunya sarapan, makan siang, makan malam, dan makan camilan.

Dengan begitu, Anda tidak akan makan di luar waktu tersebut akibat rasa lapar yang muncul tiba-tiba.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Best Times to Eat. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/nutrition/best-times-to-eat

Healthy Snacking. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/add-color/healthy-snacking

Antoni, R., Robertson, T., Robertson, M., & Johnston, J. (2018). A pilot feasibility study exploring the effects of a moderate time-restricted feeding intervention on energy intake, adiposity and metabolic physiology in free-living human subjects. Journal Of Nutritional Science, 7. doi: 10.1017/jns.2018.13

Leidy, H., Hoertel, H., Douglas, S., Higgins, K., & Shafer, R. (2015). A high-protein breakfast prevents body fat gain, through reductions in daily intake and hunger, in “Breakfast skipping” adolescents. Obesity, 23(9), 1761-1764. doi: 10.1002/oby.21185

Lopez-Minguez, J., Gómez-Abellán, P., & Garaulet, M. (2019). Timing of Breakfast, Lunch, and Dinner. Effects on Obesity and Metabolic Risk. Nutrients, 11(11), 2624. doi: 10.3390/nu11112624

Potter, G., Skene, D., Arendt, J., Cade, J., Grant, P., & Hardie, L. (2016). Circadian Rhythm and Sleep Disruption: Causes, Metabolic Consequences, and Countermeasures. Endocrine Reviews, 37(6), 584-608. doi: 10.1210/er.2016-1083

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 16/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro