Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kesehatan mental selalu jadi isu hangat untuk dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat. Kesehatan mental menjadi fondasi utama untuk menjalankan beragam kegiatan. Mental yang sehat juga mendukung kebugaran fisik seseorang. Maka, penting untuk menjaga kesehatan mental, sekalipun dalam menghadapi penyakit kritis.

Kesehatan mental berkaitan erat dengan kesehatan fisik

tips menjaga kesehatan mental

Kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang berbeda, tetapi tak terpisahkan. Fisik yang sehat berkenaan pada mental yang sehat, juga sebaliknya.

Kesehatan mental bisa memengaruhi tubuh. Beban pikiran juga bisa memengaruhi fisik yang semula sehat menjadi rentan. Disebutkan dalam laman Mental Health, orang yang mengalami stres tingkat tinggi memiliki risiko tinggi 32% mengalami kematian akibat kanker. Orang yang mengalami depresi juga diasosiasikan memiliki risiko tinggi terkena gangguan jantung koroner.

Di lain sisi, tidak sehat secara fisik bisa menimbulkan gangguan kesehatan mental. Misalnya, saat seseorang divonis penyakit kritis, pikirannya pasti berkecamuk.

Rentetan pertanyaan menyergap pikirannya, mulai dari bagaimana ia bisa segera sembuh, berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk pengobatan, bagaimana jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, dan apakah harus menunda kegiatan yang sudah direncanakan?

Pikiran yang bertumpuk bisa membebani diri. Rasa cemas yang tercipta pun memicu stres hingga depresi. Hal terburuk, gangguan kesehatan mental bisa memperparah kondisi, sehingga menghambat pemulihan kesehatan penyakit kritis.

cara menambah nafsu makan

Ada kalanya kita sulit mengendalikan situasi. Namun, satu hal yang bisa dilakukan adalah tetap menjaga kesehatan mental di segala kondisi.

Sehat secara mental mendukung pemulihan fisik ketika sakit. Optimisme, tingkat stres yang rendah, rasa bersyukur, dan kesejahteraan diri, berkaitan erat dengan proses pemulihan dan mencegah risiko penyakit.

Ini hanya gambaran kasus, kesehatan mental seseorang dapat mengintervensi kesehatan fisiknya. Tidak perlu cemas, masih belum terlambat. Anda perlu menjaga kesehatan mental sejak sekarang untuk bantu menjaga kesehatan tubuh dalam melawan penyakit kritis.

Menjaga kesehatan mental dalam berbagai kondisi

Kesehatan mental ibarat akar yang akan menjadi penyangga dasar ketika Anda memenuhi hari-hari dengan banyak kegiatan yang berarti. Tentunya butuh kerja keras dan kondisi yang seutuhnya sehat, supaya Anda bisa menggapai impian maupun karier.

Maka itu, Anda perlu menjaga kesehatan mental di segala kondisi dengan melakukan beberapa tips berikut.

1. Berpikir positif

bahagia senang senyum wanita sehat

Merawat kesehatan mental bisa dimulai dengan membangun pikiran positif dalam diri. Ini penting dibangun dalam situasi apa pun. Cobalah untuk sadar seutuhnya tentang apa yang sedang dihadapi. Meskipun ada saja persoalan, kulik sisi positifnya dan tetap bersyukur. 

Terkadang sulit membangun pikiran positif, tetapi selalu ada hal kecil yang bisa disyukuri. Pikiran yang positif membantu Anda menjalani hari-hari jadi lebih bahagia.

2. Aktivitas fisik

menjaga kesehatan mental

Tetap aktif secara fisik tak hanya menyehatkan tubuh, tapi turut menjaga kesehatan mental. Lakukan aktivitas fisik ringan yang Anda sukai, misalnya jalan pagi, senam, ataupun yoga.

Olahraga atau beraktivitas fisik merupakan terapi untuk mencegah rasa cemas jika dilakukan 30 menit setiap hari. Cara ini mampu meredakan tekanan dan stres yang melanda. Baiknya lagi, aktivitas fisik memicu pelepasan hormon endorfin, sehingga memberikan energi positif bagi kesehatan mental.

Selain itu, olahraga teratur juga membuat Anda jadi lebih percaya diri dan tidur nyenyak.

3. Makanan gizi seimbang

manfaat masak sendiri

Ketika dilanda kecemasan di situasi apa pun, ada saja kecenderungan untuk malas makan. Tetap ingat untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang yang mengandung lemak esensial, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Konsumsi makanan sehat berkontribusi terhadap kesehatan mental dan fisik Anda. Makanan bernutrisi juga meminimalkan risiko depresi dan penyakit Alzheimer di masa mendatang.

4. Lakukan hobi

menjaga kesehatan mental

Kapan terakhir kali Anda melakukan hobi? Sesekali buat jadwal untuk memanjakan diri sendiri. Misalnya, menari, merajut, main bowling, nonton film favorit, atau mendengar musik favorit.

Hargai dan rawat diri dengan melakukan kegiatan menyenangkan. Cara ini dapat mencegah stres dan depresi, serta meningkatkan suasana hati. Tentunya, hobi juga membantu menjaga kesehatan mental. 

Sayangi diri Anda dengan melakukan empat cara di atas dalam kondisi apapun, juga sebagai langkah dalam melawan penyakit kritis.

Proteksi diri dengan asuransi sebagai langkah antisipasi

menggunakan asuransi kesehatan

Meskipun sudah menjaga diri sebaik mungkin dengan berolahraga dan konsumsi makanan seimbang, mungkin saja ada kejadian tak terduga yang terjadi sewaktu-waktu. Antisipasi perlindungan kesehatan dengan memiliki asuransi. Ini jadi langkah awal untuk mengurangi kecemasan atas kemungkinan buruk yang terjadi ke depannya.

Mungkin agak sulit menjaga kesehatan mental ketika seseorang divonis penyakit kritis. Namun, dengan memiliki asuransi setidaknya salah satu kecemasan dalam pikiran bisa berkurang. Salah satunya, dari sisi finansial yang terkait biaya penyembuhan maupun pengobatan.

Artikel dari American Psychological Association mengatakan, orang yang memiliki asuransi memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mempunyai asuransi kesehatan.

Maka, tak ada salahnya untuk mendaftarkan asuransi sedini mungkin, sebagai cara untuk mengeliminasi stres akibat penyakit tertentu. Daftarkan asuransi Anda segera, jangan sampai penyakit kritis menghalangi kebahagiaan dan rencana Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Terobsesi untuk selalu update di media sosial? Hobi begadang? Hati-hati, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apakah Anda Orang yang Narsis, Sosiopat, Atau Hanya Egois?

Orang yang narsis, sosiopat, dan egois sama-sama mementingkan diri sendiri. Tapi, mana yang masih sehat dan mana yang sudah termasuk gangguan kepribadian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 7 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
digital fatigue

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
tidur lebih lama

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit