home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Narcissistic Personality Disorder (Narsistik)

Definisi narcissistic personality disorder|Tanda & gejala narcissistic personality disorder|Penyebab narcissistic personality disorder|Faktor risiko narcissistic personality disorder |Diagnosis dan pengobatan narcissistic personality disorder |Pengobatan di rumah untuk narcissistic personality disorder
Narcissistic Personality Disorder (Narsistik)

Definisi narcissistic personality disorder

Apa itu narcissistic personality disorder?

Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan orang narsis? Narcissist adalah orang yang mengalami narcissistic personality disorder (NPD). Kondisi ini adalah sebuah gangguan mental. Orang yang mengalaminya akan menganggap dirinya lebih penting daripada orang lain.

Bahkan, ia memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji, dibanggakan, namun memiliki empati yang rendah terhadap orang lain. Akan tetapi, dibalik rasa percaya diri yang begitu tinggi, sebenarnya, narcissist memiliki kepribadian yang rapuh dan mudah runtuh hanya dengan sedikit kritikan.

Narcissist tidak suka jika diminta untuk mengubah sikap dan perilakunya, sekalipun ia tahu bahwa apa yang dilakukannya telah menimbulkan masalah. Daripada refleksi diri, narcissist lebih suka menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuatnya.

Selain itu, orang narsis juga tidak suka dikritik. Bahkan, narcissist juga tidak senang kepada orang yang memiliki perbedaan pendapat dengannya. Oleh sebab itu, orang yang dekat dengan narcissist sering kali mengikuti apa yang diinginkannya daripada harus berdebat.

Seorang narcissist tentu berbeda dengan orang yang percaya diri. Pasalnya, pada orang yang percaya diri, kualitas diri ini dibangun atas dasar keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih, keterampilan hidup yang sudah dikuasai, serta prinsip dan norma yang dipegang teguh.

Sebaliknya, narsisme sering kali didasari oleh rasa takut kegagalan atau takut menunjukkan kelemahan diri, perhatian yang ingin ditujukan hanya kepada diri sendiri, dan dorongan yang tidak sehat untuk selalu menjadi yang terbaik.

Seberapa umum narcissistic personality disorder?

Narcissistic personality disorder adalah suatu gangguan kejiwaan yang tergolong langka. Laki-laki lebih rentan untuk mengalami gangguan ini dibandingkan wanita. NPD adalah kondisi yang sering kali muncul pada masa remaja atau di usia muda.

Ciri kepribadian narcissist dapat muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Meski demikian, ini tidak berarti bahwa ciri kepribadian ini akan berlanjut menjadi sebuah gangguan kepribadian. Kosultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala narcissistic personality disorder

Ciri dan gejala dari narcissist sangatlah beragam, tergantung dengan tingkat keparahan dari kondisi NPD yang dialami. Narcissist biasanya menunjukkan gejala seperti berikut.

  • Menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan orang lain secara berlebihan.
  • Menganggap diri dianggap superior tanpa adanya pencapaian yang pantas.
  • Melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri.
  • Meyakini diri sendiri sebagai seseorang yang superior dan meyakini bahwa hanya orang-orang yang sama istimewanya yang akan memahami hal tersebut.
  • Memiliki pikiran yang dipenuhi dengan fantasi mengenai sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna.
  • Memiliki kebutuhan untuk selalu dipuji atau dikagumi.
  • Merasa istimewa.
  • Mengganggap bahwa dirinya pantas diberi perlakuan spesial dan bahwa hal itu sebagai suatu hal yang wajar di mata orang lain.
  • Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
  • Minim rasa peka terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain.
  • Merasa cemburu terhadap orang lain dan merasa orang lain cemburu terhadap diri sendiri.
  • Memiliki perilaku yang arogan.

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter.

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Jika Anda seorang narcissist, Anda mungkin tidak merasa ada yang salah. Apalagi jika ciri dan gejala dari orang narsis Anda anggap berbeda dengan gambaran atau pikiran mengenai diri Anda yang sempurna.

NPD adalah kondisi mental orang yang kemungkinan besar akan mencari pertolongan ketika merasa depresi yang seringkali diakibatkan oleh kritik dan penolakan dari orang-orang sekitar.

Jika Anda merasa memiliki beberapa ciri atau gejala dari narcissistic personality disorder atau Anda merasa kesedihan yang berlarut-larut, segera temui dokter. Tidak perlu malu untuk meminta pertolongan dokter demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Penyebab narcissistic personality disorder

Sebenarnya, penyebab dari gangguan kepribadian ini masih belum diketahui depan pasti. Namun, kondisi ini mungkin terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor berikut ini.

  • Trauma masa kecil, seperti kekerasan fisik, seksual, hingga verbal.
  • Genetik atau keturunan.
  • Terlalu sensitif dengan pola, suara, atau cahaya di masa kecil.
  • Hubungan dengan orangtua, teman, dan keluarga di masa lalu.
  • Karakteristik dan sifat mudah marah.

Faktor risiko narcissistic personality disorder

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan faktor Anda menjadi orang narsis adalah:

Tidak adanya risiko bukan berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis dan pengobatan narcissistic personality disorder

Apa saja jenis tes yang paling umum untuk mendiagnosis NPD?

Biasanya, seorang ahli profesional seperti psikolog atau psikiatri dapat menentukan atau mendiagnosis apakah Anda seorang narcissist atau bukan. Untuk melakukannya, ahli profesional ini akan memberikan kuisioner untuk diisi dan kemudian mendiskusikan dengan Anda.

Dalam diskusi tersebut, Anda dan ahli profesional akan membicarakan berbagai hal yang menjadi penyebab stres. Tak hanya itu, Anda akan diajak berdiskusi mengenai perasaan, cara bersikap, hingga cara berinteraksi dengan orang lain.

Apa saja contoh pengobatan untuk narcissist?

Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi narcissistic personality disorder:

1. Psikoterapi

Psikoterapi atau terapi psikologi adalah salah satu jenis pengobatan untuk mengatasi NPD. Biasanya, dalam pelaksanaannya, Anda akan berbicara bersama seorang ahli profesional untuk mengatasi NPD. Psikoterapi dapat membantu Anda untuk:

  • Mempelajari cara memahami orang lain, sehingga Anda bisa menjalin hubungan yang lebih baik dan menyenangkan dengan orang lain.
  • Memahami emosi yang Anda miliki, hingga mudah merasa tidak percaya dan kesal terhadap orang lain.

Selain itu, dalam menjalani terapi ini, narcissist akan dibantu untuk mengubah sikap dan perilakunya. Artinya, orang narsis akan diajak untuk menjadi lebih baik, seperti:

  • Menerima dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain.
  • Menerima kekurangan diri sendiri, sehingga bisa menerima kritikan dengan lebih baik.
  • Meningkatkan kemampuan untuk memahami mengelola perasaan Anda sendiri.
  • Membebaskan diri dari keinginan untuk menjadi sempurna, sehingga bisa lebih mensyukuri apapun yang dimiliki saat ini.

Anda bisa menjalani terapi untuk jangka pendek. Meski, Anda mungkin perlu menjalani terapi untuk jangka panjang demi membantu Anda benar-benar terbebas dari sifat-sifat seorang narcissist.

Biasanya, hadirnya orang terdekat dalam terapi dapat membantu prosesnya untuk berjalan lebih cepat dan efektif.

2. Penggunaan obat-obatan

Sebenarnya, tidak ada obat tertentu yang dapat mengatasi narcissistic personality disorder. Hanya saja, jika Anda menunjukkan gejala depresi atau berbagai gangguan mental lainnya, Anda mungkin akan diresepkan obat antidepresan untuk mengatasi gejala tersebut.

Menurut Cleveland Clinic, obat-obatan yang termasuk mood stabilizers juga dapat membantu mengatasi perubahan suasana hati yang terjadi secara berlebihan.

Pengobatan di rumah untuk narcissistic personality disorder

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi narcissistic personality disorder :

  • Selalu terbuka dan bersosialisasi dengan orang lain.
  • Belajar mengenai ilmu kesehatan ini agar dengan segera menyadari gejala dan ciri yang ada, supaya Anda bisa diberikan perawatan yang sesuai.
  • Kunjungi pusat kesehatan bila Anda berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Coba untuk mengurangi stres dengan meditasi atau yoga.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Narcissistic personality disorder. Retrieved 27 January 2021, from https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/narcissistic-personality-disorder.htm

Nrcissistic personality disorder. Retrieved 27 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/diagnosis-treatment/drc-20366690

Symptoms of narcissistic personality disorder. Retrieved 27 January 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/symptoms-of-npd

Narcissistic personality disorder. Retrieved 27 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9742-narcissistic-personality-disorder/management-and-treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 01/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x