home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Nyeri Tulang Ekor (Coccydynia) yang Dapat Mengganggu

Penyebab Nyeri Tulang Ekor (Coccydynia) yang Dapat Mengganggu

Tulang ekor sakit bisa membuat Anda tidak nyaman beraktivitas. Bahkan, rasa nyeri yang ditimbulkan bisa menyebar ke bagian lain, seperti pinggul, paha, hingga rektum. Akibatnya, Anda bisa jadi sulit duduk, berolahraga, atau bahkan tidur pun terganggu. Lantas, apa penyebab tulang ekor sakit dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut informasi lebih dalam seputar nyeri tulang ekor yang perlu Anda tahu.

Apa itu nyeri tulang ekor?

Nyeri tulang ekor, atau dalam bahasa medis disebut coccydynia, adalah nyeri yang terjadi di dalam atau sekitar tulang ekor Anda. Kondisi ini terjadi ketika tulang ekor Anda meradang akibat suatu rangsangan, yang kemudian menimbulkan nyeri yang sangat mengganggu.

Tulang ekor (tulang coccyx) itu sendiri adalah bagian tulang berbentuk V dan melengkung yang berada di area bawah tulang belakang. Bagian tulang ini menunjang tubuh saat dalam posisi duduk serta membantu mentransfer berat badan selama mengubah posisi duduk Ini juga merupakan area di mana otot, saraf, ligamen, dan tendon dari lokasi lain di tubuh berkumpul.

Kebanyakan orang yang mengalami coccydynia merasakan sakit yang tumpul dan pegal linu di area tulang ekor dan sekitarnya. Rasa sakit ini bisa menjadi tajam atau seperti ada rasa tertusuk ketika melakukan aktivitas tertentu, seperti duduk, bersandar di punggung, bangkit dari posisi duduk ke berdiri, atau berdiri dalam waktu yang lama.

Nyeri ini juga bisa muncul saat seseorang buang air besar, dan ketika berhubungan seks. Bagi wanita, tulang ekor sakit akibat coccydynia bisa menimbulkan rasa sangat tidak nyaman selama masa haid atau menstruasi.

Penyebab tulang ekor terasa nyeri atau sakit

bahaya duduk terlalu lama

Sebagian besar kasus coccydynia disebabkan oleh cedera atau trauma, baik dari luar atau dalam, pada tulang ekor yang menimbulkan peradangan. Namun, pada kasus yang jarang, kondisi ini tampak muncul dengan sendirinya tanpa sebab yang jelas. Dilansir dari Cleveland Clinic, penyebab yang tak diketahui ini ditemukan pada sepertiga orang dari total kasus coccydynia.

Peradangan pada tulang ekor bisa muncul karena berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang sepele hingga serius. Hal-hal yang sepele, seperti duduk di permukaan yang keras atau sempit, bisa menjadi penyebab tulang ekor Anda terasa sakit.

Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena berbagai penyebab lainnya. Berikut adalah penyebab nyeri tulang ekor yang paling umum:

  • Jatuh

Jatuh ke arah belakang, seperti jatuh dari tangga atau kursi, merupakan penyebab tulang ekor sakit yang paling umum. Pada kondisi yang parah, jatuh dapat menyebabkan memar hingga patah tulang atau tulang yang terlepas dari tempatnya (dislokasi tulang).

  • Kehamilan dan melahirkan

Selama kehamilan, semakin besarnya trimester maka tekanan ke arah tulang duduk juga akan semakin besar. Ini membuat tulang ekor bisa mengalami nyeri lebih mudah.

Selain itu, di akhir kehamilan, tulang ekor wanita menjadi lebih fleksibel untuk memudahkan proses melahirkan secara vaginal. Namun, terkadang, persalinan menyebabkan kejang otot dan ligamen di sekitar tulang ekor. Kondisi inilah yang kemudian membuat tulang ekor Anda terasa nyeri.

  • Gerakan berulang

Gerakan berulang yang menimbulkan tekanan atau ketegangan pada tulang ekor juga bisa menjadi penyebab coccydynia. Hal ini biasanya terjadi saat Anda melakukan olahraga bersepeda dan mendayung, yang mengharuskan Anda mencondongkan tubuh ke depan dan belakang serta meregangkan tulang punggung.

  • Berat badan tak sesuai

Berat badan yang tak sesuai, baik itu berlebih (obesitas) maupun kurang, bisa menjadi penyebab tulang ekor Anda sakit. Bobot atau tekanan ekstra pada penderita obesitas dapat menyebabkan tulang ekor Anda cenderung condong ke belakang atau keluar dari posisinya, sehingga akan terasa sakit.

Selain itu, seseorang yang kekurangan berat badan pun umumnya tidak memiliki cukup lemak di area bokong. Adapun lemak yang tak cukup di area tersebut bisa menimbulkan pergesekan antara tulang ekor dengan otot, ligamen, dan tendon, yang dapat menjadi penyebab coccydynia.

  • Infeksi

Infeksi pada tulang belakang juga bisa menjadi penyebab dari tulang ekor terasa sakit. Salah satunya adalah osteomielitis, yang bisa dimulai di tulang itu sendiri atau adanya cedera di area tubuh lain yang membuat tulang terpapar kuman.

  • Tumor atau kanker

Pada kasus yang jarang, sakit pada tulang ekor bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius. Salah satunya adalah tumor atau kanker di area tulang belakang.

Bagaimana cara mengatasi nyeri tulang ekor?
peregangan statis

Tulang ekor yang sakit bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan dengan pengobatan rumahan. Jika Anda merasakan sakit di bagian tulang ekor, Anda dapat mencoba obat dan pengobatan sederhana sebagai berikut:

  • Condongkan tubuh ke depan saat duduk.
  • Duduk di atas bantal berbentuk donat atau V.
  • Mandi air panas untuk mengendurkan otot yang kejang.
  • Gunakan kompres panas atau dingin di area punggung ke bawah, tidak lebih dari 20-30 menit, beberapa kali sehari.
  • Lakukan peregangan otot di sekitar punggung bawah dan panggul.
  • Kurangi waktu duduk, selingi dengan jalan sesekali jika Anda harus duduk dalam waktu yang lama atau menggunakan meja berdiri.
  • Gunakan pakaian yang longgar.
  • Konsumsi obat pereda nyeri generik yang bisa dibeli tanpa resep, seperti ibuprofen.

Adapun bila Anda tak kunjung sembuh dengan cara-cara tersebut, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika rasa sakit disertai dengan gejala lainnya, seperti nyeri punggung yang parah, kesemutan atau mati rasa, sembelit yang berkepanjangan, atau tidak dapat mengontrol urine dan tinja.

Pada kondisi ini, dokter akan mencari tahu apa yang menjadi penyebab kondisi Anda dan memberi penanganan yang tepat. Namun, pada kondisi yang lebih parah, beberapa obat dan pengobatan yang bisa Anda jalani untuk tulang ekor sakit bisa berupa:

  • Obat-obatan seperti, obat suntikan steroid atau blok saraf, obat-obatan antidepresan, anti-epilepsi, atau pelunak feses.
  • Terapi fisik dengan terapis, seperti melakukan teknik relaksasi dasar panggul.
  • Terapi pijat di otot sekitar tulang ekor (biasanya hanya memberikan efek sementara).
  • Akunpunktur.
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) atau stimulasi saraf listrik transkutan.
  • Prosedur operasi pengangkatan sebagian atau seluruh tulang ekor (coccygectomy), terutama untuk kondisi yang sangat parah.

Beberapa jenis pengobatan lainnya mungkin saja diberikan dokter untuk tulang ekor sakit akibat masalah kesehatan lain, seperti tumor, kanker, atau patah tulang. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cleveland Clinic. 2020. Coccydynia (Tailbone Pain). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10436-coccydynia-tailbone-pain. Accessed December 10, 2020.

Intermountain Healthcare. 2020. Coccydynia. https://intermountainhealthcare.org/services/pain-management/conditions/hip-and-leg-pain/coccydynia/. Accessed December 10, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Tailbone pain: How can I relieve it? https://www.mayoclinic.org/tailbone-pain/expert-answers/faq-20058211. Accessed December 10, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Osteomyelitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomyelitis/symptoms-causes/syc-20375913. Accessed December 10, 2020.

NHS – Greater Glasgow and Clyde. 2020. Information about Coccydynia. https://www.nhsggc.org.uk/media/255476/information-about-coccydynia.pdf. Accessed December 10, 2020.

Winchester Hospital. 2020. Coccydynia. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=445932. Accessed December 10, 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 01/01/2021
x