backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Redakan Sakit Tulang Ekor dengan 14 Cara Pengobatan Ini

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 19/08/2022

Redakan Sakit Tulang Ekor dengan 14 Cara Pengobatan Ini

Pernahkah Anda merasakan sakit di tulang ekor? Rasa sakitnya biasanya cukup tajam hingga mengganggu aktivitas. Bahkan, buang air besar, berhubungan seks, dan menstruasi pun akan terasa menyakitkan saat tulang ekor Anda bermasalah. Saat tulang ekor sakit, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi tersebut. Berikut pilihan pengobatannya.

Berbagai cara mengobati tulang ekor yang sakit

Tulang ekor tepatnya berada di bagian terbawah dari tulang belakang (coccyx). Rasa sakit di bagian tulang yang satu ini biasanya disebabkan oleh kondisi berikut.

  • Trauma pada tulang ekor saat jatuh.
  • Persalinan normal.
  • Akibat duduk terlalu lama di permukaan yang keras atau sempit.
  • Adanya perubahan pada sendi karena faktor usia.
  • Untuk mengatasi tulang ekor yang sakit, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari perawatan rumahan hingga pengobatan medis dari dokter Anda.

    1. Perbanyak istirahat dan hindari aktivitas berat

    Saat timbul rasa sakit di tulang ekor, sebaiknya perbanyak istirahat dan hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat.

    Hal ini akan membuat penyebab timbulnya rasa sakit lebih cepat sembuh, sehingga nyeri yang timbul bisa lebih cepat hilang.

    2. Kompres atau berendam air panas

    manfaat berendam air panas

    Biasanya, tulang ekor yang sakit disertai dengan otot yang tegang. Akibatnya, rasa nyeri yang dirasakan semakin parah.

    Nah, suhu yang hangat bisa membantu meredakan ketegangan otot ini. Dengan begitu, rasa sakit pada tulang ekor pun dapat mereda.

    Beberapa sumber panas yang bisa digunakan, yaitu botol berisi air panas, bantal pemanas, koyo untuk nyeri otot, hingga berendam air hangat.

    Anda juga bisa mencoba sitz bath, yaitu merendam area bokong di air hangat untuk meredakan nyeri otot. Pilihlah sumber panas yang sekiranya membuat Anda paling nyaman.

    3. Kompres dingin

    Kompres es bisa menjadi bentuk perawatan untuk meredakan rasa sakit di tulang ekor akibat cedera atau trauma.

    Sensasi dingin ini sangat efektif membantu mengurangi peradangan pada awal cedera.

    Jika peradangan ini sudah diredakan pada awal kejadian, biasanya rasa sakit tidak akan bertambah parah.

    Anda bisa mengompres tulang ekor dengan es batu. Caranya, bungkus es batu dengan handuk, kemudian taruh di bagian yang terasa sakit.

    Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kompres es plastik (cold pack) yang dijual bebas di pasaran.

    4. Menggunakan bantal tambahan

    Ganjalan dengan bantal bisa membantu mengurangi tekanan ketika duduk saat tulang ekor sakit. Namun, cara mengatasi sakit tulang ekor ini membutuhkan bantal khusus.

    Melansir dari Cleveland Clinic, bantal berbentuk U atau V umumnya cukup membantu meringankan rasa sakit. Bantal tambahan ini bisa Anda gunakan saat menyetir atau ketika di kantor, kelas, atau rumah.

    Kapan pun Anda duduk dan butuh penyangga di bagian bokong, gunakanlah bantal tambahan yang nyaman.

    5. Mengubah pola makan

    Jika nyeri tulang ekor disebabkan atau diperparah oleh sembelit, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengubah pola makan.

    Anda harus lebih banyak makan makanan tinggi serat dan minum air putih. Dengan begitu, masalah pencernaan Anda sedikit demi sedikit bisa teratasi dengan baik.

    6. Hilangkan kebiasaan yang tidak sehat

    posisi duduk

    Anda harus mengubah berbagai kebiasaan yang memberikan tekanan berlebih pada tulang ekor, misal duduk terlalu lama.

    Jika selama ini Anda selalu duduk di depan komputer dalam waktu lama, sebaiknya Anda lebih sering bangun dan bergerak mulai dari sekarang.

    Anda juga bisa mulai menggunakan bantal tambahan saat duduk untuk sedikit meringankan beban tulang ekor saat menumpu tubuh bagian atas.

    Selain itu, Anda juga perlu mempraktikkan postur tubuh yang baik saat duduk agar tidak terlalu sakit.

    7. Melakukan peregangan

    Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Bodywork and Movement Therapies menemukan fakta bahwa peregangan membantu mengatasi rasa sakit, termasuk di tulang ekor, saat duduk.

    Selain itu, peregangan juga membantu meningkatkan jumlah tekanan yang bisa ditahan di punggung bawah agar tak mudah sakit.

    Adapun gerakan yang dilakukan sebaiknya difokuskan pada tulang belakang, otot piriformis (otot di bokong yang membentang ke paha bagian atas), dan iliopsoas (otot di daerah pinggul).

    Meregangkan ligamen yang melekat pada tulang ekor bisa membantu mengurangi ketegangan otot di bagian tersebut.

    8. Minum obat NSAID

    NSAID adalah obat antiradang nonsteroid yang digunakan untuk membantu mengobati gangguan muskuloskeletal.

    Obat ini khususnya bekerja cukup ampuh meredakan nyeri, demam, dan peradangan. Untuk itu, Anda juga bisa minum obat NSAID sebagai cara mengobati tulang ekor yang sakit.

    Obat ibuprofen (Advil), naproxen (Aleve), dan inhibitor COX-2 bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi rasa sakit.

    9. Perawatan intensif oleh dokter

    Bila Anda sudah coba semua cara di atas tapi rasa sakit pada tulang ekor tidak kunjung berkurang atau justru semakin parah, sebaiknya langsung periksa ke dokter.

    Perawatan akan dimulai dengan melakukan serangkaian pemeriksaan medis, terutama pemeriksaan tulang, guna memastikan penyebab yang mendasarinya.

    Untuk mendeteksi adanya retak pada tulang, tes pemindaian dapat dilakukan, yaitu foto Rontgen (X-ray) atau CT scan tulang belakang.

    Sementara itu, MRI atau pemindaian tulang bisa dilakukan untuk melihat adanya peradangan tulang dan chordoma (jenis kanker langka pada tulang belakang).

    10. Akupunktur

    Pada banyak penderita sakit tulang ekor, akupunktur telah terbukti ampuh untuk membantu mengatasi rasa nyeri yang dialami.

    Namun, pada sebagian lainnya, cara ini hanya meredakan untuk beberapa saat.

    Akupuntur diduga hanya memberi efek plasebo atau sugesti.

    Artinya, rasa nyeri dapat berkurang karena akupunktur meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh, yaitu hormon pereda rasa sakit.

    11. Tens (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation)

    Tens adalah terapi menyerupai akupunktur dengan bantuan aliran listrik.

    Terapi ini dilakukan dengan menempelkan bantal yang mengandung aliran listrik ke kulit. Aliran listrik ini berfungsi untuk merangsang sistem saraf agar menghambat sinyal nyeri mencapai ke otak.

    Dengan begitu, tubuh tidak akan merasakan nyeri yang timbul pada tulang ekor.

    Namun, perlu diingat bahwa ini hanya bersifat sementara dan tidak dapat menyembuhkan rasa sakit sepenuhnya.

    12. Fisioterapi

    fisioterapi

    Fisioterapi adalah terapi medis bersama terapis atau ahli tulang yang bisa dilakukan sebagai salah satu cara mengobati tulang ekor yang sakit.

    Melalui terapi ini, posisi otot-otot di sekitar tulang ekor akan diperbaiki untuk meredakan rasa nyeri yang dialami.

    13. Suntik steroid dan bius lokal

    Pada beberapa kasus, obat steroid atau bius lokal bisa disuntikkan ke dalam sendi yang menghubungkan tulang ekor dan tulang belakang.

    Umumnya, dosis maksimal pemberian obat ini, yaitu dua kali dalam beberapa bulan.

    14. Operasi

    Bila obat-obatan di atas tetap tidak mampu meredakan nyeri pada ulang ekor, prosedur operasi tulang belakang bisa dilakukan.

    Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian tulang ekor agar nyeri tidak timbul kembali.

    Namun, umumnya operasi baru akan dipertimbangkan jika rasa nyeri masih terus timbul setelah 6 bulan atau lebih.

    Itu adalah beberapa cara untuk mengobati rasa sakit pada tulang ekor.

    Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika rasa sakit yang dialami cukup parah, tidak kunjung sembuh, atau disertai gejala lain, seperti sulit buang air kecil atau besar, mati rasa atau kebas, dan bahkan lumpuh.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 19/08/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan