home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Cara Kerja Koyo untuk Meredakan Nyeri di Tubuh?

Bagaimana Cara Kerja Koyo untuk Meredakan Nyeri di Tubuh?

Koyo merupakan obat tempel yang sering digunakan banyak orang, karena dianggap ampuh untuk menghilangkan pegal-pegal, nyeri otot ataupun sendi di badan. Tapi apa benar, dengan pakai koyo bisa menghilangkan beragam keluhan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Seberapa umumkah pengobatan pakai koyo?

Koyo atau istilah medisnya patch transdermal adalah jenis obat luar yang ditempelkan pada kulit pasien untuk menghilangkan pegal-pegal, nyeri otot, ataupun persendian pada tubuh. Koyo dibuat dari berbagai macam bahan kimia obat yang dirancang sedemikian rupa sehingga obat tersebut bisa meresap ke kulit.

Berbagai macam bahan kimia yang terkandung di dalam koyo di antaranya adalah menthol, glycol salicylate, dan biofreeze yang terbukti efektif untuk meredakan gejala nyeri otot. Selain itu ada pula kandungan bengay dan aspercreme yang mengandung salisilat yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan sendi.

Terakhir, munculnya rasa panas saat memakai koyo dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang beriteraksi dengan sensor neuron. Capsaicin juga bekerja dengan cara mengurangi zat alami tertentu dalam tubuh Anda (substansi P) yang membantu memberikan sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, ketika semua bahan ini dikombinasikan, maka akan memancarkan rasa panas serta mengirimkan sinyal ke tubuh untuk mengurangi rasa nyeri.

Itulah sebabnya sampai saat ini koyo menjadi obat yang banyak digunakan masyarakat untuk menyembuhkan rasa nyeri ataupun pegal-pegal di badan, dibandingkan harus mengonsumsi obat oral yang nantinya memberikan efek samping.

Bagaimana cara kerja koyo?

Kulit manusia memiliki tiga lapisan, yaitu; epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan pertama disebut epidermis atau biasa disebut kulit ari. Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit bagian teratas pada kulit manusia. Nah di lapisan pertama inilah koyo ditempelkan.

Lapisan kedua kulit disebut dermis. Lapisan ini terdiri dari dari pembuluh darah, kelenjar minyak, folikel rambut, ujung-ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Di lapisan kulit ini koyo mengirimkan obat ke lapisan terdalam.

Sedangkan lapisan kulit ketiga adalah jaringan subkutan yang merupakan lapisan kulit lemak atau jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis yang mana merupakan tempat penyimpanan lemak dalam tubuh.

Di dalam lapisan ini kandungan obat yang terkandung pada koyo diserap melalui pembuluh darah ke dalam aliran darah. Dari situ, darah membawa obat melalui sistem peredaran darah dan menyebarkan ke tubuh Anda.

Apa saja efek samping pakai koyo?

Umumnya, efek samping yang mungkin muncul ketika pakai koyo adalah iritasi pada kulit karena adanya reaksi alergi Anda mungkin mengalami rasa gatal, kemerahan, panas, merasakan sensasi terbakar, bahkan sampai melepuh di area kulit yang ditempalkan koyo.

Jika ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan lepaskan koyo dari daerah yang mengalami iritasi dengan hati-hati.

Meskipun sepele, penting memperhatikan cara pakai koyo yang benar sesuai dengan instruksi yang ada di kemasan sebelum Anda memakainya. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah yang lebih serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Transdermal Patches – http://www.prosoluspharma.com/about-transdermals diakses pada 5 Mei 2017

Transdermal Drug Delivery – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2700785/ diakses pada 5 Mei 2017

Fentanyl Transdermal Route – http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fentanyl-transdermal-route/proper-use/drg-20068152 diakses pada 5 Mei 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 20/01/2021
x