backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Benarkah Koyo Bisa Meredakan Nyeri Otot?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 01/03/2023

Benarkah Koyo Bisa Meredakan Nyeri Otot?

Koyo merupakan obat tempel yang sering digunakan banyak orang karena dianggap ampuh untuk menghilangkan pegal-pegal serta nyeri otot ataupun sendi di badan. Namun, benarkah koyo bisa digunakan sebagai pereda nyeri? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Apakah koyo berfungsi sebagai pereda nyeri?

manfaat koyo

Bahan-bahan yang terkandung di dalam koyo diketahui berpotensi membantu mengurangi rasa nyeri yang terjadi di tubuh sehingga dapat digunakan sebagai pereda nyeri.

Koyo, atau istilah medisnya patch transdermal, adalah jenis obat luar yang ditempelkan pada kulit pasien untuk menghilangkan pegal-pegal, nyeri otot, ataupun persendian pada tubuh.

Koyo dibuat dari berbagai macam bahan kimia obat yang dirancang sedemikian rupa sehingga obat tersebut bisa meresap ke kulit.

Dilansir dari MedlinePlus, sebagai pereda nyeri, bahan-bahan dalam koyo tersebut kemudian bekerja dengan mengubah repons otak dan sistem saraf terhadap rasa nyeri yang dialami,

Berbagai macam bahan kimia yang terkandung di dalam koyo pereda nyeri di antaranya adalah menthol, glycol salicylate, dan biofreeze yang terbukti efektif untuk meredakan gejala nyeri otot

Selain itu, ada pula kandungan bengay dan aspercreme yang mengandung salisilat yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan sendi.

Sementara itu, munculnya rasa panas saat memakai koyo dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang berinteraksi dengan sensor neuron.

Capsaicin juga bekerja dengan cara mengurangi zat alami tertentu dalam tubuh Anda yang membantu memberikan sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, ketika semua bahan ini dikombinasikan, sensasi panas yang dihasilkan akan menghantarkan sinyal ke tubuh untuk mengurangi rasa nyeri.

Itulah sebabnya sampai saat ini koyo menjadi obat yang banyak digunakan masyarakat sebagai pereda nyeri untuk menyembuhkan rasa nyeri ataupun pegal-pegal di badan dibandingkan harus mengonsumsi obat oral.

Bagaimana cara kerja koyo?

Kulit manusia memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis dan hipodermis.

Lapisan pertama disebut epidermis, atau biasa disebut kulit ari, yang merupakan lapisan teratas pada kulit manusia. Nah di lapisan pertama inilah koyo ditempelkan.

Lapisan kedua kulit disebut dermis. Lapisan ini terdiri dari dari pembuluh darah, kelenjar minyak, folikel rambut, ujung-ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Di lapisan kulit ini, koyo mengirimkan obat ke lapisan terdalam.

Sementara lapisan kulit ketiga adalah jaringan subkutan yang merupakan lapisan kulit lemak atau jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis yang mana merupakan tempat penyimpanan lemak dalam tubuh.

Pada lapisan ini, kandungan obat  yang terkandung pada koyo pereda nyeri diserap melalui pembuluh darah ke dalam aliran darah.

Dari sini, darah membawa obat melalui sistem peredaran darah dan menyebarkan ke tubuh Anda.

Cara memasang koyo yang benar

cara memasang koyo yang benar

Meski umumnya termasuk jenis obat yang dijual secara bebas di pasaran, penggunaan koyo pereda nyeri tetap perlu dilakukan sesuai anjuran penggunaan agar bisa bekerja secara efektif dan maksimal.

Selalu baca terlebih dahulu resep dokter atau aturan pemakaian yang tertera pada kemasan obat.

Berikut langkah-langkah memasang koyo secara tepat.

  1. Cuci tangan secara bersih dan menyeluruh dengan air sabun atau hand sanitizer.
  2. Pastikan bagian tubuh yang akan ditempelkan koyo sudah kering dan bersih dari debu, pelembap, bedak, atau benda lainnya.
  3. Buka bungkus kemasan koyo secara perlahan dan keluarkan koyo yang akan digunakan.
  4. Buka lapisan pelindung di bagian bawah koyo yang terasa lengket.
  5. Tempelkan koyo pada kulit dan tekan dengan tangan hingga menempel dengan erat.

Anda bisa memilih bagian yang akan ditempelkan koyo sesuai arahan dari dokter atau pada bagian yang terasa sakit. Jika ada koyo sebelumnya yang masih menempel, lepaskan terlebih dahulu dan buang.

Saat akan membuangnya, lipat koyo dengan merekatkan bagian yang lengket. Dengan begitu, koyo tidak bisa dengan mudah menempel pada orang lain.

Cuci tangan secara bersih dengan menggunakan sabun dan air untuk menghilangkan adanya kandungan obat yang tidak tersedia di Indonesia.

Apa saja efek samping pakai koyo?

Umumnya, efek samping yang mungkin muncul ketika pakai koyo pereda nyeri adalah iritasi pada kulit karena adanya reaksi alergi.

Akibatnya, Anda mungkin mengalami rasa gatal, kemerahan, panas, merasakan sensasi terbakar, bahkan sampai melepuh di area kulit yang ditempelkan koyo.

Selain itu, kandungan mentol di dalam koyo juga bisa menimbulkan sensasi dingin atau terbakar.

Sensasi ini umumnya terasa ringan dan akan berkurang seiring dengan semakin lama koyo ditempelkan pada kulit.

Namun, pada beberapa orang, sensasi dingin atau terbakar akibat koyo bisa terasa tidak nyaman.

Jika terjadi efek samping yang cukup parah akibat penggunaan obat, segera hentikan pemakaian dan lepaskan koyo dari daerah yang mengalami iritasi dengan hati-hati.

Peringatan

Meskipun terlihat sepele, penting memperhatikan cara pakai koyo pereda nyeri yang benar sesuai dengan instruksi yang ada di kemasan sebelum Anda memakainya. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah yang lebih serius.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 01/03/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan