home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terjebak Dalam Rumitnya Cinta Segitiga, Bagaimana Menentukan Harus Pilih yang Mana?

Terjebak Dalam Rumitnya Cinta Segitiga, Bagaimana Menentukan Harus Pilih yang Mana?

Terjebak dalam cinta segitiga layaknya terhenti di sebuah persimpangan jalan tanpa tahu apa yang menanti Anda di akhir perjalanan. Memilih si A, Anda takut akan menyakiti perasaan si B (dan mungkin takut kehilangan kebahagiaan yang selama ini ditawarkannya, tapi tidak oleh si A). Begitu juga sebaliknya. Semakin berlarut-larut terperangkap dalam situasi ini, semakin besar peluang Anda untuk kehilangan keduanya. Lantas, harus bagaimana?

Sebagai manusia, wajar untuk mencintai dua orang (atau lebih) sekaligus

Kita sering menganggap bahwa rasa ketertarikan pada orang lain akan lenyap begitu menjajaki sebuah komitmen, entah itu berpacaran atau berumah tangga. Nyatanya ketertarikan merupakan insting alami manusia yang akan tetap ada sampai kapanpun dan tidak dapat dielakkan. Ini karena ketika kita melihat orang lain, otak akan mulai memproses informasi visual yang kita lihat dan membuat penilaian instan berdasarkan daya tarik seseorang.

Insting ini didasari oleh dorongan bawah sadar otak warisan manusia zaman purba yang menilai seks sebagai kegiatan biologis murni untuk berkembang biak guna meningkatkan kesempatannya memiliki lebih banyak keturunan di dunia dan memastikan spesies kita bertahan hidup.

Itu sebabnya banyak pakar yang mengatakan bahwa mencintai dua orang atau lebih bukannya tidak mungkin. Ramani Durvasula, Ph.D., seeorang profesor psikologi asal UCLA bahkan mengumpamakan cinta segitiga sama halnya dengan eskrim. Es krim rasa cokelat dan stroberi rasanya berbeda, namun sama-sama enak. Tambah lebih nikmat kalau bisa dipadukan sekaligus, seperti rasa es krim Neapolitan. Tapi tentu urusan cinta tidak semudah memilih rasa es krim, bukan?

Durvasula kemudian menambahkan bahwa manusia itu merupakan makhluk yang rumit dari segi perasaan. Anda bisa mendapatkan kepuasan batin dengan menjalin hubungan dengan orang-orang yang cerdas dan berwawasan terbuka, misalnya. Namun di sisi lain, Anda juga mendapatkan kepuasan tersendiri ketika bergaul dengan orang-orang yang humoris dan penuh kejutan. Ketertarikan pada orang lain seperti ini adalah sifat yang wajar, dan alamiah.

Jadi sangat mungkin, bahkan bisa saja, Anda mencintai dua orang dengan sifat yang berbeda di waktu yang bersamaan. Ini karena karakteristik, kepribadian, dan bahkan mungkin ciri fisik antar dua orang tersebut bisa saling melengkapi apa yang Anda butuhkan dalam suatu hubungan asmara yang ideal.

Nah, tidak lupa juga kalau secara biologis, rasa cinta merupakan lonjakan hormon dopamin yang mengatur mood dan kebahagiaan. Jadi meski Anda sudah naksir ke satu orang ini, namun merasa tertarik dengan orang lain, ini karena adanya peningkatan hormon dopamin dalam otak yang sepenuhnya merupakan hal yang alami dan di luar kuasa Anda.

Terjebak dalam cinta segitiga, harus pilih yang mana?

Meski wajar, Anda tentu tidak akan bisa terus-terusan terperangkap dalam cinta segitiga. Mungkin Anda merasa bahwa Anda mencintai keduanya. Namun, sekarang saatnya Anda harus membuat keputusan final. Tidak hanya lambat laun akan membuat Anda stres sendiri, “menggantungkan” masa depan orang lain juga akan berdampak buruk pada kualitas hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar.

1. Coba tanyakan pada diri Anda

Boleh saja curhat dengan orang lain mengenai dilema Anda. Namun biasanya sebuah masalah akan mendapatkan titik terang ketika Anda bercermin dan bertanya pada diri sendiri. Sebab Anda sendirilah yang lebih mengenal diri Anda luar dalam daripada orang lain. Anda yakin dengan apa yang Anda butuhkan, namun hanya tidak tahu bagaimana mengekspresikannya

Alexandra Solomon, Ph.D., seorang asisten profesor di Northwestern University, menyarankan Anda untuk menanyakan dua pertanyaan ini pada diri sendiri sebelum buru-buru memutuskan ingin menjajaki hubungan dengan si A atau si B:

  • “Hubungan mana yang lebih sepenuh hati saya jalani?” Di antara dua hubungan yang Anda jalani, Anda mungkin lebih tahu hubungan mana yang Anda jalani dengan sungguh-sungguh dan lebih nyaman; dan mana yang hanya sekadar bersenang-senang
  • “Apa yang menahan saya untuk tidak membuat pilihan?”

2. Buat perbandingan

Selama terlibat dengan dua orang yang berbeda, Ada akan mengetahui lebih jauh apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mungkin ada beberapa hal yang bisa Anda tolerir, namun ada juga yang tidak. Bandingkan sosok mana yang lebih membuat Anda lebih merasa nyaman dan bisa menjadi diri sendiri, jika sedang bersama. Mungkin dengan cara ini, Anda menemukan sosok yang tepat untuk Anda.

3. Rencanakan masa depan

Anda sudah membuat perbandingan, sekarang saatnya Anda pikirkan bagaimana kelanjutan hubungan Anda. Dikutip dari Our Everyday Life, Andrew G. Marshall, seorang terapis pernikahan, mengatakan bahwa kualitas penting dalam menjalin hubungan adalah adanya keintiman, semangat dan komitmen.

Bila Anda ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius (pernikahan), tentu sosok yang Anda cintai harus lebih banyak memiliki sifat positif untuk masa depan bersama, misalnya rasa tanggung jawab dan kestabilan karir.

Cobalah untuk mencari tahu kedua sifat ini dari interaksi yang biasa Anda lakukan. Kemudian, pahami siapa yang visi misi masa depannya sangat sesuai dengan Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih bisa mmantapkan hati untuk keluar dari lubang kelam cinta segitiga ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Choose Between Two People You Love. https://oureverydaylife.com/choose-between-two-people-love-20278.html. Diakses pada 17 November 2017.

Caught Between Two Loves. https://www.psychologytoday.com/blog/loving-bravely/201709/caught-between-two-loves. Diakses pada 17 November 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 20/11/2017
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x